← Beranda
70 Persen Tenaga Kerja JIIPE Berasal dari Warga Lokal, Menperin Soroti Dampak Ekonomi Gresik
Nanda Prayoga• Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01.02 WIB
Ilustrasi kawasan industri Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. (Istimewa) 

 

JawaPos.com - Kawasan industri Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Kabupaten Gresik, dinilai memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat sekitar dan penyerapan tenaga kerja warga lokal.  

Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menyebut, 70 persen tenaga kerja di kawasan tersebut berasal dari warga lokal Gresik dan Jawa Timur.

Menurut Sarmuji, kawasan industri perlu disosialisasikan kepada masyarakat agar manfaatnya dapat diketahui secara luas.

Baca Juga: Bonus Demografi 2030, Wamenkes Ungkap Risiko Pengangguran Masal jika SDM Tak Sehat

Selain membuka kesempatan kerja, aktivitas industri juga dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitarnya.

“Seperti Gresik ini kan mendapatkan manfaat yang cukup besar ya, adanya JIIPE, tenaga kerja, lalu lintas perekonomian juga otomatis tumbuh. Ada daerah-daerah tertentu yang tumbuh, perekonomiannya juga pasti akan terdongkrak dengan adanya kawasan industri,” ujar Sarmuji saat berkunjung ke JIIPE, Jumat (16/10).

Dalam kunjungan tersebut, Sarmuji memperoleh penjelasan mengenai perkembangan kawasan, infrastruktur, dan utilitas JIIPE.

Baca Juga: Halalicious 2026 Hadirkan 66 Tenant Kuliner Halal, Targetkan 30 Ribu Pengunjung, Dorong Omzet UMKM

Dia juga meninjau sejumlah fasilitas hilirisasi yang mencakup sektor logam, manufaktur pendukung energi terbarukan, serta industri kimia.

Sebelumnya, pada 12 Oktober 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sarmuji juga menyoroti peran kawasan industri dalam mempercepat industrialisasi di Jawa Timur.

Menurut dia, pengembangan tersebut memerlukan dukungan lahan dan infrastruktur dari pemerintah daerah.

Direktur Utama PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS), perusahaan pengelola JIIPE Bambang Soetiono menjelaskan, kawasan tersebut mengintegrasikan area industri, pelabuhan laut dalam, dan fasilitas penunjang.

JIIPE memiliki area industri seluas 1.761 hektare, area pelabuhan 406 hektare, serta area residensial 800 hektare.

“Sekitar 60 persen lahan sudah terjual,” ujar Bambang.

Baca Juga: 5 Tips Memilih Nutrisi Anak agar Tumbuh Kembang Lebih Optimal

Sejumlah perusahaan yang telah berinvestasi di kawasan tersebut antara lain PT Freeport Indonesia, Xinyi, Hailiang, Golden Elephant (GEABH), dan ANTAM.

Bambang menyebut, kelengkapan infrastruktur, utilitas, serta akses pelabuhan laut dalam menjadi faktor pendukung operasional industri dan kebutuhan logistik.

“Kelebihan JIIPE adalah sarana infrastruktur dan utilitas yang lengkap serta memiliki laut dalam sehingga memudahkan industri. Kami juga membangun pembangkit listrik tenaga gas yang dipasok PGN dan berencana membangun PLTS,” jelas Bambang.

Baca Juga: Trade Expo Resmi Dibuka, Mendag Optimistis Target Transaksi TEI 17,5 Miliar Dolar AS Tercapai

Pengembangan kawasan juga mencakup ekosistem hilirisasi logam, mulai dari pengolahan tembaga dan pemurnian logam mulia hingga manufaktur turunan tembaga.

Selain itu, terdapat manufaktur kaca fotovoltaik yang mendukung rantai pasok industri tenaga surya serta investasi di sektor kimia.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah