← Beranda
BWS Jajaki Pemanfaatan AI, dari Analisis Nasabah hingga Risiko Kredit
Taufiq Ardyansyah• Rabu, 14 Oktober 2026 | 23.13 WIB
Penjajakan kerja sama ini mencakup analisis nasabah, penilaian kredit, pengelolaan risiko, hingga pengembangan kompetensi sumber daya manusia. Implementasi teknologi masih menunggu hasil evaluasi kedua perusahaan. (Dok. BWS)

JawaPos.com - Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (BWS) menjajaki kerja sama dengan Teradata Indonesia untuk mengoptimalkan pemanfaatan analitik data dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam bisnis perbankan. Penjajakan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) di The Langham Jakarta, Selasa (13/10).

Kerja sama ini menjadi langkah awal kedua perusahaan untuk mengidentifikasi solusi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis BWS. Fokusnya mencakup pengembangan bisnis, efisiensi operasional, pengelolaan risiko, hingga peningkatan kualitas pengambilan keputusan.

Direktur Korporat Bank Woori Saudara Dandy Indrawarhana Pandi mengatakan, penjajakan tersebut merupakan bagian dari upaya perseroan mengevaluasi pemanfaatan teknologi untuk mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

“Tujuan utama kolaborasi ini adalah menjajaki pemanfaatan analitik data untuk mendukung pengembangan bisnis Bank Woori Saudara. Bersama Teradata, kami akan mengidentifikasi kebutuhan dan menentukan prioritas penggunaan teknologi yang relevan bagi bank, termasuk analisis nasabah, manajemen risiko, penilaian kredit, dan efisiensi operasional,” ujar Dandy.

Melalui analitik data, BWS berharap dapat memahami karakteristik dan kebutuhan nasabah secara lebih mendalam. Informasi tersebut berpotensi menjadi landasan untuk mengembangkan produk dan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar.

Pemanfaatan teknologi juga diarahkan untuk mendukung pengelolaan risiko dan meningkatkan produktivitas operasional. Namun, penerapannya tetap akan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan kebutuhan bisnis perbankan.

Selain mengevaluasi peluang pemanfaatan teknologi, kedua perusahaan berencana menjajaki pertukaran pengetahuan serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia.

Dandy menjelaskan, MoU tersebut menjadi kerangka awal untuk mengidentifikasi peluang kerja sama sekaligus menyusun arah pengembangan teknologi berdasarkan prioritas perusahaan.

“MoU ini menjadi kerangka awal untuk mengevaluasi peluang tersebut secara terarah. Selain menjajaki roadmap, ruang lingkupnya mencakup berbagi pengetahuan dan pengembangan kemampuan personel bank,” katanya.

Pengembangan kompetensi dinilai penting agar pemanfaatan teknologi berjalan selaras dengan kebutuhan operasional dan strategi jangka panjang BWS. Keputusan mengenai implementasi lebih lanjut akan ditentukan berdasarkan hasil evaluasi kedua perusahaan.

Sementara itu, Chief Revenue Officer Teradata Richard Pettley menilai, pendekatan perusahaan dalam mengadopsi AI mulai bergeser dari eksperimen menuju penerapan yang memberikan manfaat bisnis terukur.

“Sekitar dua tahun lalu, sebagian besar diskusi saya dengan perusahaan besar masih berfokus pada eksperimen, seperti proof of concept, proyek di lingkungan uji coba, dan pengujian berskala kecil. Kini, pertanyaannya telah berubah. Para pemimpin perusahaan ingin mengetahui di mana AI dapat menghasilkan dampak yang terukur dan seberapa cepat manfaat tersebut dapat diperluas,” kata Richard.

Menurut dia, perubahan tersebut menuntut perusahaan memiliki fondasi data yang kuat sebelum memperluas penggunaan AI.

Kesiapan teknologi perlu didukung perhatian terhadap kedaulatan data, tata kelola, dan fleksibilitas infrastruktur.

Aspek tersebut menjadi perhatian penting di sektor perbankan yang harus menjaga keamanan dan pengelolaan data sekaligus memastikan teknologi mendukung proses bisnis secara optimal.

Karena itu, integrasi data dan AI perlu diimbangi tata kelola yang memadai.

Teradata menawarkan Teradata Autonomous Knowledge Platform untuk mendukung kebutuhan tersebut.

Platform ini memiliki sejumlah kapabilitas, antara lain pengelolaan konteks bisnis untuk AI, pengembangan aplikasi berbasis AI, pencarian berbantuan AI, tata kelola model, serta akses data di lingkungan komputasi awan (cloud) dan infrastruktur lokal (on-premises).

Richard mengatakan, platform tersebut dirancang untuk membantu perusahaan memanfaatkan data dan pengetahuan bisnis yang telah terakumulasi selama bertahun-tahun.

Pendekatan ini memungkinkan perusahaan mengoptimalkan aset data yang dimiliki tanpa harus membangun seluruh fondasi teknologi dari awal.

“Peran kami adalah menjadi fondasi perusahaan yang memungkinkan investasi AI benar-benar memberikan hasil, bukan hanya dalam demonstrasi, tetapi juga dalam skala besar, dengan tata kelola yang kuat dan penerapan dalam operasional sehari-hari,” jelasnya.

Bagi BWS, penjajakan dengan Teradata menjadi kesempatan untuk mengevaluasi teknologi yang berpotensi mendukung kebutuhan bisnis perbankan di tengah perkembangan industri yang semakin dinamis.

Meski demikian, arah pengembangan dan penerapan teknologi masih bergantung pada hasil evaluasi kedua perusahaan. Pendekatan bertahap ini diharapkan memastikan setiap inisiatif mempertimbangkan efektivitas operasional, pengelolaan risiko, tata kelola data, serta kesiapan sumber daya manusia.

EDITOR: Hendra