← Beranda
AS dan Tiongkok Perkuat Kolaborasi RISC-V di Tengah Rivalitas Teknologi Cip Canggih
Mellyna Putri Diniar• Selasa, 6 Oktober 2026 | 21.08 WIB
AS dan Tiongkok Perkuat Kolaborasi RISC-V di Tengah Rivalitas Teknologi Cip (SCMP)

 

JawaPos.com - Kerja sama Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok dalam pengembangan arsitektur cip RISC-V justru kian erat ketika persaingan teknologi kedua negara memanas. MIPS, perusahaan IP cip asal AS yang diakuisisi GlobalFoundries tahun lalu, mengaku bekerja "sangat erat dengan Tiongkok" untuk mendorong standardisasi RISC-V. Pernyataan itu disampaikan CTO MIPS Yankin Tanurhan dalam pengarahan media di Shanghai pada September.

Kerja sama tersebut berlangsung melalui RISC-V International, organisasi nirlaba yang mengelola standar arsitektur terbuka itu. Forum tersebut mempertemukan perusahaan AS, Eropa, dan Tiongkok serta kalangan akademisi untuk menyusun standar teknologi dari kecerdasan buatan (AI), mikrokontroler hingga server pusat data. Perkembangan ini menunjukkan bahwa rivalitas geopolitik belum sepenuhnya memutus kolaborasi pada lapisan teknologi dasar.

Dilansir dari South China Morning Post, Senin (5/10/2026), RISC-V, singkatan dari fifth-generation reduced instruction set computer, merupakan arsitektur set instruksi terbuka yang memungkinkan pengembang merancang unit pemrosesan pusat (CPU). Di Tiongkok, daya tariknya meningkat karena arsitektur ini bebas digunakan dan dimodifikasi, sehingga membuka jalan bagi perusahaan lokal mengurangi ketergantungan pada arsitektur proprietari, terutama x86 milik Intel dan Arm.

Baca Juga: CEO Baru Apple John Ternus Ditekan Washington Soal Cip Memori Tiongkok

Dalam setahun terakhir, penggunaan RISC-V bergerak keluar dari ceruk otomotif, peralatan industri dan perangkat Internet of Things (IoT). Arsitektur ini mulai masuk ke komputasi generasi berikutnya, pusat data dan physical AI, yakni penerapan AI pada sistem mekanis seperti kendaraan otonom dan robot. Perluasan ini membuat standardisasi RISC-V semakin relevan bagi infrastruktur komputasi global.

Tanurhan mengatakan, "Platform kami telah diproduksi secara massal untuk pusat data AI. Dari 15 pemasok cip infrastruktur AI dan pusat data terbesar di dunia, 13 di antaranya merupakan pelanggan MIPS."

Di sisi lain, Eswin Computing Technology yang berbasis Beijing dijadwalkan menjadi perusahaan RISC-V murni pertama yang melantai di Bursa Hong Kong pada 9 Oktober, menandakan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap prospek komersial cip terbuka.

Laju pengiriman RISC-V global disebut telah melampaui x86 dan Arm, didorong keterbukaan, efisiensi energi, biaya yang kompetitif serta kemampuan kustomisasi. Wakil Presiden sekaligus CMO Eswin, Liu Shuai, mengatakan perusahaannya sedang membangun ekosistem "RISC-V plus AI" bersama para mitra.

Perluasan itu paling terlihat dalam physical AI. Menurut MIPS, sejumlah kliennya di Tiongkok yang semula mengembangkan cip RISC-V untuk sistem bantuan pengemudi canggih (ADAS) berhasil menggunakan kembali desain tersebut untuk robot humanoid.

"Robotika, terutama robot humanoid, mendapat perhatian luar biasa di Tiongkok dan berkembang sangat baik," kata Tanurhan.

Dia menilai keunggulan Tiongkok terletak pada ekosistem pengujian dan penerapan yang mendukung tahap akhir riset dan pengembangan.

"Ekosistem pengujian dan penerapan di sini cukup kuat untuk mendukung pengembang melewati ‘mil terakhir’ yang sangat penting dalam R&D," ujarnya. Artinya, pengembangan RISC-V tidak berhenti pada desain cip, tetapi mulai diuji dalam produk fisik yang membutuhkan pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak secara bersamaan.

Dorongan industri itu kini diperkuat kebijakan Beijing. Dokumen rencana lima tahun ke-15 untuk industri manufaktur elektronik dan teknologi informasi yang diterbitkan September secara resmi memasukkan pengembangan dan industrialisasi RISC-V, termasuk penerapannya untuk AI dan sistem tertanam, sebagai agenda. Kebijakan tersebut mempertegas posisi RISC-V dalam strategi teknologi nasional Tiongkok.

Meski kompetisi antarperusahaan tetap berlangsung, hubungan teknis AS-Tiongkok di ekosistem ini masih dalam.

"Sebagian besar perusahaan IP RISC-V Tiongkok, dengan satu atau lain cara, berasal dari tim saya pada masa lalu. Kami masih memiliki hubungan yang sangat baik," kata Tanurhan.

Baca Juga: Bos Teknologi Inggris Sebut AI Bisa Bantu Sembuhkan Kanker, Tapi Terhambat Kekurangan Cip

Dia menilai MIPS unggul dalam jangkauan dan skala global karena memiliki lebih dari 700 insinyur. Pada Juli, veteran semikonduktor Alibaba, Qi Xiaoning, juga mengatakan, "Perusahaan AS, Tiongkok, India, Brasil, dan Eropa bekerja sebagai satu ekosistem terpadu. Kolaborasi dalam RISC-V sudah menjadi kenyataan; hal itu sedang berlangsung."

EDITOR: Candra Mega Sari