JawaPos.com - Tumpeng Menoreh di Kulon Progo, DIY, menjadi salah satu pilihan wisata untuk berburu sunrise dari ketinggian.
Agar tidak kehilangan momen langit pagi dan lautan awan, wisatawan disarankan tiba sekitar pukul 04.00–05.00 WIB, dengan waktu terbaik menikmati perubahan warna langit hingga sekitar pukul 07.00 WIB.
Berada di kawasan Perbukitan Menoreh, Kecamatan Samigaluh, Tumpeng Menoreh menawarkan panorama alam dari ketinggian sekitar 900 meter di atas permukaan laut.
Saat cuaca mendukung, pemandangan dari kawasan ini dapat mencakup sejumlah gunung di Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Baca Juga: Lawan Overtourism, Kyoto Akan Bedakan Tarif Bus Wisatawan dan Warga Mulai 2027
Waktu kedatangan menjadi hal penting bagi wisatawan yang memang datang dengan tujuan utama melihat sunrise.
Datang terlalu siang membuat momen ketika langit perlahan berubah warna dan kabut bergerak di antara perbukitan bisa terlewat.
Datang Sebelum Matahari Terbit
Waktu yang paling direkomendasikan untuk menikmati sunrise di Tumpeng Menoreh adalah sekitar pukul 05.00 hingga 07.00 WIB.
Namun, wisatawan sebaiknya tidak datang tepat ketika matahari mulai muncul. Tiba sekitar pukul 04.00 atau 05.00 WIB memberikan waktu untuk mencari tempat yang nyaman sekaligus menyaksikan perubahan suasana dari gelap menuju pagi.
Momen sebelum matahari terbit justru menjadi bagian menarik dari perjalanan ke Tumpeng menoreh.
Baca Juga: Turis Bayar Dua Kali Lipat, Kyoto Siapkan Tarif Khusus Wisatawan Luar untuk Kastil Nijo
Langit yang awalnya gelap perlahan berubah menjadi semburat warna sebelum cahaya pagi menerangi kawasan pegunungan.
Pukul 05.30 WIB Menjadi Momen Menarik
Sekitar pukul 05.30 WIB, kondisi langit biasanya mulai terang dan lanskap di sekitar Perbukitan Menoreh perlahan terlihat.
Jika cuaca cerah, wisatawan dapat menyaksikan panorama sejumlah gunung dari kejauhan, termasuk Gunung Merapi, Merbabu, Sindoro, dan Sumbing.
Pemandangan tersebut membuat pengalaman sunrise di Tumpeng Menoreh tidak hanya tentang melihat matahari muncul dari balik cakrawala.
Bentang perbukitan dan gunung menjadi latar yang membuat suasana pagi di Tumpeng Menoreh terasa lebih luas.
Baca Juga: Jalur Ngarai Kurobe Toyama Dibuka, Wisatawan Bisa Jelajahi Terowongan Bawah Tanah
Meski demikian, kondisi cuaca sangat menentukan. Kabut, awan tebal, atau hujan dapat membuat pandangan ke arah pegunungan terbatas.
Datang Lebih Awal untuk Berburu Lautan Awan
Selain sunrise, salah satu momen yang banyak dicari wisatawan adalah pemandangan awan yang menggantung di antara perbukitan.
Fenomena seperti lautan awan tidak bisa dijamin muncul setiap hari karena sangat bergantung pada kondisi atmosfer dan cuaca.
Karena itu, datang lebih awal memberikan peluang untuk menikmati perubahan lanskap sejak sebelum matahari terbit.
Ketika kabut mulai tersapu cahaya pagi, kontur perbukitan dapat terlihat secara perlahan.
Baca Juga: Tongtong Jadi Magnet Wisata, Bupati Sumenep Bidik Kunjungan Wisatawan Lebih Luas
Kondisi seperti ini juga menjadi waktu yang menarik bagi wisatawan yang ingin mengabadikan suasana pagi.
Tumpeng Menoreh Bisa Dikunjungi Sejak Dini Hari
Salah satu hal yang memudahkan wisatawan berburu sunrise adalah kawasan Tumpeng Menoreh disebut buka selama 24 jam.
Dengan jam operasional tersebut, wisatawan tidak harus menunggu pagi untuk masuk ke kawasan Tumpeng Menoreh.
