← Beranda
Jangan Bersihkan Layar HP Pakai 10 Benda Ini, Bikin Cepat Rusak
Rabbany Wanadriani• Sabtu, 10 Oktober 2026 | 01.30 WIB
ilustrasi orang yang membersihkan layar HP. (Freepik)

 

 

JawaPos.com – Mungkin kamu membersihkan layar HP beberapa kali sehari tanpa memikirkan apa yang dilakukan sudah benar atau belum.

Padahal, kebiasaan yang tampaknya tidak berbahaya ini dapat secara signifikan memperpendek umur layar ponsel.

Melansir goodhousekeeping, berikut 10 kesalahan yang harus dihindari saat membersihkan layar HP agar tetap bersih dan bebas goresan lebih lama.

1. Tisu beraroma

Tisu kertas biasa mungkin tampak seperti pilihan yang praktis ketika Anda tidak memiliki kain pembersih layar khusus.

Namun, tisu beraroma dapat mengandung lotion, pewangi, atau bahan lain yang meninggalkan lapisan tipis pada layar.

Selain itu, tisu tidak selembut yang terlihat. Sering menyeka dapat secara bertahap memengaruhi lapisan pelindung layar.

2. Tisu basah pembersih furnitur

Tisu pembersih furnitur dirancang untuk kayu, plastik, dan permukaan lainnya, bukan elektronik.

Produk tersebut mungkin mengandung silikon, bahan pemoles, atau zat lain yang dirancang untuk menambah kilau, bisa meninggalkan goresan dan lapisan pada layar HP.

3. Sabun cuci piring

Sabun cuci piring memang ampuh menghilangkan lemak dari piring, tetapi terlalu keras untuk HP.

Kandungan bahan-bahannya secara bertahap dapat merusak lapisan oleofobik layar, lapisan khusus yang bantu mencegah sidik jari menempel pada layar.

4. Sisi kasar spons dapur

Sekilas, mungkin tampak bahwa jika spons dapat membersihkan noda membandel di dapur, seharusnya spons juga bisa digunakan untuk membersihkan HP.

Namun kenyataannya, itu adalah salah satu pilihan terburuk.

Serat-serat kasar tersebut dapat meninggalkan goresan mikro pada kaca, yang terutama terlihat jelas di bawah pencahayaan terang.

5. Kain kasar kering

Handuk bekas, ujung kaos, atau kain kasar lainnya mungkin tampak tidak berbahaya, tetapi kenyataannya tidak selalu demikian.

Jika terdapat debu halus atau pasir pada layar, menyeka layar saat kering pada dasarnya dapat mengubah proses tersebut menjadi semacam pengamplasan.

6. Semprotan serbaguna

Pembersih "serbaguna" mungkin tampak seperti solusi yang praktis, tetapi HP bukanlah permukaan yang seharusnya dibersihkan dengan pembersih tersebut.

Semprotan universal mungkin mengandung amonia atau bahan kimia keras lainnya yang tidak ditujukan untuk layar, yang dapat merusak lapisan pelindung.

7. Parfum atau cologne

Sebagian orang menggunakan parfum sebagai cara cepat untuk menghilangkan noda pada layar. Namun, ini bisa menjadi percobaan yang berisiko.

Selain alkohol, parfum mengandung wewangian dan minyak yang dapat meninggalkan residu dan berpotensi merusak lapisan pelindung layar.

8. Handuk basah

Jika ponsel kotor saat Anda berada di luar, banyak orang membersihkannya dengan apa pun yang ada bahkan handuk basah.

Namun, handuk-handuk ini sering kali mengandung sisa sabun, krim, atau produk perawatan kulit. Alhasil dapat meninggalkan lapisan lengket pada layar.

9. Produk pembersih berbentuk bubuk

Pembersih berbentuk bubuk cocok digunakan di dapur atau kamar mandi, tetapi sama sekali tidak cocok untuk HP.

Bahkan partikel terkecil pun dapat bertindak sebagai bahan abrasif, menggores permukaan kaca.

10. Air keran biasa

Air mungkin tampak seperti pilihan teraman. Namun, air keran sering mengandung mineral dan garam yang dapat meninggalkan noda dan garis setelah mengering.

Jika Anda perlu membersihkan layar secara ringan, lebih baik oleskan sedikit air suling ke kain mikrofiber daripada menuangkan air langsung ke ponsel.

Jadi, apa yang harus digunakan untuk membersihkan HP?

Pilihan paling aman adalah kain mikrofiber lembut dan produk pembersih yang dirancang khusus untuk elektronik.

Sebelum membersihkan, sebaiknya matikan ponsel, hindari menekan layar terlalu keras, dan jangan pernah mengoleskan cairan langsung ke layar.

Ingat, hanya beberapa menit perawatan yang tepat dapat membantu menjaga tidak hanya tampilan HP yang bersih tetapi juga lapisan pelindungnya.

 

***

EDITOR: Novia Tri Astuti