JawaPos.com - HP Android yang masih bisa digunakan dengan normal belum tentu masih mendapatkan perlindungan keamanan. Salah satu tanda paling penting adalah security patch yang sudah terlalu lama, karena perangkat bisa tetap berfungsi meski produsen telah berhenti memperbaiki celah keamanan di dalamnya.
Tidak ada alarm yang berbunyi ketika masa dukungan software sebuah HP berakhir. Tidak pula muncul notifikasi besar yang mengatakan perangkat sudah tidak lagi mendapatkan perlindungan.
Ponsel tetap menyala, aplikasi masih bisa dibuka, kamera berfungsi, dan koneksi internet berjalan seperti biasa. Kondisi inilah yang membuat pengguna sering tidak sadar bahwa perangkatnya sudah memasuki akhir masa dukungan.
Padahal, bagi HP yang digunakan untuk mobile banking, email, password manager, hingga menyimpan data pribadi, pembaruan keamanan menjadi salah satu faktor penting yang tidak boleh diabaikan.
1. Security Patch Sudah Expired
Cara paling mudah untuk mengetahui kondisi keamanan HP adalah memeriksa tanggal security patch. Mengutip Engadget, buka Settings > About Phone atau Tentang Ponsel, kemudian cari informasi Android security update. Pada beberapa perangkat, informasi tersebut berada di bagian Software information.
Tanggal yang ditampilkan menunjukkan kapan perangkat terakhir mendapatkan perbaikan keamanan. Jika security patch sudah berusia lebih dari tiga sampai enam bulan, pengguna sebaiknya mulai mencari tahu apakah perangkat masih mendapatkan dukungan rutin.
Jeda tersebut tidak otomatis berarti HP sudah berhenti mendapat update, tetapi bisa menjadi tanda untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pengguna juga dapat membuka Settings > System > Software update untuk memastikan tidak ada pembaruan sistem yang tertunda.
2. Jadwal Update Tidak Jelas
Tanggal security patch terakhir hanya menunjukkan kondisi saat ini. Informasi tersebut belum menjawab pertanyaan yang lebih penting: sampai kapan HP akan mendapatkan pembaruan?
Untuk mengetahuinya, pengguna perlu mencari kebijakan dukungan berdasarkan merek dan model perangkat. Situs seperti endoflife.date dapat digunakan sebagai salah satu referensi untuk melihat siklus dukungan perangkat. Cari merek dan model HP, kemudian periksa kapan pembaruan keamanan dijadwalkan berakhir.
Masa dukungan setiap produsen berbeda. Bahkan dua HP yang dirilis pada periode berdekatan dapat memiliki masa dukungan yang tidak sama.
Sebagai gambaran, Galaxy S26 FE disebut akan mendapatkan pembaruan Android dan keamanan hingga September 2033. Sebaliknya, Google Pixel 6 Pro mencapai akhir dukungan pada Oktober 2026. Artinya, usia HP saja tidak cukup untuk menentukan apakah perangkat masih aman digunakan.
3. Android Tetap Berjalan, Tetapi Celah Baru Tidak Lagi Diperbaiki
Inilah bagian yang sering membuat pengguna keliru. HP yang sudah tidak mendapat security patch tetap dapat menjalankan Android seperti biasa. Aplikasi pun mungkin masih bisa digunakan tanpa masalah.
Namun, ketika ditemukan celah keamanan baru setelah masa dukungan berakhir, produsen tidak lagi berkewajiban menyediakan perbaikannya untuk perangkat tersebut. Pembaruan versi Android biasanya membawa fitur baru dan perubahan sistem. Sementara security patch berfungsi menutup kerentanan yang dapat dimanfaatkan pihak lain.
Karena itu, Android versi terbaru bukan satu-satunya ukuran keamanan sebuah HP. Tanggal security patch justru perlu diperhatikan secara rutin.
Google Play System Update Juga Perlu Diperiksa
Ada satu jenis pembaruan yang sering terlewat, yaitu Google Play system update. Pembaruan ini berbeda dari pembaruan Android secara keseluruhan dan dapat memperbaiki sejumlah komponen inti sistem.
Pengguna dapat memeriksa statusnya melalui menu pengaturan perangkat. Untuk aplikasi, buka Google Play Store, ketuk foto profil, pilih Manage apps & device, kemudian periksa pembaruan yang tersedia.
Aktifkan pembaruan aplikasi otomatis agar aplikasi tidak terlalu lama menggunakan versi yang memiliki celah keamanan.
Namun, Google Play system update bukan pengganti security patch dari produsen. Keduanya memiliki fungsi dan mekanisme pembaruan yang berbeda.
Namun perlu dicatat, tidak semua orang bisa langsung membeli HP baru ketika dukungan software berakhir.
Jika masih harus menggunakan perangkat tersebut, pengguna dapat mengurangi risiko dengan beberapa langkah sederhana.
Aktifkan pembaruan otomatis aplikasi, hindari memasang aplikasi dari sumber tidak terpercaya, dan gunakan autentikasi dua faktor untuk akun penting.
Lakukan pula pencadangan data secara rutin. Periksa aplikasi yang terpasang dan hapus yang sudah tidak digunakan. Izin aplikasi yang tidak diperlukan juga sebaiknya dicabut.
Untuk aktivitas sensitif, seperti mobile banking atau mengakses akun utama, pengguna perlu lebih berhati-hati ketika perangkat sudah melewati masa dukungan keamanan.
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah menganggap HP baru perlu diganti ketika sudah rusak atau performanya menurun drastis.
Untuk keamanan digital, patokannya berbeda. HP yang masih cepat, baterainya masih bagus, dan layarnya tidak bermasalah tetap perlu dipertimbangkan untuk diganti jika masa dukungan keamanannya telah berakhir.
Karena itu, sebelum membeli HP baru, jangan hanya melihat kamera, chipset, RAM, atau desain. Periksa juga berapa lama produsen menjanjikan pembaruan keamanan.
Masa dukungan yang panjang membuat perangkat bisa digunakan lebih lama sekaligus mengurangi risiko tertinggal dari perkembangan keamanan Android.
Pada akhirnya, tanda sebuah HP mulai 'tua' bukan hanya ketika perangkat terasa lambat. Ketika security patch berhenti datang, perlindungan perangkat juga perlahan tertinggal.