JawaPos.com - Kawah Ijen di Banyuwangi menjadi salah satu destinasi wisata alam yang menawarkan pengalaman berbeda karena pendakian menuju kawasan kawah dapat dilakukan pada malam hari untuk menyaksikan fenomena blue fire atau api biru.
Sebelum menikmati pemandangan tersebut, wisatawan perlu menuju Pos Paltuding, pintu gerbang utama pendakian Kawah Ijen yang berada di kawasan perbatasan Banyuwangi dan Bondowoso.
Blue fire menjadi salah satu daya tarik utama Kawah Ijen. Fenomena ini muncul dari pembakaran gas belerang yang melalui celah-celah di sekitar kawah. Ketika gas tersebut bertemu oksigen dan terbakar pada suhu tinggi, api tampak berwarna biru, terutama ketika kondisi sekitar masih gelap.
Baca Juga: CEO Nokia Sebut Pembangunan Pusat Data AI Bisa Dua Kali Lebih Cepat jika Pasokan Tak Tersendat
Karena fenomena tersebut hanya dapat terlihat jelas pada malam hingga dini hari, perjalanan ke Kawah Ijen membutuhkan persiapan berbeda dibandingkan wisata alam pada umumnya.
Wisatawan biasanya mulai bergerak menuju kawasan Paltuding sejak malam agar memiliki waktu untuk berjalan kaki menuju area kawah.
Selain blue fire, perjalanan menuju Kawah Ijen juga menawarkan pengalaman menikmati lanskap pegunungan, hutan, serta kawasan perkebunan yang mengelilingi jalur menuju Paltuding.
Cara Menuju Kawah Ijen dari Berbagai Kota
Baca Juga: Jika Wapres Gibran Mau Bertarung dalam Pemilu 2029, Harus Kejar Paket C
Akses menuju Kawah Ijen cukup beragam. Pilihan transportasi bisa disesuaikan dengan kota keberangkatan, waktu perjalanan, jumlah orang dalam rombongan, serta anggaran.
1. Dari Surabaya
Wisatawan dari Surabaya memiliki beberapa pilihan perjalanan menuju Banyuwangi sebelum melanjutkan perjalanan ke Paltuding.
Salah satu pilihan paling praktis adalah menggunakan kereta api dari Stasiun Gubeng atau Stasiun Pasar Turi menuju Banyuwangi. Perjalanan kereta dapat memakan waktu sekitar 6–7 jam, tergantung layanan yang digunakan.
Setelah tiba di Banyuwangi, perjalanan perlu dilanjutkan menggunakan kendaraan darat menuju Paltuding.
Pilihan lain adalah bus atau travel dari Terminal Purabaya (Bungurasih) menuju Banyuwangi. Dari Terminal Karangente, perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan kendaraan lokal.
Baca Juga: Prediksi Skor Inggris vs Ceko: Harry Kane dkk Berpeluang Menang Telak di Wembley
Bagi wisatawan yang tidak ingin mengatur transportasi secara terpisah, paket open trip dari Surabaya juga dapat menjadi alternatif. Sejumlah operator menyediakan perjalanan gabungan menuju Banyuwangi dengan keberangkatan pada sore atau malam hari.
Dengan pilihan tersebut, wisatawan dari Surabaya dapat menyesuaikan perjalanan berdasarkan prioritas, apakah ingin lebih fleksibel, hemat, atau praktis tanpa harus mengatur seluruh rute sendiri.
2. Dari Malang
Perjalanan dari Malang menuju Kawah Ijen juga bisa dilakukan menggunakan kereta api. Salah satu pilihan yang kerap digunakan wisatawan adalah kereta menuju Banyuwangi, dengan waktu tempuh sekitar 7–8 jam tergantung perjalanan dan jadwal kereta.
Setelah tiba di Banyuwangi, wisatawan masih harus menempuh perjalanan darat menuju Paltuding. Karena jaraknya cukup jauh, menyewa kendaraan atau menggunakan layanan antar-jemput bisa menjadi pilihan yang lebih nyaman, terutama bagi wisatawan yang bepergian bersama keluarga atau rombongan.
