← Beranda
Menikmati Ubud dari Sisi Alam, Seni, hingga Tradisi Bali
Dinarsa Kurniawan• Jumat, 2 Oktober 2026 | 18.17 WIB
Monkey Forest jadi salah satu destinasi wisata andalan di Ubud. (Istimewa)

 

 

JawaPos.com - Ubud menjadi salah satu kawasan di Bali yang menawarkan pengalaman wisata dengan perpaduan alam, seni, dan tradisi.

Wisatawan dapat menghabiskan waktu dengan berjalan di kawasan hijau, mengunjungi situs bersejarah, hingga melihat langsung aktivitas seni dan kerajinan masyarakat setempat.

Salah satu pilihan untuk menikmati suasana Ubud adalah Campuhan Ridge Walk. Jalur ini kerap menjadi pilihan untuk berjalan santai pada pagi hari sembari melihat lanskap hijau di sekitar kawasan.

“Ubud memiliki karakter yang kuat dari sisi budaya dan alam,” kata CEO Jeevawasa Adiguna Kusuma.

Perjalanan kemudian dapat dilanjutkan ke Ubud Palace dan Saraswati Temple. Kedua lokasi tersebut menjadi bagian dari tujuan wisata yang menawarkan gambaran mengenai sejarah dan tradisi Bali.

Wisatawan juga dapat mengunjungi Ubud Art Market untuk melihat berbagai karya seni dan kerajinan lokal. Sementara itu, Sacred Monkey Forest Sanctuary menawarkan pengalaman berbeda melalui kawasan hutan yang juga berkaitan dengan kehidupan spiritual masyarakat setempat.

“Pengalaman di Ubud bisa menjadi cara untuk lebih dekat dengan kehidupan lokal,” ujar Adiguna.

Pilihan akomodasi di kawasan tersebut turut berkembang dengan hadirnya Emana Wedari. Destinasi vila privat itu memiliki 20 unit vila dengan kolam renang pribadi, terdiri dari 11 Premier Jungle Pool Villa dan sembilan Jungle Pool Villa.

Premier Jungle Pool Villa memiliki luas 100 meter persegi, sedangkan Jungle Pool Villa berukuran 90 meter persegi. Keduanya dirancang dengan perpaduan elemen kontemporer dan kerajinan khas Bali.

“Desainnya kami buat menyatu dengan karakter lingkungan sekitar,” tutur Adiguna.

Selain tempat beristirahat, penginapan tersebut menyediakan konsep bersantap Green Gourmet yang menggunakan bahan-bahan lokal Indonesia. Menu yang ditawarkan mengangkat cita rasa Nusantara dengan pilihan hidangan yang lebih seimbang.

Pada periode pembukaan, terdapat penawaran yang mencakup sarapan sepanjang hari, sajian teh sore dengan jajanan tradisional Bali, serta minibar non-alkohol yang diisi kembali setiap hari. 

Menurut Adiguna, keberadaan akomodasi tersebut diarahkan untuk melengkapi pengalaman wisatawan selama berada di Ubud.

“Kami ingin memberikan pengalaman yang memungkinkan para tamu terhubung dengan budaya dan kehidupan lokal,” katanya.

Dengan pilihan destinasi yang beragam, perjalanan di Ubud dapat disusun mulai dari menikmati lanskap alam pada pagi hari, melihat aktivitas seni dan kerajinan, hingga mengenal situs yang berkaitan dengan sejarah dan tradisi Bali.

Setelah itu, wisatawan dapat kembali beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan