← Beranda
10 Tempat Bersejarah di Surabaya, Cocok untuk Wisata Liburan Sekolah!
Mohammad Maulana Iqbal• Selasa, 23 Juni 2026 | 16.31 WIB
Tempat bersejarah di Surabaya jadi destinasi wisata Kota Pahlawan favorit saat liburan sekolah../Magnific/ jcomp

JawaPos.com – Surabaya dikenal sebagai Kota Pahlawan karena perannya yang besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Berbagai tempat bersejarah di Surabaya masih berdiri kokoh dan menyimpan jejak perjuangan masa lalu.

Destinasi-destinasi ini cocok dijadikan pilihan wisata edukatif saat momen liburan sekolah tiba.

Dilansir dari laman Traveloka dan kemenpar.go.id pada Selasa (23/5), berikut sepuluh daftar lengkap tempat bersejarah di Surabaya yang menggambarkan kisah perjuangan Kota Pahlawan..

Baca Juga: Simak Jadwal Waktu Shalat untuk Wilayah Surabaya Hari Ini Selasa, 23 Juni 2026

1. Tugu Pahlawan dan Museum 10 November

Tugu Pahlawan merupakan monumen setinggi 41,15 meter yang dibangun untuk mengenang Pertempuran 10 November 1945.

Bangunan ini memiliki 10 lengkungan dan 11 ruas tiang yang melambangkan tanggal peristiwa bersejarah tersebut.

Di kawasan yang sama, terdapat Museum 10 November berbentuk piramida berisi diorama, koleksi senjata, dan rekaman pidato Bung Tomo.

2. Jembatan Merah

Jembatan Merah menjadi saksi pertempuran sengit antara arek-arek Surabaya melawan tentara Sekutu pada November 1945.

Insiden baku tembak di jembatan ini bahkan menyebabkan tewasnya pemimpin pasukan Sekutu, Brigadir Jenderal Mallaby.

Kini jembatan yang menghubungkan Surabaya bagian timur dan barat ini tetap berdiri sebagai landmark bersejarah kota.

3. Hotel Majapahit

Hotel Majapahit dahulu bernama Hotel Yamato dan menjadi lokasi peristiwa perobekan bendera Belanda pada 19 September 1945.

Aksi perobekan warna biru pada bendera tersebut menjadi simbol perlawanan rakyat Surabaya terhadap penjajah.

Hotel ini telah berganti nama beberapa kali sejak didirikan tahun 1910 dan kini ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional.

4. Monumen Kapal Selam (Monkasel)

Monumen Kapal Selam atau Monkasel merupakan kapal selam KRI Pasopati 410 yang pernah digunakan dalam Operasi Trikora.

Kapal selam ini kini difungsikan sebagai museum yang dapat dimasuki langsung oleh pengunjung.

Di dalamnya, pengunjung bisa melihat ruangan asli yang dulu digunakan para awak kapal selama bertugas.

5. Gedung Siola

Gedung Siola awalnya merupakan perusahaan tekstil milik investor Inggris yang dibangun pada tahun 1877.

Bangunan ini pernah diambil alih Jepang dengan nama Toko Chiyoda sebelum menjadi markas pejuang pada 10 November 1945.

Sejak tahun 2015, gedung yang berlokasi di Jalan Tunjungan ini resmi ditetapkan sebagai Museum Surabaya.

6. Gedung Internatio

Gedung Internatio dahulu merupakan kantor perdagangan Belanda bernama Internationale Crediet-en Handels-Vereeniging pada masa kolonial.

Bangunan ini sempat dijadikan markas tentara Sekutu saat baru tiba di Surabaya.

Lokasi ini juga menjadi titik baku tembak pada 30 Oktober 1945 yang memicu peristiwa besar 10 November.

7. Penjara Kalisosok

Penjara Kalisosok dibangun pada era Gubernur Jenderal Herman Williams Daendels untuk menahan tawanan kolonial Belanda.

Bangunan ini dulu digunakan untuk memenjarakan penduduk asli yang dianggap membangkang terhadap pemerintah Hindia Belanda.

Meski sudah tidak berfungsi, penjara ini tetap menyimpan banyak kisah perjuangan para tokoh bangsa.

8. House of Sampoerna

House of Sampoerna merupakan museum yang sekaligus menjadi pabrik rokok pertama Sampoerna sejak tahun 1932.

Pengunjung dapat melihat langsung proses pembuatan rokok secara tradisional di tempat ini.

Bangunan bergaya kolonial yang masih terawat baik ini juga menyimpan koleksi seni dan sejarah keluarga Sampoerna.

9. Gedung Cerutu

Gedung Cerutu memiliki arsitektur khas kolonial Belanda dengan menara berbentuk menyerupai cerutu.

Nama bangunan ini diambil langsung dari bentuk menaranya yang unik tersebut.

Kini gedung ini menjadi salah satu ikon kota yang menarik bagi pencinta arsitektur klasik.

10. Kampung Peneleh

Kampung Peneleh dikenal sebagai salah satu permukiman tertua yang masih ada di Surabaya.

Beberapa rumah bersejarah di kawasan ini bahkan masih berasal dari era kolonial Belanda.

Suasana tempo dulu masih sangat terasa kuat di sepanjang lorong-lorong kampung tersebut.

EDITOR: Hanny Suwindari