Baca Juga: Resep Kentang Panggang Bolognese, Gurih dengan Topping Daging dan Keju Mozzarella
Alternatif lainnya adalah menyewa mobil atau menggunakan jasa travel Malang-Banyuwangi. Perjalanan darat dapat berlangsung sekitar 7–9 jam, tergantung kondisi lalu lintas dan rute yang digunakan.
Jika target utama perjalanan adalah melihat blue fire, wisatawan sebaiknya memperhitungkan waktu perjalanan sejak awal. Jangan sampai waktu tempuh dari Malang membuat perjalanan tiba terlalu larut dan mengurangi kesempatan menikmati fenomena tersebut.
3. Dari Jember
Jember menjadi salah satu titik keberangkatan yang relatif dekat dengan Banyuwangi dibandingkan Surabaya atau Malang.
Wisatawan dapat menggunakan kereta dari Stasiun Jember menuju Banyuwangi. Perjalanan umumnya membutuhkan waktu sekitar 2–3 jam, tergantung kereta dan stasiun tujuan.
Setelah tiba di Banyuwangi, perjalanan dilanjutkan menuju Paltuding menggunakan kendaraan sewaan, ojek, atau kendaraan wisata.
Pilihan lain adalah menggunakan bus dari Jember menuju Banyuwangi. Wisatawan dapat turun di kawasan terminal atau titik pemberhentian yang sesuai, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Paltuding.
Bagi wisatawan yang mengejar waktu pendakian malam, pengaturan transportasi lanjutan menjadi bagian penting. Sebab, perjalanan menuju Paltuding tidak berhenti begitu saja setelah tiba di Banyuwangi.
Baca Juga: Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres
4. Dari Banyuwangi Kota atau Rogojampi
Bagi wisatawan yang sudah berada di Banyuwangi, perjalanan menuju Kawah Ijen tentu menjadi lebih sederhana. Salah satu pilihan adalah menggunakan transportasi umum atau layanan perjalanan yang tersedia menuju kawasan Ijen.
Wisatawan juga dapat menyewa sepeda motor jika ingin lebih fleksibel. Kisaran biaya sewa motor berada di sekitar Rp 80.000–Rp 150.000 per hari, meski tarif dapat berubah berdasarkan penyedia dan musim kunjungan.
Untuk perjalanan bersama rombongan, sewa mobil atau Jeep wisata bisa menjadi pilihan. Biayanya lebih tinggi, tetapi perjalanan menjadi lebih praktis karena wisatawan tidak perlu mengatur beberapa moda transportasi secara terpisah.
Pilihan kendaraan juga perlu dipertimbangkan karena jalur menuju Paltuding merupakan kawasan pegunungan. Kondisi kendaraan, kemampuan pengemudi, serta cuaca menjadi faktor yang sebaiknya diperhatikan.
5. Dari Bondowoso
Kawah Ijen juga dapat dicapai dari arah Bondowoso melalui jalur Sempol. Dari pusat Kota Bondowoso, perjalanan mengarah ke Wonosari, kemudian menuju kawasan Sempol hingga akhirnya mencapai Paltuding.
Jarak perjalanan dari Bondowoso menuju kawasan Paltuding sekitar 93 kilometer. Jalurnya melewati kawasan pegunungan dan perkebunan dengan karakter jalan yang berbeda dibandingkan perjalanan di dalam kota.
Karena terdapat ruas jalan menanjak dan berkelok, kondisi kendaraan menjadi hal penting. Wisatawan yang tidak menggunakan kendaraan pribadi dapat mempertimbangkan sewa mobil atau Jeep dari operator lokal.
Baca Juga: Prediksi Skor Swiss vs Makedonia Utara di UEFA Nations League: Tuan Rumah Berpeluang Menang Telak
Transportasi umum langsung menuju Paltuding juga relatif terbatas sehingga perjalanan dari Bondowoso membutuhkan perencanaan lebih matang.