Mereka dapat mengatur perjalanan dari Yogyakarta atau daerah sekitarnya agar tiba sebelum matahari terbit.
Bagi wisatawan yang berangkat dari Kota Yogyakarta, perjalanan menuju Tumpeng Menoreh berjarak sekitar 37 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 1–1,5 jam dalam kondisi normal.
Baca Juga: 6 Pilihan Jadwal Kereta Jakarta-Kutoarjo dan Rekomendasi Wisata Terfavorit
Karena sebagian perjalanan melewati kawasan perbukitan dengan jalan menanjak dan berkelok, keberangkatan dini hari tetap membutuhkan kehati-hatian.
Siapkan Waktu Lebih untuk Perjalanan
Berburu sunrise berarti bukan hanya menghitung waktu matahari terbit, tetapi juga memperkirakan durasi perjalanan.
Jika berangkat dari Kota Yogyakarta, wisatawan perlu memperhitungkan waktu perjalanan, kondisi jalan, hingga kemungkinan berhenti sebelum sampai di lokasi.
Berangkat terlalu mepet berisiko membuat wisatawan tiba ketika langit sudah mulai terang.
Untuk itu, datang lebih awal menjadi pilihan yang lebih aman. Waktu tambahan juga bisa digunakan untuk beristirahat sejenak dan mempersiapkan kamera sebelum momen sunrise berlangsung.
Baca Juga: Polisi Periksa Nakhoda Kapal Wisata yang Tenggelam di Labuan Bajo
Pilih Pagi hari dengan Cuaca yang Mendukung
Kesempatan untuk menikmati panorama pegunungan dari Tumpeng Menoreh sangat bergantung pada kondisi cuaca.
Saat langit relatif cerah, jarak pandang lebih luas sehingga gunung-gunung di kejauhan dapat terlihat. Sebaliknya, kabut tebal atau hujan dapat menutup sebagian panorama.
Karena itu, wisatawan yang menjadikan sunrise sebagai tujuan utama sebaiknya mengecek prakiraan cuaca sebelum berangkat.
Namun, perubahan cuaca di kawasan pegunungan tetap dapat terjadi sewaktu-waktu sehingga prakiraan tidak menjamin kondisi di lokasi.
Siapkan Pakaian untuk Suhu Pagi
Berada di kawasan perbukitan membuat suasana menjelang matahari terbit dapat terasa lebih dingin dibandingkan kawasan perkotaan.
Baca Juga: Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo, 13 Wisatawan dan 6 ABK Selamat
Wisatawan sebaiknya membawa jaket atau pakaian hangat, terutama jika harus menunggu cukup lama sebelum matahari muncul.
Selain itu, alas kaki yang nyaman juga penting karena wisatawan kemungkinan perlu berpindah tempat untuk mencari sudut pandang yang sesuai.
Bagi pemburu foto, periode sebelum dan sesudah sunrise justru menawarkan beberapa kondisi pencahayaan yang berbeda.
Langit sebelum matahari terbit dapat menghadirkan warna yang lebih lembut, kemudian berubah ketika cahaya mulai mengenai perbukitan.
Setelah matahari naik, panorama pegunungan dan lanskap di sekitarnya menjadi lebih jelas.
Baca Juga: Detik-detik Blue Fire Muncul di Gunung Papandayan, Wisatawan Diminta Jauhi Pos 7
Karena perubahan berlangsung relatif cepat, kamera atau ponsel sebaiknya sudah disiapkan sebelum momen utama tiba.
Untuk tambahan juga, Tumpeng Menoreh berada di Perbukitan Menoreh, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Informasi yang tersedia menyebut harga tiket masuk sekitar Rp 50.000 per orang, yang disebut sudah termasuk voucher dan akses masuk.
Namun, wisatawan sebaiknya tetap mengecek informasi terbaru sebelum berangkat karena harga dan ketentuan kunjungan dapat berubah.
Dengan waktu terbaik sekitar pukul 05.00–07.00 WIB, kunci menikmati sunrise di Tumpeng Menoreh bukan sekadar datang ketika matahari mulai muncul.
Baca Juga: Pilihan Wisata Dekat Jakarta hingga Singapura, Empat Destinasi dengan Karakter Berbeda
Datang lebih awal memberi kesempatan untuk menikmati proses perubahan langit, mencari lautan awan, hingga melihat siluet pegunungan sebelum kawasan diterangi cahaya pagi.