← Beranda
Halloween di Singapura, Mau Uji Nyali atau Liburan Santai? Ini Pilihannya
Rian Alfianto• Senin, 28 September 2026 | 22.45 WIB
Ilustrasi liburan perayaan Halloween di Singapura. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Bayangkan lampu taman hiburan mulai redup ketika malam tiba. Musik berubah menjadi lebih gelap, lorong-lorong dipenuhi karakter menyeramkan, sementara rumah hantu menunggu pengunjung yang berani masuk.

Suasana seperti itu bisa menjadi bagian dari liburan ke Singapura pada musim Halloween 2026. Tetapi jangan salah, perjalanan tidak harus berakhir dengan teriakan dan uji nyali.

Wisatawan bisa memilih pengalaman sesuai gaya liburan. Mau menguji keberanian bersama teman? Ada Universal Studios Singapore Halloween Horror Nights 14. 

Datang bersama keluarga? Ada pula berbagai atraksi Halloween yang bisa dinikmati pada siang hari tanpa harus masuk ke rumah hantu.

Rangkaian acara tersebut berlangsung mulai akhir September hingga awal November 2026, sehingga bisa menjadi pilihan agenda bagi wisatawan Indonesia yang sedang mencari suasana berbeda saat berlibur ke Singapura.

Malam Hari Berubah Menjadi Arena Uji Nyali

Universal Studios Singapore Halloween Horror Nights 14 menjadi salah satu agenda utama bagi wisatawan yang ingin merasakan Halloween dengan suasana lebih ekstrem.

Acara tahun ke-14 ini berlangsung selama 18 malam, mulai 25 September hingga 1 November 2026.

Begitu malam tiba, Universal Studios Singapore tidak lagi sekadar menjadi taman hiburan. Area tersebut dipenuhi empat rumah hantu, dua zona imersif dan tiga pertunjukan langsung.

Cerita yang digunakan juga cukup beragam. Selain mengambil inspirasi dari legenda urban dan cerita rakyat Asia, beberapa pengalaman memanfaatkan kisah yang dikembangkan dari ikon Singapura.

Empat rumah hantu tahun ini terdiri dari Singapore’s Most Haunted: On Air, Karang Guni: The Cursed Collection, Made in Hell: XL Robotics dan Chatterbox Charlie’s Vaudeville Horrors.

Buat yang tidak cukup hanya masuk rumah hantu, masih ada dua zona yang bisa dijelajahi.

The Raveyard membawa pengunjung ke area pemakaman bernuansa neon, tempat para hantu kembali berpesta. Sedangkan Necropolis: The Serpent’s Crossroads membawa suasana ke dunia yang terinspirasi Mesir Kuno.

Pengalaman malam juga dilengkapi pertunjukan Scaremony, Club PanDEMONium dan Nail the Beat.
Di pertunjukan terakhir, pengunjung akan bertemu Ponti-Ana, karakter baru yang mengambil inspirasi dari sosok Pontianak. 

Karakter tersebut tampil bersama Fatimah Rockers dan HamiKuma, ikon Halloween Horror Nights dari Universal Studios Japan.

Tidak Berani Masuk Rumah Hantu? Masih Banyak Pilihan

Tidak semua orang datang ke Singapura untuk berteriak di lorong gelap. Kalau membawa anak-anak atau sekadar ingin menikmati suasana Halloween tanpa terlalu banyak adegan menyeramkan, siang hari bisa digunakan untuk menjelajahi agenda yang lebih ramah keluarga.

Salah satunya Trick or Thrills di Universal Studios Singapore yang berlangsung hingga 1 November.

Ada pula Belloween Ball yang menghadirkan karakter Minion dan memperkenalkan Bride of Monster Bob. Pengalaman ini bisa menjadi pilihan bagi keluarga yang ingin mendapatkan nuansa Halloween tanpa menjadikan rumah hantu sebagai agenda utama.

Pilihan lainnya adalah Into the Glowcean di Singapore Oceanarium.

Alih-alih suasana menyeramkan, pengalaman ini menggabungkan kehidupan laut dengan cahaya dan seni. Area oceanarium dikemas menjadi pengalaman visual yang berbeda sehingga bisa ditempatkan sebagai agenda siang sebelum beralih ke aktivitas malam.

Keluarga yang ingin bermain air juga bisa memilih Adventure Cove Waterpark dengan pengalaman Legend Keepers: The Ocean Spirit Awakens dan Pool Party Panic yang disediakan oleh Resorts World Sentosa. 

Agenda Lain di Luar Halloween

Kalau perjalanan tidak ingin sepenuhnya berpusat pada Halloween, rangkaian Festival of Thrills juga menghadirkan pengalaman lain.

Salah satunya aktivitas bertema motorsport di WEAVE yang berlangsung pada 13 September hingga 12 Oktober 2026.
Kehadiran berbagai agenda tersebut membuat wisatawan punya ruang untuk menyusun perjalanan sesuai minat. 

Halloween Horror Nights bisa menjadi agenda utama, sementara aktivitas lain mengisi waktu sebelum atau sesudahnya.

Ms Lena Lee, Executive Vice President, Attractions and Destination Experience, RWS, mengatakan wisatawan Indonesia merupakan salah satu pasar wisatawan internasional utama.

“Indonesia merupakan salah satu pasar wisatawan internasional utama Resorts World Sentosa. Kami terus melihat minat yang tinggi terhadap liburan singkat dan praktis yang menawarkan berbagai pengalaman dalam satu destinasi,” kata Lena.

Menurut dia, Festival of Thrills tahun ini menghadirkan pengalaman mulai dari Halloween Horror Nights hingga atraksi keluarga, kuliner, hiburan dan pengalaman gaya hidup.

Bagi wisatawan Indonesia, rangkaian tersebut bisa menjadi alternatif untuk membuat liburan Singapura terasa sedikit berbeda.

EDITOR: Estu Suryowati