← Beranda
Lawan Overtourism, Kyoto Akan Bedakan Tarif Bus Wisatawan dan Warga Mulai 2027
Dhimas Ginanjar• Jumat, 2 Oktober 2026 | 16.35 WIB
Bus di Kyoto yang menjadi andalan wisatawan dan warga lokal untuk bepergian. (Japan Travel)

JawaPos.com - Kyoto berencana menerapkan tarif bus berbeda antara wisatawan dan warga lokal mulai tahun fiskal 2027. Dalam skema tersebut, penumpang dari luar kota akan dikenakan tarif JPY360, sedangkan warga Kyoto cukup membayar JPY200.

Dilansir dari Kyodo, Jumat (2/10), pemerintah Kota Kyoto menyebut kebijakan tersebut menjadi bagian dari rencana penerapan sistem tarif dua tingkat untuk mengatasi masalah overtourism. Sistem serupa juga direncanakan untuk tiket masuk Kastil Nijo.

Tarif bus untuk warga Kyoto akan turun dari harga saat ini sebesar JPY230 menjadi JPY200. Sementara itu, tarif bagi pengunjung dari luar kota ditetapkan JPY360.

Pemerintah kota berharap tarif yang lebih murah dapat membantu warga menggunakan transportasi umum untuk kebutuhan sehari-hari. Sebelumnya, sejumlah warga mengeluhkan bus yang semakin padat akibat tingginya jumlah wisatawan.

Jika diterapkan, Kyoto akan menjadi kota pertama di Jepang yang memberlakukan sistem tarif berbeda untuk transportasi umum sebagai langkah mengatasi overtourism, menurut pemerintah kota.

Selain tarif bus, Kyoto juga berencana menerapkan tarif berbeda untuk wisatawan dan warga lokal di Kastil Nijo, situs Warisan Dunia UNESCO.

Pengunjung dari luar kota akan dikenakan tiket JPY2.000 untuk memasuki area kastil dan Istana Ninomaru. Sementara itu, warga Kyoto akan membayar JPY1.000, lebih rendah dibandingkan tarif tunggal saat ini sebesar JPY1.300.

Pemerintah kota berharap tambahan pendapatan dari tiket wisatawan dapat digunakan untuk konservasi dan renovasi Kastil Nijo. Pada tahun fiskal 2025 yang berakhir Maret lalu, sekitar 2,07 juta orang mengunjungi kastil tersebut.

Data rinci mengenai domisili pengunjung belum tersedia. Namun, survei terbatas yang dilakukan pada musim gugur tahun lalu menunjukkan warga Kyoto hanya menyumbang sekitar 2 persen dari total pengunjung.

Kebijakan tarif ganda tersebut mengikuti langkah sejumlah destinasi wisata Jepang lainnya. Kastil Himeji di Prefektur Hyogo, yang juga berstatus Warisan Dunia, mulai menerapkan sistem serupa pada Maret tahun ini dengan tarif dewasa JPY2.500 bagi nonpenduduk dan JPY1.000 bagi warga Himeji berusia 18 tahun ke atas.

EDITOR: Dhimas Ginanjar