← Beranda
Top 5 Kuliner Khas Pasuruan Selain Rawon, dari Nasi Punel hingga Bipang
Rian Alfianto• Jumat, 9 Oktober 2026 | 14.01 WIB
Ilustrasi kuliner Nasi Punel khas Pasuruan. (Radar Malang)

JawaPos.com - Pasuruan tak hanya punya rawon sebagai kuliner yang menarik dicicipi saat berkunjung ke Jawa Timur. Ada sejumlah makanan khas lain yang menawarkan karakter rasa berbeda.

Mulai dari nasi punel dengan lauk melimpah, lontong kupang bercita rasa gurih, sate komoh berbumbu rempah, bandeng Jelak dari kawasan pesisir, hingga bipang Jangkar yang dikenal sebagai oleh-oleh legendaris.

Ragam makanan tersebut membuat perjalanan ke Pasuruan bisa sekaligus menjadi wisata kuliner.

Wisatawan tidak harus mencari makanan yang rumit untuk mengenal karakter daerah ini.

Baca Juga: 7 Kuliner Khas Grobogan yang Masih Otentik, dari Swike hingga Sego Pager

Cukup menyusuri warung dan sentra makanan lokal, sejumlah sajian khas sudah bisa ditemukan untuk sarapan, makan siang, hingga buah tangan.

Berikut lima kuliner khas Pasuruan selain rawon yang menarik dicoba saat menjelajah Jawa Timur.

1. Nasi Punel dengan Lauk Melimpah

Nasi punel bisa menjadi salah satu pilihan untuk memulai jelajah kuliner di Pasuruan. Hidangan ini memiliki ciri khas berupa nasi yang pulen, lembut, dan cenderung agak basah.

Nasi biasanya disajikan hangat menggunakan pincuk daun pisang. Meski tampak sederhana, satu porsi nasi punel umumnya dilengkapi beragam lauk dan pelengkap.

Ada serundeng, parutan kelapa, hingga pilihan lauk seperti daging empal, otot sapi, jeroan, dan sate kerang.

Baca Juga: Kuliner Khas Madura Selain Bebek, Ada Nasi Serpang hingga Campor Lorjuk 

Perpaduan tersebut menghasilkan rasa gurih yang kuat dengan tekstur yang beragam dalam satu piring.

Karena porsinya cukup lengkap, nasi punel lazim disantap sebagai menu sarapan maupun makan siang.

Bagi wisatawan, makanan ini bisa menjadi pilihan untuk mengenal karakter kuliner Pasuruan yang mengandalkan nasi, lauk beragam, dan cita rasa gurih.

2. Lontong Kupang Kraton, Sajian Khas dari Pesisir

Jika ingin mencoba makanan dengan karakter rasa yang berbeda, lontong kupang Kraton layak masuk daftar.

Kuliner ini menggunakan kupang, kerang laut berukuran kecil, sebagai bahan utama kuah.

Baca Juga: Street Food Nostalgia di Menteng, Menikmati Es Goyang Legendaris dan Kuliner Tempo Dulu

Potongan lontong disiram kuah kupang yang gurih. Sebelum kuah dituangkan, bumbu berupa petis udang, bawang putih, dan cabai rawit diulek langsung di atas piring.

Setelah itu, kuah berisi kupang panas ditambahkan di atas piring, lalu diberi perasan jeruk nipis.

Perpaduan petis dan kupang menghasilkan rasa gurih yang khas, sementara cabai memberikan sensasi pedas dan jeruk nipis menambahkan rasa segar.

Lontong kupang biasanya disantap bersama sate kerang berbumbu kecap. Es kelapa muda juga kerap menjadi teman makan.

Dalam tradisi masyarakat setempat, minuman tersebut dipercaya dapat membantu menetralkan kandungan laut dari kupang.

Baca Juga: 13 Rekomendasi Angkringan Malang Rating Tinggi dengan Menu Kuliner Murah dan Hits

Bagi wisatawan yang belum pernah mencoba olahan kupang, makanan ini menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan kuliner berbahan daging yang lebih umum ditemukan di Jawa Timur.

3. Sate Komoh, Bukan Sate dengan Potongan Daging Kecil

Sate komoh memiliki tampilan yang berbeda dari kebanyakan kuliner sate di Indonesia.

Jika sate umumnya menggunakan potongan daging berukuran kecil, sate komoh justru dikenal dengan potongan daging sapi yang besar dan tebal.

Daging terlebih dahulu dibumbui dengan racikan rempah merah pekat, kemudian dimasak cukup lama agar bumbu meresap sekaligus membuat teksturnya lebih empuk.

