← Beranda
Hari Bhakti Postel, Pemerintah Janjikan Pemerataan Infrastruktur Digital
Rian Alfianto• Senin, 28 September 2026 | 04.35 WIB
Rangkaian Hari Bhakti Postel ke-81 ditutup dengan upacara di Bandung, Minggu (27/9). (Istimewa)

JawaPos.com - Kedaulatan dan pemerataan infrastruktur digital jadi isu utama dalam peringatan Hari Bhakti Postel ke-81.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah menjanjikan infrastruktur digital di Indonesia akan semakin merata.

Pembangunan bidang pos dan telekomunikasi kini fokus memastikan Indonesia mampu membangun, menguasai, dan memanfaatkan infrastruktur digital,

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Angga Raka Prabowo tersebut saat memimpin upacara Hari Bhakti Postel ke-81 di Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Bandung, Jawa Barat, Minggu (27/9).

Baca Juga: Microsoft Investasi USD 1,7 Miliar di Indonesia, Komdigi Dorong Transfer Teknologi

Upacara tersebut diikuti perwakilan pelaku industri pos, telekomunikasi, ICT dan digital, serta para veteran.

Kegiatan menjadi puncak rangkaian peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 yang berlangsung sejak Agustus 2026 dengan tema 'Konektivitas Digital untuk Indonesia Berdaulat'.

Kedaulatan Telekomunikasi Bergeser ke Infrastruktur Digital

Dalam pidatonya, Angga mengingatkan perjuangan pemuda Indonesia mengambil alih jawatan Pos, Telegram, dan Telefon dari Pemerintah Jepang 81 tahun silam

Menurut dia, semangat perjuangan tersebut masih relevan, tetapi bentuk tantangannya telah berubah mengikuti perkembangan teknologi.

“81 tahun lalu para pemuda kita berjuang mengambil alih jawatan Pos, Telegram, dan Telefon dari Pemerintah Jepang. Perjuangan itu membawa pesan relevan sampai saat ini, bahwa infrastruktur vital dan strategis telekomunikasi sangat penting bagi kedaulatan bangsa,” ujar Angga.

Baca Juga: Hoaks! Pemadaman Internet 25-27 September, Komdigi Telusuri Pembuat Surat Palsu

Kini, persoalan yang dihadapi bukan lagi perebutan sarana komunikasi, melainkan bagaimana Indonesia memiliki kemampuan untuk membangun sekaligus menguasai ekosistem digitalnya sendiri.

“Hari ini bentuk perjuangannya berubah, kita tidak lagi mengambil alih sarana komunikasi, tapi saat ini memastikan Indonesia mampu membangun, menguasai dan memanfaatkan kemajuan digital untuk kepentingan bangsa dan negara,” ungkap Angga Raka.

Pemerintah, lanjut dia, akan terus mendorong pertumbuhan industri ICT dan digital agar konektivitas dapat menjangkau masyarakat di berbagai daerah.

Infrastruktur tersebut diharapkan tidak hanya memperluas akses komunikasi, tetapi juga membuat manfaat layanan digital semakin merata.

Veteran Postel Makin Sedikit

Peringatan Hari Bhakti Postel juga menjadi momentum untuk mengingat kembali peran generasi terdahulu yang terlibat dalam perjuangan di bidang pos dan telekomunikasi.

Baca Juga: AI Berkembang Kian Cepat, Wamen Komdigi Nezar Patria Ungkap Alasan Regulasi Tak Bisa Kaku 

Sukirman, veteran berusia 84 tahun yang pernah terlibat dalam perang memperebutkan Irian Barat pada 1961-1963, menilai peringatan tersebut penting karena menjadi bentuk penghargaan terhadap para pejuang.

Ia juga menyoroti semakin sedikitnya jumlah veteran yang berada di bawah Korps Veteran Karyawan Postel.

Ketika organisasi tersebut dibentuk pada 1969, jumlah anggotanya mencapai lebih dari 500 orang.

Kini, menurut Sukirman, jumlahnya tinggal 16 orang dengan rata-rata usia telah di atas 80 tahun.

“Saya ini Korps Irian Barat PTT, penerus AM PTT untuk pembebasan Irian Barat. (Peringatan) ini baik sekali, kami merasa tetap diingat padahal dunia semakin maju,” ujarnya.

Baca Juga: Komdigi Minta 25 PSE Segera Penuhi Kewajiban Pendaftaran

Kondisi tersebut memperlihatkan perubahan generasi di industri pos dan telekomunikasi.

Di satu sisi, teknologi berkembang semakin cepat. Di sisi lain, pengalaman dari generasi yang ikut membangun dan mempertahankan sektor tersebut mulai semakin terbatas.

Industri Dorong Konektivitas Lebih Inklusif

Sementara itu, Ketua Umum Panitia Hari Bhakti Postel ke-81, Theodorus Ardi Hartoko (Teddy), mengatakan rangkaian kegiatan peringatan tahun ini melibatkan berbagai unsur industri dan masyarakat.

Sejumlah kegiatan digelar sejak Agustus 2026, mulai dari pameran teknologi dan digital, funwalk, kompetisi esports, turnamen mini soccer hingga donor darah. 

Rangkaian tersebut kemudian ditutup dengan upacara peringatan Hari Bhakti Postel di Bandung.

Baca Juga: Komdigi: Kepercayaan Publik jadi Ujian Utama bagi Pemerintah dalam Adopsi AI

Menurut Teddy, keterlibatan asosiasi, operator, vendor, komunitas dan pemangku kepentingan lainnya menjadi salah satu faktor yang membuat seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.

Ia melihat kolaborasi tersebut juga penting untuk menghadapi persoalan konektivitas digital yang semakin kompleks, terutama terkait pemerataan akses.

“Kami sebagai pelaku industri konektivitas digital di Indonesia melihat bahwa inklusivitas digital sangat ditunggu oleh masyarakat secara luas dan merata. Ini tujuannya agar konektivitas ini semakin terintegrasi melibatkan seluruh ekosistem di Indonesia, sehingga mampu menumbuhkan perekonomian yang ditopang melalui kematangan infrastruktur digital,” ungkap Teddy.

 

 

EDITOR: Bayu Putra