JawaPos.com - Perusahaan teknologi global Yandex memperkenalkan rangkaian solusi kecerdasan buatan (AI) yang ditujukan khusus bagi industri telekomunikasi di Indonesia.
Teknologi ini dirancang untuk membantu operator mempercepat pengembangan dan peluncuran layanan berbasis AI.
Data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menunjukkan tingkat adopsi AI di Indonesia telah mencapai 92 persen.
Pemerintah juga menempatkan teknologi ini sebagai salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas nasional.
Dengan kedekatan yang tinggi terhadap pelanggan serta pemahaman yang mendalam mengenai perilaku dan kebutuhan pasar, operator telekomunikasi dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan layanan AI yang lebih relevan bagi masyarakat Indonesia.
Alexander Popovskiy, CEO of Yandex Search International, menjelaskan, bahwa perusahaan operator telekomunikasi berada pada posisi yang ideal untuk mendorong adopsi AI ke masyarakat yang lebih luas.
Terlebih karena mereka memiliki basis pengguna yang besar, brand terpercaya serta distribusi infrastruktur yang matang sebagai fondasi penting dalam meluncurkan produk AI untuk skala nasional.
“Hal tersebut juga memungkinkan perusahaan memberikan nilai tambah secara langsung kepada pengguna. Kami dari Yandex meyakini bahwa masyarakat Indonesia sudah siap untuk naik level dalam adopsi AI baik bagi konsumen maupun perusahaan,” ungkap Popovskiy.
Yandex sendiri telah memiliki program Yandex AI, perusahaan menawarkan berbagai skema kerja sama yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan operator.
Mitra dapat menghubungkan layanan mereka ke AI yang telah dikembangkan Yandex, sekaligus mengintegrasikan teknologi Yandex ke dalam ekosistem yang sudah ada, maupun membangun layanan AI sendiri dengan identitas merek perusahaan menggunakan teknologi Yandex sebagai fondasinya.
Solusi tersebut juga memungkinkan operator mempercepat pengembangan berbagai layanan berbasis AI, seperti dukungan pelanggan otomatis, asisten virtual untuk panggilan, hingga layanan mandiri yang memudahkan pelanggan mengakses berbagai kebutuhan tanpa bantuan petugas.
Berbagai aktivitas seperti pengecekan saldo, pengaturan akun, dan layanan pelanggan lainnya dapat dilakukan melalui interaksi yang lebih sederhana, cepat, dan natural.
Alexander menambahkan, bahwa pihaknya melihat potensi besar bagi operator telekomunikasi untuk memimpin gelombang perluasan adopsi AI di Indonesia.
Terlebih, Indonesia sudah memiliki jutaan pelanggan serta infrastruktur yang dibutuhkan untuk menjangkau masyarakat secara luas.
“Dengan dukungan tersebut, manfaat nyata dari teknologi AI dapat dihadirkan kepada pengguna tanpa perlu menunggu lebih lama lagi. Mereka hanya perlu perangkat yang tepat serta keahlian yang kami miliki setelah bertahun-tahun dalam membangun kapasitas teknologi berbasis AI,” tukasnya.