← Beranda
Geopark Ijen Dipilih Kemenpar Jadi Pembuka Geopark Run Series 2026/2027, Banyuwangi Siap Unjuk Kekuatan Sport Tourism
ARM• Selasa, 16 Juni 2026 | 19.53 WIB
Kemenpar menunjuk Banyuwangi sebagai seri pembuka Geopark Run Series 2026 melalui Ijen Geopark Run untuk memperkuat sport tourism. (Foto: Kementerian Pariwisata)

JawaPos.com — Kementerian Pariwisata menunjuk Kawasan Geopark Ijen Banyuwangi sebagai titik awal Geopark Run Series 2026/2027 yang akan digelar pada 23 Agustus 2026.

Penunjukan tersebut diumumkan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana di Jakarta dan menjadi pengakuan atas potensi sport tourism Banyuwangi sekaligus peluang mendongkrak promosi wisata serta ekonomi daerah.

Mengapa Geopark Ijen Dipilih Menjadi Seri Pembuka?
Kawasan Geopark Ijen Banyuwangi dipercaya menjadi lokasi pembuka Geopark Run Series 2026/2027 yang digagas Kementerian Pariwisata.

Penunjukan ini mempertegas posisi Banyuwangi sebagai salah satu destinasi unggulan nasional dalam pengembangan wisata berbasis olahraga atau sport tourism.

Peluncuran Geopark Run Series dilakukan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana di Jakarta pada Jumat (22/5/2026).

Baca Juga: Banyak Program Inovatif, Bupati Ipuk Raih Dua Penghargaan Pendidikan dari Mendikdasmen

Acara tersebut turut dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang menyambut positif kepercayaan dari pemerintah pusat tersebut.

Selain Banyuwangi, rangkaian Geopark Run Series juga akan diselenggarakan di kawasan geopark lain yang memiliki daya tarik alam dan geologi khas.

Tiga daerah lain yang masuk dalam kalender penyelenggaraan adalah Minang Geopark, Ciletuh Geopark, dan Belitong Geopark.

Keputusan menjadikan Geopark Ijen sebagai titik awal menunjukkan tingginya daya tarik kawasan tersebut di mata pemerintah.

Selama ini, Ijen dikenal memiliki lanskap alam unik yang menjadi magnet wisatawan domestik maupun mancanegara.

Kapan Ijen Geopark Run 2026 Digelar?
Ijen Geopark Run dijadwalkan berlangsung pada 23 Agustus 2026.

Event ini diperkirakan akan menarik peserta dari berbagai daerah sekaligus menghadirkan wisatawan yang ingin menikmati keindahan kawasan Geopark Ijen.

Pendaftaran peserta telah dibuka sejak 22 Mei 2026 dan akan berlangsung hingga 19 Juli 2026.

Rentang waktu hampir dua bulan tersebut memberi kesempatan luas bagi masyarakat untuk mempersiapkan diri mengikuti ajang lari yang menjadi bagian dari promosi geopark nasional.

Panitia juga telah menetapkan jadwal pengambilan race pack pada 21–22 Agustus 2026.

Dengan persiapan yang matang, penyelenggaraan event diharapkan mampu memberikan pengalaman terbaik bagi peserta sekaligus memperkenalkan potensi wisata Banyuwangi.

Ajang lari berbasis destinasi wisata seperti ini menjadi tren yang terus berkembang.

Banyak daerah memanfaatkan event olahraga untuk meningkatkan kunjungan wisata sekaligus memperpanjang lama tinggal wisatawan.

Bagaimana Dampaknya bagi Pariwisata Banyuwangi?
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menilai penunjukan Geopark Ijen sebagai seri pembuka merupakan peluang besar bagi daerah.

Momentum tersebut dinilai dapat memperluas promosi Banyuwangi kepada masyarakat nasional maupun internasional.

Menurut Ipuk, event olahraga tidak hanya menghadirkan kompetisi lari semata. Kegiatan seperti Geopark Run juga menjadi sarana memperkenalkan keindahan alam, budaya, dan berbagai destinasi unggulan yang dimiliki Banyuwangi.

“Terima kasih atas kepercayaan Menpar. Tentu ajang ini menjadi kesempatan bagi Banyuwangi untuk semakin memperkenalkan potensi sport tourism dan kekayaan alam daerah kepada khalayak luas,” ujar Ipuk.

Pernyataan tersebut menunjukkan optimisme pemerintah daerah terhadap dampak positif yang akan dihasilkan.

Kehadiran ribuan peserta dan pendamping berpotensi menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku usaha mikro di sekitar lokasi kegiatan.

Mengapa Sport Tourism Semakin Penting bagi Banyuwangi?
Sport tourism menjadi salah satu sektor yang terus dikembangkan Banyuwangi dalam beberapa tahun terakhir.

Berbagai event olahraga berskala nasional maupun internasional rutin digelar untuk menarik wisatawan sekaligus memperkuat citra daerah sebagai destinasi aktif dan berdaya saing.

Dengan masuknya Geopark Ijen dalam Geopark Run Series 2026/2027, Banyuwangi memperoleh panggung promosi yang lebih luas.

Keindahan kawasan geopark yang berpadu dengan aktivitas olahraga diyakini mampu memberikan pengalaman berbeda bagi peserta.

Kepercayaan dari Kementerian Pariwisata juga menjadi indikator Banyuwangi dinilai siap menjadi tuan rumah event berkualitas.

Dukungan infrastruktur, pengalaman penyelenggaraan berbagai ajang besar, serta kekayaan alam yang dimiliki menjadi modal penting untuk menyukseskan kegiatan tersebut.

Jika penyelenggaraan berjalan sukses, Geopark Run berpotensi menjadi agenda tahunan yang semakin memperkuat posisi Banyuwangi sebagai salah satu pusat sport tourism di Indonesia.

Dampaknya tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat setempat.

EDITOR: Mohamad Nur Asikin