← Beranda
PHK Massal Menimpa Karyawan Google, Sebab Integrasikan Teknologi AI
Rian Alfianto• Sabtu, 13 Januari 2024 | 20.29 WIB
Google.
JawaPos.com - Baru-baru ini Google diterpa isu Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK massal di sejumlah divisi dan timnya. Sebelumnya diberitakan bahwa jumlah karyawan yang terkena dampak jumlahnya hanya ratusan saja. Namun kabar terbaru mencatat kalau jumlah karyawan yang dipecat mencapai 1.000-an.
 
Dilansir dari TechCrunch, Google memberhentikan lebih dari 1.000 karyawan di berbagai divisi, termasuk teknik dan layanan, pada Rabu lalu. Divisi yang terkena dampak termasuk tim dalam Google Assistant yang diaktifkan dengan suara sebagai bagian dari restrukturisasi tim produk pengetahuan dan informasi.
 
Sebagian lainnya yang dirumahkan yakni tim Perangkat dan Layanan PA (DSPA) yang mengelola perangkat keras Pixel, Nest, dan Fitbit. Perusahaan yang memiliki 182.000 karyawan per 30 September 2023 ini membenarkan perkembangan tersebut namun meremehkannya melalui pernyataan yang menunjukkan bahwa PHK adalah bagian dari perubahan organisasi.
 
Baca Juga: Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel Sebut Ancaman Pembunuhan Terhadap Capres Harus Disikapi Serius
 
“Untuk menempatkan kami dalam posisi terbaik dalam memanfaatkan peluang ini, sepanjang paruh kedua tahun 2023, sejumlah tim kami melakukan perubahan agar menjadi lebih efisien dan bekerja lebih baik, serta menyelaraskan sumber daya mereka dengan prioritas produk terbesar mereka. Beberapa tim terus melakukan perubahan organisasi seperti ini, termasuk penghapusan peran secara global,” kata juru bicara Google dalam sebuah pernyataan.
 
Hal tersebut jelas mendapat tentangan. Salah satunya dari serikat pekerja mereka sendiri. Serikat Pekerja Alfabet mengatakan di posting-an X (sebelumnya Twitter) bahwa PHK itu “tidak perlu” dan perusahaan tidak dapat “terus memecat rekan kerja” sambil menghasilkan miliaran dolar.
 
Sementara itu, mengutip Semafor via NeoWin, Google mengkonfirmasi PHK tersebut, dengan menyatakan bahwa hal tersebut akan membantu integrasi fitur kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) generatif ke dalam platform Assistant. 
 
Perusahaan ini diketahui pertama kali mengumumkan rencana untuk menggabungkan chatbot Bard AI dengan Asisten pada Oktober 2023. The New York Times juga menjadi yang pertama yang melaporkan bahwa Google memberhentikan beberapa ratus pekerja di tim teknik intinya.
 
Baca Juga: Komentar Fajar dan Rian Setelah Kandas di Malaysia Open 2024, Intinya Jadi PR PP PBSI
 
Sebagai informasi, selain PHK, Google kini akan menggabungkan tim perangkat keras Pixel, Fitbit, dan Nest menjadi satu tim besar yang dijalankan oleh pemimpin yang saat ini tidak disebutkan namanya. Salah satu pendiri Fitbit, James Park dan Eric Friedman, serta anggota Fitbit lainnya, telah meninggalkan Google karena tak cocok dengan rencana perubahan tersebut.
 
Meskipun PHK ini jelas merupakan berita buruk bagi orang-orang yang terkena dampaknya, tampaknya jumlah PHK tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan dengan apa yang diumumkan Google pada Januari 2023. Saat itu, perusahaan mengatakan akan memangkas 12.000 anggota tim dari tenaga kerjanya atau sekitar enam persen karyawannya.
EDITOR: Bintang Pradewo