← Beranda
Harga Komputer Makin Mahal, Pengiriman PC Dunia Anjlok 20 Persen
Rian Alfianto• Selasa, 13 Oktober 2026 | 18.10 WIB
Ilustrasi pasar PC. (TechNewsWorld)

 

JawaPos.com - Pengiriman komputer pribadi atau PC global anjlok 20,1 persen pada kuartal III 2026, mencapai 62,7 juta unit. Penurunan ini terjadi ketika produsen dan peritel masih berupaya menghabiskan stok yang menumpuk setelah mereka mempercepat pengadaan barang untuk mengantisipasi kenaikan harga.

Berdasarkan data terbaru International Data Corporation (IDC) menunjukkan, kinerja pasar PC pada periode Juli–September 2026 memburuk dibandingkan kuartal sebelumnya. Pada kuartal II 2026, pengiriman PC global hanya turun 3,8 persen secara tahunan.

Selain turun secara tahunan, pengiriman PC pada kuartal III 2026 juga menyusut 9,1 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Kondisi tersebut mengindikasikan tekanan yang semakin besar terhadap industri komputer, terutama ketika harga tinggi mulai membatasi permintaan konsumen.

Meski demikian, angka pengiriman tidak serta-merta mencerminkan jumlah komputer yang dibeli konsumen. Data IDC mengukur pengiriman perangkat ke saluran distribusi, bukan penjualan langsung kepada pengguna akhir.

 

Peritel Habiskan Stok, Pengadaan Komputer Melambat

Salah satu faktor yang menjelaskan penurunan tersebut adalah strategi peritel pada paruh pertama 2026. Mereka memperbesar persediaan komputer untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga pada periode berikutnya.

Akibatnya, sebagian kebutuhan pasar sudah dipenuhi melalui stok yang tersedia. Pada kuartal III, peritel lebih berfokus menjual persediaan lama daripada membeli perangkat baru dari produsen.

Situasi ini membuat pengiriman PC dari produsen ke distributor dan peritel melambat. Namun, penurunan pengiriman tidak otomatis berarti permintaan konsumen turun dalam proporsi yang sama karena barang yang sudah berada di gudang masih dapat dijual.

Meski begitu, tekanan terhadap permintaan tetap menjadi perhatian industri. Harga perangkat yang tinggi berpotensi membuat konsumen menunda pembelian atau mempertahankan komputer lama lebih lama sebelum melakukan upgrade.

Direktur Riset IDC untuk perangkat konsumen, Jitesh Ubrani, mengatakan bahwa pelaku distribusi kini khawatir membawa terlalu banyak persediaan ketika harga tinggi menekan permintaan pasar.

“Saluran distribusi kini khawatir membawa terlalu banyak persediaan ke pasar ketika harga tinggi menekan permintaan,” ujar Ubrani.

Kondisi tersebut membuka peluang munculnya sejumlah promosi untuk mendorong penjualan. Namun, IDC memperkirakan harga komputer secara keseluruhan masih akan bertahan tinggi.

“Dengan kondisi makroekonomi yang memburuk, ada risiko prospek untuk beberapa kuartal mendatang justru semakin memburuk sebelum akhirnya membaik,” tambah Ubrani.

 

Lenovo Masih Memimpin Pasar PC Global

Di tengah penurunan pengiriman komputer dunia, Lenovo mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar pada kuartal III 2026. Perusahaan asal Tiongkok itu mencatat pengiriman 14,9 juta unit dengan pangsa pasar 23,8 persen.

HP menempati posisi kedua dengan pengiriman 10,3 juta unit dan pangsa pasar 16,5 persen. Dell berada di urutan ketiga setelah mengirimkan 7,6 juta unit, setara dengan pangsa pasar 12,1 persen.

Sementara itu, Apple mencatat pengiriman 5,9 juta unit dengan pangsa pasar 9,5 persen. Asus melengkapi lima besar dengan pengiriman 5,5 juta unit dan pangsa pasar 8,7 persen.

Berikut posisi lima besar produsen PC global berdasarkan pengiriman pada kuartal III 2026:

 

- Lenovo: 14,9 juta unit, pangsa pasar 23,8 persen.

- HP: 10,3 juta unit, pangsa pasar 16,5 persen.

- Dell: 7,6 juta unit, pangsa pasar 12,1 persen.

- Apple: 5,9 juta unit, pangsa pasar 9,5 persen.

- Asus: 5,5 juta unit, pangsa pasar 8,7 persen.

 

HP Mengalami Penurunan Pengiriman Terbesar

Di antara lima produsen teratas, HP mencatat penurunan pengiriman paling besar pada kuartal III 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dell dan Lenovo menyusul dengan penurunan yang juga relatif besar.

Sebaliknya, Asus mengalami penurunan pengiriman paling kecil di antara lima perusahaan tersebut, disusul Apple. Perbedaan ini menunjukkan bahwa tekanan pasar tidak berdampak seragam terhadap seluruh produsen PC.

Meski demikian, data pengiriman saja belum cukup untuk menyimpulkan perusahaan mana yang paling kuat dalam mempertahankan penjualan kepada konsumen. Perubahan stok distributor, strategi pengadaan, harga produk, dan kebutuhan pasar turut memengaruhi angka pengiriman setiap produsen.

 

Kapan Harga PC Bisa Kembali Turun?

Bagi konsumen, pelemahan pasar komputer belum tentu langsung menghasilkan harga yang lebih murah. Peritel mungkin menawarkan diskon untuk mengurangi stok, tetapi langkah tersebut tidak menjamin penurunan harga secara luas.

IDC justru memperkirakan harga PC masih akan bertahan tinggi di tengah tekanan ekonomi dan melemahnya permintaan. 

Artinya, konsumen yang berencana membeli komputer perlu membandingkan harga antartoko dan memperhatikan promosi, tanpa berasumsi bahwa penurunan pengiriman otomatis membuat perangkat lebih terjangkau.

Perkembangan pasar dalam beberapa kuartal mendatang juga akan menjadi penentu penting. Jika permintaan belum pulih dan stok masih menumpuk, produsen maupun peritel bisa menghadapi tekanan untuk menyesuaikan strategi penjualan. 

Sebaliknya, apabila biaya perangkat tetap tinggi, ruang untuk menurunkan harga secara signifikan dapat menjadi terbatas.

Dengan demikian, penurunan pengiriman PC global pada kuartal III 2026 tidak hanya mencerminkan perlambatan aktivitas industri, tetapi juga memperlihatkan tantangan dalam menyeimbangkan persediaan, harga, dan daya beli konsumen.

EDITOR: Estu Suryowati