← Beranda
Jelajah Agrowisata Bhumi Merapi Sleman, Wisata Keluarga dengan Mini Zoo hingga Nuansa Eropa
Rian Alfianto• Senin, 12 Oktober 2026 | 05.16 WIB
Ilustrasi agrowisata Bhumi Merapi (Dok Joglo Wisata).

JawaPos.com - Agrowisata Bhumi Merapi di Sleman, Jogjakarta bisa menjadi pilihan liburan keluarga yang memadukan wisata edukasi, interaksi dengan satwa, dan beragam spot foto bernuansa luar negeri.

Berada di kawasan lereng Gunung Merapi, destinasi ini menawarkan pengalaman wisata yang cocok untuk anak-anak maupun orang dewasa. Mulai dari mengenal hewan hingga menikmati suasana ala Eropa tanpa harus pergi ke luar negeri.

Berlokasi di Jalan Kaliurang KM 20, Sawangan, Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Agrowisata Bhumi Merapi berjarak sekitar 22 kilometer dari pusat Kota Jogja. Perjalanan menuju lokasi membutuhkan waktu kurang lebih 40 menit, bergantung pada kondisi lalu lintas.

Tempat wisata ini dapat menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga di kawasan Kaliurang. Selain menikmati udara lereng Merapi, pengunjung bisa menjelajahi sejumlah wahana dalam satu kawasan.

Langlang Buana, Berfoto dengan Latar Bangunan Bergaya Eropa

Salah satu daya tarik Agrowisata Bhumi Merapi adalah Langlang Buana, area yang menghadirkan replika bangunan dan sudut kota dengan nuansa sejumlah negara.

Pengunjung bisa menemukan spot foto yang terinspirasi dari Santorini di Yunani, Swiss, Maroko, hingga Amsterdam.

Perpaduan warna bangunan, bentuk arsitektur, dan penataan kawasan membuat area ini menarik bagi wisatawan yang gemar berfoto. Langlang Buana juga bisa menjadi pilihan bagi keluarga yang ingin mengabadikan momen liburan. Pengunjung dapat menjelajahi setiap sudutnya sambil mencari latar foto yang berbeda.

Bagi yang ingin mendapatkan hasil foto lebih maksimal, datang pada pagi hari dapat menjadi pilihan. Selain memiliki waktu lebih panjang untuk menjelajahi kawasan, pengunjung juga berkesempatan berfoto ketika suasana belum terlalu ramai.

 

Mini Zoo, Mengenalkan Satwa kepada Anak

Agrowisata Bhumi Merapi tidak hanya menawarkan tempat berfoto, tetapi juga area kebun binatang mini atau mini zoo yang memungkinkan pengunjung mengenal berbagai jenis satwa dari dekat.

Beberapa satwa yang dapat dijumpai antara lain kelinci, rusa, kura-kura sulcata, burung unta, kambing, hingga ular albino. Pengalaman melihat hewan secara langsung dapat menjadi sarana pengenalan satwa bagi anak-anak.

Dalam kondisi dan sesuai aturan pengelola, pengunjung juga dapat berinteraksi dengan satwa tertentu, termasuk memberi makan hewan yang diperbolehkan. Aktivitas ini bisa menjadi pengalaman belajar di luar kelas. Anak-anak dapat mengenal bentuk tubuh, kebiasaan, dan karakteristik hewan melalui pengamatan langsung.

Meski demikian, pengunjung perlu mengikuti arahan petugas saat berinteraksi dengan satwa. Tidak semua hewan boleh disentuh atau diberi makan secara bebas. Pendampingan orang tua juga penting agar kegiatan berlangsung aman bagi anak maupun hewan.

Wahana Anak hingga Aktivitas Berkuda

Keluarga yang membawa anak-anak memiliki sejumlah pilihan kegiatan lain di kawasan Agrowisata Bhumi Merapi. Tersedia area bermain atau playground untuk anak, serta aktivitas berkuda mengelilingi area wisata.

Kehadiran berbagai wahana tersebut membuat kunjungan tidak hanya berpusat pada kegiatan berfoto. Anak-anak dapat mencoba aktivitas yang berbeda, sedangkan orang tua bisa menyesuaikan kegiatan dengan usia dan minat mereka.

Terdapat pula fasilitas kolam renang atau waterpark yang dapat menjadi pilihan untuk bermain air. Sebelum berkunjung, wisatawan sebaiknya memastikan ketersediaan, jam operasional, serta ketentuan penggunaan setiap wahana kepada pengelola.

 

Jika datang bersama anak kecil, susun agenda kunjungan berdasarkan prioritas. Mengunjungi mini zoo pada awal kedatangan, misalnya, dapat dilanjutkan dengan menjelajahi Langlang Buana sebelum beristirahat atau mencoba wahana lainnya.

