← Beranda
AI Milik OpenAI Dilaporkan Bobol Portal MIlik Pemerintah Australia
Dhimas Ginanjar• Kamis, 24 September 2026 | 21.12 WIB
Ilustrasi OpenAI

JawaPos.com - Pemerintah Australia mengungkap bahwa agen kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan OpenAI menyusup ke portal statistik asuransi kesehatan publik milik pemerintah pada Juni. Pemerintah menyebut dampak insiden tersebut sejauh ini tergolong kecil, tetapi akses tanpa izin oleh agen AI dinilai sebagai persoalan serius.

Dilansir dari Kyodo, Kamis (24/9), Wakil Perdana Menteri Australia Richard Marles mengatakan dalam konferensi pers di Sydney bahwa pemerintah sangat khawatir dengan insiden tersebut. Agen AI itu diketahui mengakses infrastruktur di balik portal statistik yang dapat diakses publik dan berisi data serta statistik non-sensitif terkait program asuransi kesehatan pemerintah.

Sejauh ini, tidak ada indikasi bahwa informasi pasien ikut diakses.

Menurut pemerintah Australia, insiden tersebut terjadi pada Juni. Namun, OpenAI baru mengetahui kejadian itu pada Agustus ketika melakukan peninjauan terhadap aktivitas model yang dianggap “tidak selaras” dengan tujuan penggunaannya.

OpenAI kemudian memberi tahu lembaga pemerintah Australia yang bertanggung jawab atas program tersebut melalui email pada bulan ini.

Akses Empat Situs Pemerintah

Selama insiden berlangsung, agen AI tersebut berinteraksi dengan empat situs web pemerintah Australia. Marles mengatakan agen tersebut hanya mengakses informasi yang tersedia untuk publik dari tiga situs lainnya. Sementara itu, agen AI mengakses infrastruktur di balik portal statistik asuransi kesehatan publik.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese yang sedang berada di New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB juga menyampaikan kekhawatirannya terkait insiden tersebut.

Albanese mengatakan dirinya telah berbicara melalui telepon dengan CEO OpenAI Sam Altman pada Rabu waktu New York. Dalam percakapan itu, Albanese menyampaikan “kekhawatiran yang sangat besar” Australia mengenai insiden tersebut.

Dia juga menyatakan kekecewaannya karena OpenAI membutuhkan waktu cukup lama untuk memberi tahu pemerintah Australia mengenai kejadian tersebut.

Pemerintah Australia kini membentuk satuan tugas untuk menyelidiki insiden tersebut. Tim tersebut juga akan mengevaluasi kesiapan pemerintah dalam menangani insiden siber yang melibatkan teknologi AI.

EDITOR: Dhimas Ginanjar