JawaPos.com - Mie instan edisi Halloween di Amerika Serikat tampil jauh berbeda dari tampilan biasanya.
Cup Noodles Vampire Noodles menghadirkan mie dengan kuah yang berubah menjadi merah menyerupai darah setelah disiram air panas, sekaligus menawarkan rasa Hot Garlic Chicken yang pedas dan gurih.
Produk edisi terbatas dari Nissin ini mulai dipasarkan di Amerika Serikat pada 24 September 2026 untuk menyambut perayaan Halloween.
Keunikan utamanya bukan sekadar nama atau kemasan bertema vampir, tetapi perubahan warna kuah yang terjadi ketika mie diseduh.
Baca Juga: Mie Goreng Tanpa Mie Instan, Resep Oatmeal Ini Gurih dan Bikin Nagih
Mengutip laman resmi NissinFoods, warna merah tersebut berasal dari pewarna alami berbahan bit.
Dengan begitu, warna kuah yang menyerupai darah muncul sebagai bagian dari konsep produk.
Bukan karena tambahan bahan yang membuat makanan benar-benar terasa seperti sesuatu yang berkaitan dengan darah.
Kuah Mie Berubah Merah Saat Disiram Air Panas
Cup Noodles Vampire Noodles menggunakan varian rasa Hot Garlic Chicken. Cita rasanya memadukan sensasi pedas dengan aroma dan rasa bawang putih serta gurihnya ayam.
Namun, perhatian utama justru muncul ketika mie mulai disiapkan. Setelah air panas dituangkan, kuah perlahan menampilkan warna merah yang menjadi ciri khas produk tersebut.
Baca Juga: Tak Harus Mie Instan, Coba Resep Mie Goreng Oatmeal yang Praktis
Konsep ini sengaja dibuat untuk menghadirkan pengalaman makan yang berbeda selama Halloween.
Bagi konsumen, perubahan warna tersebut menjadi semacam kejutan sebelum mie disantap.
"Halloween merupakan momen yang tepat untuk menciptakan sesuatu yang tidak terduga, dan Vampire Noodles melakukan hal tersebut," kata Senior Vice President of Marketing Nissin Foods, Priscila Stanton.
Menurut Nissin, perubahan warna dan karakter rasa yang kuat memang dirancang sebagai bagian dari pengalaman kuliner bertema Halloween.
"Perubahan warna menjadi merah darah dan rasa bawang putih pedas yang kuat mengubah makanan sehari-hari menjadi pengalaman Halloween yang berkesan. Kami memberikan cara baru yang mengejutkan bagi penggemar untuk merayakan Halloween ini bersama Cup Noodles," lanjut Priscila.
Baca Juga: Simpel dan Nikmat! Resep Mie Instan Hack Creamy Gurih ala Rumahan
Hanya Dijual Terbatas di Amerika Serikat
Bagi konsumen di luar Amerika Serikat, termasuk Indonesia, produk ini tidak otomatis mudah ditemukan.
Cup Noodles Vampire Noodles dipasarkan secara eksklusif melalui jaringan supermarket Walmart di Amerika Serikat.
Harganya dipatok USD 1,18 atau sekitar Rp 21 ribu per kemasan. Produk tersebut tersedia selama persediaan masih ada karena memang dibuat sebagai edisi terbatas untuk momentum Halloween.
Kehadiran produk semacam ini juga menunjukkan bagaimana makanan sehari-hari dapat dikemas ulang mengikuti karakter sebuah perayaan.
Mie instan yang biasanya identik dengan makanan praktis dibuat memiliki unsur visual yang kuat sehingga pengalaman menyantapnya menjadi bagian dari tema Halloween.
Baca Juga: Resep Mie Instan Ala Thai, Perpaduan Pedas, Asam, dan Gurih yang Bikin Nagih
Hadirkan Peti Mati Bertema Vampir
Konsep vampir yang diusung Nissin tidak berhenti pada produk mie. Perusahaan tersebut juga menggandeng Titan Casket, produsen peti mati, untuk membuat peti mati dengan desain khusus bertema vampir.
Peti mati tersebut menggunakan warna merah marun gelap dengan lapisan beludru hitam.
Berbeda dengan mie yang dibanderol sekitar puluhan ribu rupiah, produk kolaborasi ini berada di kelas harga yang jauh berbeda, yakni USD 3.999 atau sekitar Rp 72 juta.
Peti mati bertema vampir itu juga dikaitkan dengan program undian melalui akun Instagram dan TikTok resmi Cup Noodles.
Bagi konsumen, bagian yang paling menarik dari edisi Halloween ini tetap berada pada produk makanannya.
Baca Juga: Halloween di Singapura, Mau Uji Nyali atau Liburan Santai? Ini Pilihannya
Perubahan warna kuah dari biasa menjadi merah setelah diseduh membuat mie tersebut menawarkan pengalaman visual yang tidak lazim untuk makanan instan.
Konsep itu sekaligus membuat Vampire Noodles menjadi salah satu contoh bagaimana produk makanan musiman memanfaatkan elemen warna, rasa, dan tema perayaan untuk menciptakan pengalaman yang berbeda dari produk reguler.