Setelah itu, daging dibakar di atas arang. Proses pembakaran menghasilkan aroma khas dan memperkuat rasa bumbu yang sudah meresap ke dalam daging.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Tempat Kuliner Gelato Malang dengan Rasa Unik dan Harga Terjangkau

Cita rasanya cenderung manis dan gurih dengan sedikit sensasi pedas. Sate komoh juga kerap digunakan sebagai lauk pendamping rawon maupun nasi campur.

Karena bentuk dan cara pengolahannya berbeda dari sate pada umumnya, makanan ini bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin mencicipi olahan daging khas Pasuruan.

4. Bandeng Jelak, Ikan Pesisir yang Diolah Jadi Beragam Sajian

Pasuruan juga memiliki kuliner yang erat kaitannya dengan kawasan pesisir, salah satunya bandeng Jelak.

Bandeng ini dibudidayakan di wilayah Desa Jelak, Kota Pasuruan. Keistimewaannya disebut terletak pada daging yang gurih dan padat serta karakter yang tidak berbau lumpur.

Bandeng Jelak juga memiliki ciri fisik berupa warna merah alami pada bagian bibirnya.

Baca Juga: Kuliner Enak di Cempaka Putih, Ada Burger Viral Sampai Sop Kambing Segar dengan Bumbu Rempah Juara

Masyarakat kemudian mengolah ikan tersebut menjadi berbagai hidangan yang dapat dinikmati langsung maupun dibawa sebagai oleh-oleh.

Beberapa olahan yang dikenal antara lain bandeng bakar madu, bandeng asap, dan bandeng duri lunak.

Keberadaan bandeng Jelak menunjukkan bahwa wisata kuliner Pasuruan juga tidak bisa dilepaskan dari kondisi geografisnya. Kawasan pesisir menyediakan hasil perikanan yang kemudian berkembang menjadi bagian dari makanan khas daerah.

5. Bipang Jangkar, Oleh-oleh Manis Sejak Era 1940-an

Bagi wisatawan yang mencari buah tangan untuk dibawa pulang, bipang Jangkar bisa menjadi pilihan.

Jajanan tradisional ini dikenal sebagai salah satu oleh-oleh khas Pasuruan dan disebut telah diproduksi sejak era 1940-an.

Baca Juga: 15 Rekomendasi Kuliner Ramen di Malang Enak, Tak Perlu ke Negeri Sakura Malang Pun Dijepang-jepangin

Bipang dibuat dari beras atau jagung yang dipanaskan hingga mengembang. Bahan tersebut kemudian dicampur dengan lelehan gula karamel sebelum dicetak menjadi bentuk kotak.

Teksturnya ringan dan renyah. Rasa manis dari karamel menjadi karakter utama yang membuat camilan ini mudah dinikmati sebagai teman minum teh atau kopi.

Seiring perkembangan selera, bipang juga hadir dalam berbagai varian aroma, termasuk vanila, melon, dan stroberi.

Meski begitu, bentuk dan karakter renyahnya tetap menjadi ciri yang membuat jajanan ini mudah dikenali.

Bagi wisatawan, bipang Jangkar bukan hanya camilan, tetapi juga salah satu cara membawa pulang bagian dari cerita kuliner Pasuruan.

Baca Juga: Kulineran Enak di Cikini, Ada Gado-Gado Bon Bin yang Sudah Eksis Sejak 1960-an

Kuliner Pasuruan yang Layak Masuk Rencana Perjalanan

Ragam makanan khas tersebut memperlihatkan bahwa kuliner Pasuruan tidak hanya bergantung pada rawon.

Ada hidangan nasi dengan lauk komplet, olahan hasil laut, makanan berbahan daging sapi, hingga jajanan tradisional yang telah bertahan selama puluhan tahun.

Nasi punel cocok dicari ketika wisatawan membutuhkan menu yang bisa mengenyangkan perut.

Lontong kupang menawarkan pengalaman mencicipi kuliner pesisir, sedangkan sate komoh menghadirkan olahan daging dengan potongan besar dan bumbu rempah yang kuat.

Sementara itu, bandeng Jelak memperkenalkan potensi pangan dari kawasan pesisir Pasuruan.

Baca Juga: Ketika Kuliner dan Idola Bertemu, Begini Keseruan Fans JKT48 di Jakarta

Untuk dibawa pulang, bipang Jangkar dapat menjadi pilihan karena karakter jajanan ini memang lekat dengan tradisi oleh-oleh.

Jadi, ketika melewati Pasuruan dalam perjalanan menjelajah Jawa Timur, jangan hanya berhenti untuk mencicipi rawon.

Lima kuliner tersebut bisa menjadi pilihan lain untuk mengenal Pasuruan melalui rasa, bahan pangan lokal, dan tradisi makan masyarakatnya.

EDITOR: Bayu Putra