Wisata Edukasi Pertanian dan Pengenalan Kopi Luwak

Sesuai konsep agrowisata, Bhumi Merapi juga menawarkan kegiatan yang berkaitan dengan pertanian dan pengenalan proses produksi. Pengunjung dapat mengenal budidaya tanaman serta kebun herbal. Aktivitas tersebut memberi gambaran mengenai pemanfaatan tanaman dan proses perawatan yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhannya.

Selain itu, terdapat pengenalan proses pembuatan kopi luwak. Kegiatan ini dapat menambah wawasan pengunjung mengenai salah satu jenis kopi yang dikenal di Indonesia, termasuk proses pengolahannya.

Bagi keluarga yang berlibur bersama anak sekolah, kegiatan edukasi seperti ini dapat menjadi selingan dari aktivitas rekreasi. Anak-anak tidak hanya menikmati wahana, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengenal lingkungan, pertanian, dan produk yang dihasilkan dari alam.

Untuk mendapatkan pengalaman lebih lengkap, wisatawan dapat menanyakan kepada petugas mengenai kegiatan edukasi yang tersedia saat kunjungan. Jenis aktivitas dan kesempatan mengikuti penjelasan langsung dapat berubah sesuai operasional pengelola.

Beristirahat di Restoran Pawon Limasan

Menjelajahi berbagai wahana tentu membutuhkan waktu dan tenaga. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Agrowisata Bhumi Merapi menyediakan fasilitas restoran semi-indoor bernama Pawon Limasan.

Fasilitas ini dapat dimanfaatkan pengunjung untuk beristirahat dan makan sebelum melanjutkan perjalanan mengelilingi kawasan wisata.

Selain restoran, tersedia fasilitas pendukung berupa musala dan toilet.

Pengunjung juga dapat memanfaatkan layanan sewa kostum bergaya Eropa untuk melengkapi pengalaman berfoto di Langlang Buana. Keberadaan fasilitas tersebut membantu pengunjung mengatur waktu kunjungan tanpa harus meninggalkan kawasan wisata untuk memenuhi setiap kebutuhan dasar.

Cara Menuju Agrowisata Bhumi Merapi dari Pusat Kota Jogja

Agrowisata Bhumi Merapi dapat dijangkau dari pusat Kota Jogjakarta melalui Jalan Kaliurang menuju kawasan Pakem. Namun, wisatawan perlu memperhatikan pilihan transportasi karena akses angkutan umum yang langsung menuju pintu masuk lokasi cukup terbatas.

Misalnya, wisatawan yang mengutamakan angkutan umum dapat mengombinasikan beberapa moda transportasi. Dari pusat kota, perjalanan bisa dimulai dengan Trans Jogja menuju kawasan yang memiliki koneksi angkutan ke arah Kaliurang.

Selanjutnya, wisatawan perlu melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan lokal menuju kawasan Pakem. Dari sekitar Pasar Pakem atau titik pemberhentian terdekat, perjalanan dapat diteruskan dengan ojek menuju Agrowisata Bhumi Merapi.

Rute, nomor jalur, dan titik transit angkutan umum sebaiknya diperiksa kembali sebelum berangkat karena layanan dapat berubah. Wisatawan juga perlu memperhitungkan waktu tunggu dan biaya perjalanan lanjutan.

Sementara bagi wisatawan yang menginginkan perjalanan lebih praktis, layanan ojek dan taksi online dapat menjadi alternatif. Kendaraan dapat dipesan langsung dari pusat Kota Jogja menuju lokasi wisata.

Perkiraan tarif taksi online dari pusat kota berkisar Rp 70.000–Rp 100.000, bergantung pada titik penjemputan, waktu pemesanan, kondisi lalu lintas, dan permintaan layanan. Angka tersebut merupakan perkiraan, sehingga tarif aktual perlu diperiksa melalui aplikasi sebelum memesan.

Dengan kendaraan sendiri atau sewaan, perjalanan dapat diatur lebih fleksibel tanpa terlalu bergantung pada jadwal angkutan umum. Pilihan mobil juga dapat dipertimbangkan bagi keluarga yang membawa anak kecil atau bepergian bersama rombongan.

 

Agrowisata Bhumi Merapi tercatat beroperasi setiap hari pada pukul 09.00–17.00 WIB. Adapun harga tiket masuk dalam informasi yang tersedia berkisar Rp 30 ribu–Rp 35 ribu per orang.

Harga tersebut sebaiknya diperlakukan sebagai perkiraan, bukan tarif yang dijamin berlaku saat kedatangan. Pengunjung disarankan mengecek informasi terbaru melalui akun Instagram resmi Bhumi Merapi sebelum berangkat.

 

 

 

EDITOR: Diar Candra