← Beranda
Jepang Bidik Ledakan Industri Chip India, Puluhan Perusahaan Siap Perluas Investasi
Dhimas Ginanjar• Selasa, 6 Oktober 2026 | 02.42 WIB
Ilustrasi chip

JawaPos.com - Perusahaan-perusahaan Jepang yang bergerak di industri semikonduktor semakin agresif masuk ke pasar India. Mereka membidik peluang dari ambisi Perdana Menteri Narendra Modi menjadikan India sebagai salah satu pusat industri chip dunia.

Dilansir dari Kyodo, Senin (5/10), India tengah membangun ekosistem manufaktur chip domestik yang mencakup bahan baku, desain, fabrikasi, pengemasan, hingga pengujian. Namun, pelaku industri menilai kekurangan pemasok khusus dan tenaga kerja terampil masih menjadi tantangan utama.

Minat perusahaan Jepang terlihat dalam pameran Semicon India 2026 yang digelar di New Delhi pada 17-19 September. Lebih dari 30 perusahaan Jepang berpartisipasi dalam ajang tersebut.

Sekitar 200 perwakilan industri India dan Jepang juga menghadiri forum dalam acara tersebut. Mereka membahas peluang kemitraan, kerja sama teknologi, rantai pasok peralatan dan bahan yang lebih tangguh, serta penelitian dan pengembangan.

India berupaya menjadikan negaranya sebagai pusat manufaktur chip global melalui program semikonduktor yang didukung pemerintah.

Modi berjanji meningkatkan anggaran untuk mendukung industri tersebut menjadi sekitar USD 13,5 miliar atau sekitar Rp238 triliun, dari sebelumnya sekitar USD 8 miliar atau Rp141 triliun. Program India Semiconductor Mission kini memasuki tahap kedua.

Pada tahap pertama, pemerintah India telah menyetujui 12 proyek manufaktur dan pengemasan semikonduktor.

Kerja sama India dan Jepang juga semakin diperkuat. Modi dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada Juli sepakat meningkatkan hubungan di sektor chip dan industri lainnya.

Perusahaan Jepang kemudian menyepakati sekitar 120 nota kesepahaman kerja sama dengan nilai investasi mencapai JPY 2 triliun, setara sekitar Rp228 triliun dengan kurs 1 JPY = Rp114.

Shetal Mehta, direktur Suchi Semicon Pvt. Ltd. yang berbasis di Gujarat, mengatakan perusahaannya telah bekerja sama secara luas dengan pemasok Jepang.

"Kami bekerja dengan banyak pemasok peralatan dan material dari Jepang," kata Mehta kepada Kyodo News di sela-sela acara.

Dia menambahkan bahwa Suchi Semicon juga memiliki penasihat dari Jepang dan mengimpor bahan baku dari negara tersebut.

Dari Jepang, Fujifilm Corp. sepakat mengembangkan dan memasok material semikonduktor canggih untuk Tata Electronics Pvt. Ltd.

"Fujifilm melihat nilai dalam mendekatkan manufaktur dan dukungan teknis kepada pelanggan seiring berkembangnya ekosistem semikonduktor India," kata Koji Wada, direktur pelaksana Fujifilm India Pvt. Ltd.

Sumitomo Chemical Co. juga mempertimbangkan kerja sama dengan Tata Electronics untuk membangun rantai pasok material semikonduktor. Sementara Enomoto Co. akan memberikan dukungan teknologi produksi kepada perusahaan India tersebut.

Mani Rajesh Kumar, kepala bisnis divisi material dan solusi semikonduktor Horiba India Pvt. Ltd., mengatakan India memiliki banyak tenaga ahli di bidang teknik.

Namun, menurut dia, India masih kekurangan tenaga kerja dengan keahlian khusus di bidang semikonduktor.

Tokyo Electron Ltd. berupaya mengatasi persoalan tersebut secara langsung. CEO Tokyo Electron Toshiki Kawai mengatakan dalam Semicon India bahwa perusahaan berencana mendirikan pusat pelatihan di Gujarat pada 2027.

Pusat tersebut akan dibangun bekerja sama dengan pemerintah Jepang untuk mengembangkan tenaga teknisi yang memiliki keahlian dalam peralatan manufaktur chip.

Minat terhadap sektor semikonduktor India yang berkembang juga tidak hanya datang dari perusahaan Jepang.

Perusahaan peralatan manufaktur chip asal Amerika Serikat, Applied Materials Inc., mengatakan akan menginvestasikan USD 5 miliar atau sekitar Rp88,2 triliun di India selama satu dekade mendatang.

Perusahaan AS lainnya, Lam Research Corp., juga berencana menginvestasikan sekitar 100 miliar rupee atau USD 1 miliar dalam beberapa tahun mendatang.

Sementara itu, perusahaan pemasok fasilitas semikonduktor asal Korea Selatan, Hae Kwang Co., juga melihat peningkatan permintaan dari India.

"Ya, permintaan meningkat," kata Tae Gyu Ha, manajer senior perencanaan strategis perusahaan tersebut. Dia menambahkan bahwa Hae Kwang terlibat dalam proyek baru di Gujarat.

EDITOR: Dhimas Ginanjar