← Beranda
Google Doodle Rayakan Pekan Antariksa Dunia 2026 dengan Nebula Rosebud
Rian Alfianto• Rabu, 7 Oktober 2026 | 03.48 WIB
Google Doodle rayakan Pekan Antariksa Dunia 2026. (Google)

JawaPos.com - Google meramaikan Pekan Antariksa Dunia 2026 lewat Google Doodle yang menampilkan keindahan Nebula Rosebud. Citra nebula tersebut berasal dari Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST), yang dikenal mampu menangkap detail objek-objek jauh di alam semesta.

Doodle tersebut menjadi cara Google mengajak pengguna melihat kembali perkembangan eksplorasi antariksa sekaligus mengenal lebih dekat objek kosmik yang menjadi bagian dari alam semesta.

Nebula Rosebud Jadi Pusat Perhatian Google Doodle

Baca Juga: T.O.P dan Nana Konfirmasi Hubungan Asmara, Mulai Pacaran Sejak Juni 2026 

Dalam tampilan Google Doodle hari ini, Nebula Rosebud menjadi objek utama yang ditampilkan. Warna dan struktur awan gas serta debu kosmik membuat nebula tersebut terlihat mencolok ketika ditangkap melalui instrumen teleskop luar angkasa.

Penggunaan citra dari James Webb juga menegaskan bagaimana perkembangan teknologi observasi antariksa memungkinkan manusia melihat objek yang sebelumnya sulit diamati secara detail.

Pekan Antariksa Dunia sendiri menjadi momentum tahunan untuk memperkenalkan berbagai perkembangan di bidang eksplorasi dan teknologi antariksa kepada masyarakat luas.

Apa Tema Pekan Antariksa Dunia 2026?

Baca Juga: Lahan KEK Digital Bintan Habis Dipesan, Airlangga: Indonesia Jadi Magnet Data Center

Pekan Antariksa Dunia 2026 mengangkat tema "Rocket Revolution". Tema tersebut berfokus pada perubahan teknologi roket yang menjadi salah satu fondasi penting dalam perkembangan industri antariksa modern.

Pembahasannya mencakup pengembangan roket yang lebih ramah lingkungan, teknologi roket yang dapat digunakan kembali atau reusable rockets, hingga semakin berkembangnya komersialisasi perjalanan antariksa.

Teknologi roket yang bisa digunakan kembali menjadi salah satu perubahan penting dalam industri karena berpotensi mengurangi biaya peluncuran dan meningkatkan frekuensi misi ke luar angkasa.

Sementara itu, komersialisasi antariksa menunjukkan bahwa aktivitas yang sebelumnya didominasi lembaga pemerintah kini semakin banyak melibatkan perusahaan swasta, baik dalam peluncuran satelit maupun pengembangan layanan perjalanan antariksa.

Tak Hanya Google Doodle, Ada Astronaut Pikachu

Pekan Antariksa Dunia 2026 juga diramaikan kolaborasi yang menggabungkan eksplorasi antariksa dengan budaya populer.

Baca Juga: Yoo Yeon Seok Hadapi Misteri Besar dalam Drama Terbaru “The Perfect Lie” 

European Space Agency (ESA) dan The Pokémon Company menghadirkan Astronaut Pikachu melalui game Pokémon GO. Karakter tersebut dapat ditemukan dalam permainan selama 4-10 Oktober 2026.

Kolaborasi ini menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan tema antariksa kepada audiens yang lebih luas, terutama melalui karakter populer yang sudah dikenal pengguna game.

Di tengah berbagai kegiatan Pekan Antariksa Dunia, Google Doodle dengan Nebula Rosebud menghadirkan pendekatan yang berbeda. Alih-alih menampilkan teknologi roket atau astronot, Google mengajak pengguna melihat sisi lain eksplorasi antariksa: keindahan objek yang berada jauh di luar Bumi.

Mengapa James Webb Penting dalam Eksplorasi Antariksa?

Baca Juga: 3 Shio yang Makin Tua Umurnya Kian Sejahtera, Akhir Tahun 2026 Isinya Full Rezeki

Teleskop Luar Angkasa James Webb merupakan salah satu instrumen observasi antariksa paling canggih yang pernah dikembangkan. Kemampuannya mengamati alam semesta dalam panjang gelombang inframerah memungkinkan para astronom mempelajari berbagai objek kosmik secara lebih mendalam.

Citra yang dihasilkan James Webb bukan sekadar gambar untuk memperlihatkan keindahan luar angkasa. Data tersebut juga membantu ilmuwan memahami pembentukan bintang, evolusi galaksi, serta berbagai proses yang terjadi di lingkungan kosmik.

Karena itu, kemunculan Nebula Rosebud dalam Google Doodle Pekan Antariksa Dunia 2026 tidak hanya menjadi dekorasi halaman pencarian. Doodle tersebut sekaligus membawa perhatian publik pada perkembangan teknologi yang memungkinkan manusia mengamati alam semesta dengan tingkat detail yang semakin tinggi.

EDITOR: Bintang Pradewo