← Beranda
4 Warung Lesehan di Karanganyar dengan View Gunung Lawu, Ada Sate Kelinci
Rian Alfianto• Kamis, 8 Oktober 2026 | 03.10 WIB
Rumah Atsiri, salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi saat berada di Tawangmangu, Karanganyar, di kaki Gunung Lawu. (Rian/JawaPos.com)
JawaPos.com – Menikmati makanan hangat di tengah udara sejuk sambil memandang perbukitan lereng Gunung Lawu bisa menjadi pengalaman berbeda saat liburan ke Karanganyar. Sejumlah warung dan rumah makan di Tawangmangu hingga Ngargoyoso menyediakan area lesehan, saung, atau gazebo dengan panorama pegunungan.

Pilihan kulinernya pun cukup beragam. Wisatawan bisa menemukan menu khas kawasan pegunungan seperti sate kelinci, sekaligus menikmati suasana persawahan, lembah, hingga perbukitan hijau dari tempat makan.

Karena lokasinya berada di jalur kawasan wisata, tempat-tempat tersebut juga bisa dipadukan dengan perjalanan menuju air terjun, kebun teh, telaga, maupun destinasi sejarah di lereng Gunung Lawu.

Baca Juga: Polrestabes Surabaya Tunggu Hasil Pemeriksaan Tim Labfor Soal Insiden Ledakan di San Antonio

Berikut beberapa pilihan warung lesehan di Karanganyar yang bisa masuk dalam rencana perjalanan.

1. Saung Lawu, Makan di Gazebo dengan Pemandangan Pegunungan

Saung Lawu berada di Gondosuli Kidul, Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu. Tempat makan ini mengusung konsep saung dan gazebo yang membuat pengunjung bisa menikmati makanan dalam suasana lesehan.

Letaknya di kawasan dataran tinggi membuat panorama perbukitan dan pegunungan menjadi bagian dari pengalaman bersantap. Hamparan hijau di sekitar lokasi juga membuat suasananya berbeda dibandingkan rumah makan di kawasan perkotaan.

Saung Lawu buka setiap hari pukul 08.00-20.00 WIB. Harga makanan berada di kisaran Rp 25.000-Rp 50.000 per porsi.
Waktu pagi hingga siang bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati pemandangan pegunungan dengan pencahayaan alami sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi wisata lain di Tawangmangu.

Baca Juga: Polres Sidoarjo Dalami Kasus Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng Krispi ke Lapas Porong

2. Lawu Kala Senja, Menikmati Lembah dari Ketinggian

Sesuai namanya, Lawu Kala Senja bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana hingga sore atau malam.

Tempat makan yang berada di Blumbang Kidul, Blumbang, Kecamatan Tawangmangu, ini menawarkan area indoor serta area outdoor untuk duduk santai. Lokasinya berada di kawasan perbukitan dengan pemandangan lembah dan jalan berkelok dari ketinggian.

Saat malam tiba, pemandangan berubah ketika lampu-lampu dari kawasan di bawah perbukitan mulai terlihat. Suasana tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan yang ingin menghabiskan waktu lebih lama setelah berkeliling Tawangmangu.

Lawu Kala Senja buka Senin-Jumat pukul 09.00-21.00 WIB. Pada Sabtu dan Minggu, jam bukanya lebih awal, yakni pukul 08.00-21.00 WIB. Kisaran harga makanan sekitar Rp 25.000-Rp 50.000 per porsi.

3. Pentuk View Coffe & Resto, Ada Sate Kelinci

Baca Juga: Peruntungan Shio Kamis 8 Oktober 2026: Monyet, Kelinci, Kuda, Babi, Macan, Kambing

Sate kelinci merupakan salah satu kuliner yang identik dengan kawasan wisata Tawangmangu. Salah satu tempat yang bisa dipertimbangkan untuk mencicipinya adalah Pentuk View Coffe & Resto di Dawuhan, Blumbang, Kecamatan Tawangmangu.

Selain menawarkan area lesehan, tempat makan ini memiliki pilihan area lantai atas dan rooftop. Dari lokasi tersebut, pengunjung dapat melihat persawahan bertingkat, perbukitan, serta gugusan pegunungan yang menjadi lanskap khas kawasan Tawangmangu.

Kisaran harga makanannya juga cukup beragam, mulai Rp 5.000 hingga Rp 40.000 per porsi.

