← Beranda
3 Weton yang Harus Waspada Jelang Malam Satu Suro Menurut Primbon Jawa: Awas, Nasib Tibo Apes Mengintai!
Novia Tri Astuti• Rabu, 25 Juni 2025 | 21.32 WIB
Weton-Weton Sakti Ini, Nasibnya Akan Berubah Baik di Bulan Suro, Rezekiya Naik Drastis (Freepik)

JawaPos.Com - Malam Satu Suro atau malam Tahun Baru dalam penanggalan Jawa bukan sekadar malam pergantian tahun biasa.

Dalam kepercayaan Jawa kuno, malam satu suro adalah waktu sakral yang dipercaya menjadi pembuka gerbang antara dunia nyata dan alam gaib.

Alhasil, pada zaman dahulu banyak orang Jawa yang menjalani ritual tirakat, berdiam diri, berpuasa, hingga semedi untuk menyelaraskan diri dengan energi spiritual yang dipercaya sangat kuat pada malam tersebut.

Namun, tidak semua orang memiliki tingkat perlindungan spiritual yang sama.

Dalam Primbon Jawa, dikenal istilah dengan istilah "tibo apes", yakni keadaan ketika seseorang mengalami serangkaian kesialan secara bertubi-tubi yang sulit dijelaskan secara logis.

Fenomena ini diyakini lebih rentan dialami oleh individu dengan weton tertentu, khususnya saat energi malam Satu Suro sedang memuncak.

Sebagai informasi, nasib tibo apes adalah sinyal bahwa kita perlu lebih peka, lebih berhati-hati, dan lebih terkoneksi dengan nilai-nilai spiritual.

Melalui introspeksi, doa, dan pengendalian diri, malam Satu Suro dapat menjadi malam yang penuh berkah alih-alih kemalangan.

Seperti pesan para leluhur: "Suro dudu wektu dolanan, nanging wektu ndedonga lan mikir jero." atau dalam bahasa Indonesia berarti "Bulan suro bukanlah waktu untuk bermain, tetapi sebagai waktu merefkelsikan diri, berdoa, dan berfikir".

Selengkapnya, berikut adalah tiga weton yang disebut dalam kanal YouTube Ngaos Jawa sebagai weton paling rentan mengalami tibo apes saat malam Satu Suro.

Mari kita bahas satu per satu secara mendalam berikut dengan ciri-ciri, penyebab, hingga solusi spiritualnya.

1. Rabu Pon

Orang yang lahir pada hari Rabu Pon dikenal memiliki karakter kuat, tegas, dan cenderung menjadi pemimpin dalam lingkungan sosial maupun profesionalnya.

Mereka memiliki daya pengaruh yang tinggi dan aura yang dominan, membuat mereka disegani sekaligus disoroti.

Namun, keunggulan tersebut ternyata memiliki sisi rentan tersendiri. Pada malam Satu Suro, aura kuat milik individu Rabu Pon justru dapat menarik perhatian makhluk tak kasat mata.

Ditambah dengan sifat keras kepala dan sering mengabaikan nasihat dari orang tua atau tokoh spiritual, mereka menjadi sasaran empuk bagi energi negatif yang berkeliaran.

Ciri-ciri weton Rabu Pon bernasib tibo apes antara lain:

- Suasana hati mudah berubah tanpa sebab

- Mimpi buruk atau mimpi yang mengganggu terus-menerus

- Sering lupa hal penting atau merasa disorientasi

2. Sabtu Legi 

Weton Sabtu Legi sering dikaitkan dengan pribadi yang introvert, sensitif, dan sangat spiritual.

Mereka memiliki intuisi tajam dan seringkali dapat merasakan hal-hal yang tidak dirasakan oleh orang lain.

Namun, justru karena sensitivitas ini, individu Sabtu Legi lebih mudah mengalami gangguan spiritual, terlebih saat malam Satu Suro.

Pada malam tersebut, mereka sering tidak mampu membedakan antara mimpi, visi, atau kenyataan, sehingga rentan tersesat dalam bayang-bayang ketidakpastian.

Kondisi ini bisa memicu kecemasan berlebih dan bahkan kesurupan ringan dalam kondisi tidur.

Gejala tibo apes untuk Sabtu Legi meliputi:

- Ketegangan dalam keluarga yang tiba-tiba muncul

- Masalah keuangan yang datang bertubi-tubi

- Kesulitan tidur atau mengalami mimpi berulang-ulang

- Perasaan seperti "dilihat" atau dipanggil di tempat sepi

3. Selasa Wage

Selasa Wage adalah weton yang kerap diasosiasikan dengan pribadi pekerja keras, tenang, dan bertanggung jawab.

Namun di balik ketenangan tersebut, mereka cenderung menyimpan kecemasan dan kegelisahan dalam diam.

Keseimbangan batin mereka sangat rapuh, menjadikan mereka mudah terdampak oleh gangguan energi gaib, terutama saat perbatasan antara dunia nyata dan dunia tak kasat mata terbuka lebar seperti pada malam Satu Suro.

Tanda-tanda tibo apes pada Selasa Wage biasanya muncul secara halus namun mengganggu, seperti:

- Perasaan dingin mendadak meski cuaca panas

- Mendengar suara aneh atau namanya dipanggil saat sendiri

- Perasaan hampa atau kehilangan motivasi secara tiba-tiba

- Sakit ringan tanpa penyebab jelas, seperti kepala berat atau punggung nyeri

Makna Malam Satu Suro dalam Filosofi Jawa

Dalam ajaran leluhur, Suro bukan waktu untuk perayaan duniawi, tetapi untuk mendekatkan diri kepada yang Maha Kuasa dan memahami posisi kita dalam semesta.

Malam Satu Suro adalah momen untuk membersihkan diri dari energi negatif dan memperkuat perlindungan spiritual.

Tidak disarankan membawa anak kecil keluar rumah sembarangan, atau melakukan kegiatan hiburan yang mengabaikan nilai-nilai spiritual.

Gangguan dari dunia gaib yang terjadi malam itu bisa meninggalkan jejak dalam kehidupan seseorang, baik dalam bentuk kemerosotan finansial, ketidakharmonisan rumah tangga, gangguan tidur, hingga masalah mental.

 

EDITOR: Novia Tri Astuti