← Beranda
KAI Daop 8 Layani 182 Ribu Pelanggan Mancanegara Selama 2026
Ardini Pramitha• Selasa, 13 Oktober 2026 | 05.08 WIB
KAI Daop 8 Surabaya mencatat sebanyak 182.155 penumpang warga negara asing (WNA) menggunakan kereta api sepanjang Januari hingga September 2026. (Humas KAI Daop 8)

 

JawaPos.com - KAI Daop 8 Surabaya mencatat sebanyak 182.155 penumpang warga negara asing (WNA) menggunakan kereta api sepanjang Januari hingga September 2026. 

Jumlah tersebut meningkat 8,6 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebanyak 167.736 penumpang.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan, peningkatan jumlah penumpang WNA menjadi salah satu indikator bahwa transportasi kereta api memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas wisatawan yang berkunjung ke Jawa Timur.

“Kereta api menjadi salah satu pilihan transportasi yang memberikan kemudahan bagi wisatawan mancanegara untuk berpindah dari satu kota ke kota lainnya dengan perjalanan yang aman, nyaman, dan efisien,” ujar Mahendro, Senin (12/10/2026). 

Baca Juga: Profil Brigjen Aries, Kakorlantas Baru yang Catatkan Mudik Lebaran Terbaik Sepanjang Sejarah

Berdasarkan data KAI Daop 8 Surabaya, dari total 182.155 penumpang WNA tersebut, sebanyak 111.048 penumpang tercatat tiba di wilayah Daop 8 Surabaya. 

Sementara itu, sebanyak 71.107 penumpang WNA berangkat dari berbagai stasiun di wilayah Daop 8 Surabaya selama Januari–September 2026. 

"Dari sejumlah stasiun di wilayah Daop 8 Surabaya, Stasiun Surabaya Gubeng dan Stasiun Malang menjadi dua simpul utama mobilitas penumpang WNA," katanya. 

Untuk kedatangan, Stasiun Surabaya Gubeng mencatat jumlah tertinggi dengan 39.882 penumpang WNA, disusul Stasiun Malang sebanyak 36.119 penumpang, dan Stasiun Surabaya Pasarturi sebanyak 15.057 penumpang.

Sementara dari sisi keberangkatan, Stasiun Surabaya Gubeng kembali menjadi yang tertinggi dengan 28.595 penumpang WNA, diikuti Stasiun Malang sebanyak 19.875 penumpang dan Stasiun Surabaya Pasarturi sebanyak 13.584 penumpang.

Mahendro menambahkan, tingginya aktivitas penumpang WNA di Surabaya dan Malang memperlihatkan peran penting kedua kota tersebut sebagai simpul mobilitas wisatawan. 

Dengan jaringan perjalanan kereta api yang menghubungkan berbagai wilayah, wisatawan memiliki alternatif perjalanan yang semakin mudah untuk mengeksplorasi Jawa Timur.

“Kami melihat kereta api bukan hanya sebagai moda transportasi dari titik A ke titik B, tetapi juga sebagai bagian dari pengalaman perjalanan wisata. Konektivitas antarkota melalui kereta api memberikan kemudahan bagi wisatawan untuk menjangkau berbagai destinasi di Jawa Timur,” kata Mahendro.

Baca Juga: Prabowo Perintahkan Penanganan Karhutla Diperkuat, 639 Hektare Lahan Masih Terbakar

Menurutnya, KAI Daop 8 Surabaya terus berupaya menjaga kualitas layanan dengan mengedepankan keselamatan, keamanan, kenyamanan, ketepatan waktu, serta kemudahan akses layanan bagi seluruh pelanggan, termasuk wisatawan mancanegara.

“Bagi kami, meningkatnya kepercayaan wisatawan mancanegara menjadi motivasi untuk terus memberikan pelayanan terbaik. Setiap perjalanan harus berlangsung dengan mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pelanggan, sehingga kereta api dapat menjadi bagian dari perjalanan wisata yang berkesan di Jawa Timur,” tutur Mahendro.

Keberadaan jaringan kereta api yang menghubungkan Surabaya, Malang, serta berbagai kota lainnya turut memberikan pilihan mobilitas yang mendukung perjalanan wisatawan untuk menikmati keragaman destinasi Jawa Timur. Mulai dari wisata perkotaan, budaya, kuliner, hingga destinasi alam, perjalanan tersebut dapat menjadi semakin terhubung melalui transportasi berbasis rel.

KAI Daop 8 Surabaya juga mengajak wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik untuk memanfaatkan layanan kereta api dalam menjelajahi Jawa Timur dengan tetap memperhatikan keselamatan dan ketentuan perjalanan. 

Informasi perjalanan, jadwal kereta, serta pemesanan tiket dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi KAI lainnya.

“Dengan konektivitas yang semakin baik, kami berharap kereta api dapat terus menjadi bagian dari perjalanan wisatawan dalam mengenal lebih banyak destinasi di Jawa Timur,” tutup Mahendro.

EDITOR: Sabik Aji Taufan