Pentuk View Coffe & Resto buka Senin-Sabtu pukul 09.00-21.00 WIB. Khusus Minggu, jam operasionalnya pukul 09.00-20.30 WIB.

Bagi wisatawan yang baru pertama kali berkunjung ke Tawangmangu, tempat makan dengan pemandangan seperti ini bisa menjadi persinggahan setelah menikmati sejumlah destinasi alam di sekitarnya.

4. Sendang Lawu, Lesehan dengan Suasana Lereng Gunung

Berada di Telogo, Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Sendang Lawu menawarkan area makan yang lebih luas dengan beberapa pilihan tempat duduk.

Pengunjung dapat memilih area lesehan, gazebo, maupun joglo. Lingkungan sekitarnya juga masih didominasi suasana alam dengan latar perbukitan lereng Gunung Lawu.

Keberadaan kolam ikan turut menambah suasana asri di kawasan tempat makan tersebut. Konsep seperti ini cocok bagi wisatawan yang ingin beristirahat lebih lama setelah mengunjungi destinasi wisata di Ngargoyoso.

Sendang Lawu buka Senin-Jumat pukul 09.00-18.30 WIB dan Sabtu-Minggu pukul 09.00-19.00 WIB. Harga makanan menyesuaikan menu paket maupun hidangan satuan yang dipilih.

Karanganyar Bukan Cuma Soal Kuliner

Baca Juga: Pramono Sebut Guru Pelaku Pelecehan di SMKN 27 Jakarta Diberhentikan dan Diproses Hukum

Mencari tempat makan dengan pemandangan pegunungan sebenarnya bisa menjadi bagian dari agenda wisata di Karanganyar. Kawasan ini memiliki banyak destinasi yang dapat dirangkai dalam satu perjalanan.

Tawangmangu menjadi salah satu kawasan yang paling dikenal karena udara sejuk dan lanskap pegunungannya. Wisatawan dapat mengunjungi Grojogan Sewu atau Air Terjun Jumog sebelum mencari tempat makan untuk beristirahat.

Bagi yang menyukai panorama perkebunan, kawasan Kemuning menawarkan lanskap kebun teh yang berbeda. Ada pula Telaga Madirda yang bisa menjadi pilihan untuk menikmati suasana alam yang lebih tenang.

Bisa Sekalian Berwisata ke Candi

Perjalanan ke Karanganyar juga dapat diarahkan ke wisata sejarah. Candi Sukuh dan Candi Cetho sama-sama berada di kawasan lereng Gunung Lawu dan menawarkan karakter arsitektur serta suasana yang khas.

Kedua candi tersebut merupakan peninggalan Hindu dari periode akhir Majapahit. Lokasinya yang berada di dataran tinggi membuat perjalanan menuju kawasan candi sekaligus menyuguhkan pemandangan perbukitan.

Karena itu, wisatawan bisa menggabungkan wisata sejarah dengan kuliner. Setelah mengunjungi candi, perjalanan dapat dilanjutkan menuju kawasan Ngargoyoso atau Tawangmangu untuk mencari makanan hangat sambil menikmati udara pegunungan.

Ada Pilihan Wisata Edukasi dan Sejarah

Selain alam dan candi, Karanganyar juga memiliki destinasi seperti Rumah Atsiri Indonesia. Kawasan ini menawarkan pengalaman mengenal tanaman aromatik dan minyak atsiri sekaligus menikmati lanskap kebun.

Baca Juga: Vespa S 150 Terbaru Punya Tampilan Lebih Sporty, Ini Fitur dan Pilihan Warnanya

Pilihan lainnya adalah De Tjolomadoe. Bekas pabrik gula peninggalan era kolonial tersebut kini menjadi ruang publik dan pusat kebudayaan dengan bangunan bersejarah yang masih menjadi bagian dari daya tariknya.

Dengan pilihan yang cukup beragam, perjalanan ke Karanganyar tidak harus berhenti pada satu destinasi. Wisatawan dapat menyusun rute dari wisata alam, kuliner, sejarah hingga edukasi dalam satu perjalanan.

Dan di sela-sela perjalanan tersebut, warung lesehan dengan pemandangan lereng Gunung Lawu bisa menjadi tempat untuk berhenti, menghangatkan badan, sekaligus menikmati kuliner khas kawasan pegunungan.

EDITOR: Bintang Pradewo