← Beranda
YouTube Shorts Kini Lebih Orisinal, Akun Clipper Terancam!
Nanda Prayoga• Senin, 5 Oktober 2026 | 21.30 WIB
Ilustrasi: Aplikasi YouTube Music, layanan streaming musik baru dari YouTube. (Istimewa)

 

 

JawaPos.com - YouTube mulai memperbarui sistem rekomendasi pada fitur Shorts untuk mengurangi peredaran konten daur ulang. Langkah ini ditujukan untuk membatasi jangkauan akun clipper, yakni akun yang mengunggah kembali potongan video milik kreator lain tanpa memberikan tambahan konten orisinal yang berarti.

Akun clipper sendiri adalah akun yang biasanya mengambil potongan video milik orang lain, lalu mengunggahnya kembali ke platform seperti YouTube Shorts, TikTok, atau Reels.

Seperti dilansir dari Engadget, melalui perubahan tersebut, YouTube ingin membuat sistem rekomendasi Shorts lebih banyak menampilkan konten orisinal. Platform juga berupaya mengurangi kemunculan video yang sekadar mengambil dan mengunggah ulang karya kreator lain.

Meski demikian, YouTube belum menjelaskan secara rinci bagaimana sistem tersebut akan menentukan video yang dianggap sebagai konten daur ulang. Detail mekanisme algoritma memang tidak sepenuhnya dibuka kepada publik.

Platform menjelaskan, kanal yang sebagian besar hanya mengumpulkan atau mengunggah kembali konten yang sudah tersedia tanpa perubahan signifikan berpotensi mengalami penurunan distribusi di feed Shorts.

Namun, kebijakan tersebut bukan berarti seluruh konten hasil reupload akan otomatis kehilangan jangkauan. YouTube masih membuka peluang bagi kreator yang memberikan nilai tambahan dalam kontennya.

Platform mendorong kreator menghadirkan komentar orisinal, penyuntingan unik, atau teknik bercerita (storytelling) agar video yang dibuat tidak sekadar menjadi salinan dari konten lain.

Dengan begitu, akun clipper diharapkan mulai memberikan sudut pandang atau ciri khas mereka sendiri dalam setiap video yang diunggah.

Sementara itu, perubahan algoritma YouTube ini juga menyisakan pertanyaan bagi kreator yang membuat konten panjang dan kemudian memotongnya menjadi video Shorts.

Praktik tersebut cukup umum dilakukan karena Shorts dapat menjadi salah satu cara bagi kreator untuk menjangkau penonton baru. Potongan dari video panjang milik kreator sendiri kemudian dikemas ulang dalam format vertikal agar lebih sesuai dengan karakteristik Shorts.

Hingga kini, belum jelas apakah sistem baru YouTube juga akan berdampak terhadap video semacam itu. YouTube belum menjelaskan apakah algoritma dapat membedakan konten yang diunggah ulang oleh pihak lain dengan potongan konten yang dibuat sendiri oleh pemilik video asli.

Perubahan algoritma ini menjadi salah satu pembaruan terbaru yang dilakukan YouTube dalam beberapa pekan terakhir. Platform sebelumnya juga memperkenalkan fitur untuk membuat feed video yang lebih sesuai dengan preferensi pengguna.

Selain itu, YouTube mulai memungkinkan pengguna menyisipkan GIF dalam kolom komentar. Platform juga tengah menyiapkan fitur auto-dubbing yang memungkinkan konten diterjemahkan secara lebih cepat dengan dukungan teknologi AI.

EDITOR: Estu Suryowati