Kenapa Blue Fire Kawah Ijen Harus Dilihat Malam Hari?
Blue fire menjadi fenomena yang membuat Kawah Ijen berbeda dari banyak destinasi gunung lainnya. Api berwarna biru tersebut lebih mudah terlihat ketika kondisi sekitar masih gelap.
Karena itu, wisatawan biasanya melakukan pendakian pada malam hari. Jalur pendakian dari Paltuding menuju kawasan kawah membutuhkan tenaga dan waktu, sehingga persiapan fisik tidak boleh diabaikan.
Perjalanan dini hari juga membuat pengalaman di Ijen terasa berbeda. Dalam kondisi gelap, wisatawan berjalan melewati jalur pegunungan dengan suhu yang relatif dingin sebelum akhirnya tiba di kawasan kawah.
Namun, wisatawan perlu memperhatikan kondisi terkini kawasan dan mengikuti aturan petugas. Aktivitas vulkanik dapat berubah dan kawasan tertentu bisa saja ditutup apabila dinilai tidak aman.
Kapan Waktu yang Tepat ke Kawah Ijen?
Waktu kunjungan sangat berpengaruh bagi wisatawan yang ingin melihat blue fire. Perjalanan biasanya direncanakan pada malam hingga dini hari agar wisatawan memiliki kesempatan menyaksikan fenomena tersebut sebelum matahari terbit.
Setelah fajar, daya tarik perjalanan berubah. Jika malam hari memberikan kesempatan melihat blue fire, pagi hari menawarkan pemandangan kawah dan lanskap pegunungan yang mulai terlihat jelas.
Karena itu, perjalanan ke Ijen tidak harus berhenti setelah blue fire selesai dilihat. Wisatawan dapat melanjutkan dengan menikmati suasana pagi di kawasan pegunungan sebelum kembali turun.
Baca Juga: Prediksi Skor Swiss vs Makedonia Utara di UEFA Nations League: Tuan Rumah Berpeluang Menang Telak
Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum ke Kawah Ijen
Perjalanan ke Kawah Ijen membutuhkan persiapan lebih dibandingkan wisata alam yang hanya mengandalkan kendaraan.
Gunakan pakaian yang cukup hangat karena suhu malam di kawasan pegunungan bisa terasa dingin. Sepatu dengan grip yang baik juga penting karena jalur pendakian memiliki permukaan yang tidak selalu rata.
Wisatawan juga sebaiknya membawa air minum dan perlengkapan pribadi secukupnya. Jangan membawa barang terlalu berat karena sebagian perjalanan menuju kawah harus ditempuh dengan berjalan kaki.
Yang tidak kalah penting, perhatikan informasi resmi mengenai kondisi Kawah Ijen sebelum berangkat. Sebagai kawasan gunung api aktif, kondisi di lapangan dapat berubah dan keselamatan harus menjadi prioritas.
Kawah Ijen Bukan Sekadar Perjalanan Melihat Blue Fire
Daya tarik Kawah Ijen sebenarnya tidak hanya terletak pada fenomena blue fire. Perjalanan menuju Paltuding, pendakian dalam kondisi gelap, udara pegunungan, hingga pemandangan kawah saat pagi membuat perjalanan ini menjadi pengalaman tersendiri.
Bagi wisatawan dari Surabaya, Malang, Jember, Banyuwangi maupun Bondowoso, rute menuju Kawah Ijen dapat disesuaikan dengan moda transportasi dan waktu yang tersedia.
Kuncinya adalah menentukan titik keberangkatan sejak awal, menghitung waktu tempuh menuju Paltuding, serta menyiapkan kondisi fisik sebelum melakukan pendakian. Dengan persiapan tersebut, perjalanan ke Kawah Ijen tidak hanya menjadi agenda berburu blue fire, tetapi juga kesempatan menikmati salah satu lanskap vulkanik paling khas di Jawa Timur.