← Beranda
Tak Selalu Harus Banting Tulang, 5 Weton Ini Disebut Punya Peruntungan Rezeki Kuat
Mohammad Maulana Iqbal• Selasa, 29 September 2026 | 03.42 WIB
Weton yang bisa hidup kaya raya tanpa kerja keras dan usaha berat./ Freepik/ jcomp

JawaPos.com – Dalam tradisi Jawa, weton tidak hanya digunakan untuk mengetahui hari dan pasaran kelahiran seseorang. Weton juga kerap dikaitkan dengan karakter, sifat, serta gambaran mengenai perjalanan hidup dan peruntungan seseorang.

Sejumlah weton bahkan dipercaya memiliki karakter yang membuat mereka lebih mudah memperoleh peluang, bantuan, maupun kemudahan dalam urusan kehidupan. Meski demikian, pandangan tersebut merupakan bagian dari kepercayaan dan tradisi yang berkembang di masyarakat Jawa.

Dikutip dari akun YouTube BUDAYA LIKE, terdapat lima weton yang disebut memiliki peruntungan rezeki kuat sehingga dipercaya dapat menjalani kehidupan berkecukupan tanpa harus selalu bekerja terlalu keras. Berikut daftarnya:

1. Minggu Pahing

Minggu Pahing mempunyai jumlah neptu 14, yang berasal dari nilai hari Minggu sebesar 5 dan pasaran Pahing sebesar 9.

Pemilik weton ini digambarkan memiliki pembawaan berwibawa dan karisma yang cukup kuat. Sikap tersebut dipercaya membuat orang lain mudah memberikan kepercayaan dan membuka kesempatan kepada mereka.

Peluang rezeki dalam kepercayaan tersebut dapat hadir melalui hubungan sosial, kerja sama, ataupun tawaran yang muncul secara tidak terduga.

Namun, keberuntungan juga perlu diimbangi dengan sikap hati-hati. Rasa terlalu percaya diri dapat membuat seseorang kurang mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan.

2. Senin Pon

Senin Pon memiliki neptu 11, hasil dari Senin dengan nilai 4 dan Pon dengan nilai 7.

Weton ini digambarkan sebagai pribadi yang tenang, sederhana, serta tidak gemar mencari perhatian. Justru sifat tersebut dipercaya membuat mereka mudah mendapatkan kepercayaan dari orang-orang di sekitarnya.

Peluang bisa datang melalui pertemanan atau hubungan kerja yang awalnya terlihat sederhana. Hubungan yang terjalin dengan baik kemudian dapat berkembang menjadi kesempatan baru.

Meski demikian, sifat terlalu pendiam atau sungkan terkadang membuat pemilik weton ini melewatkan kesempatan yang sebenarnya cukup menjanjikan.

3. Rabu Legi

Rabu Legi mempunyai neptu 12, gabungan dari nilai Rabu sebesar 7 dan Legi sebesar 5.

Dalam kepercayaan Jawa, pemilik weton ini dikenal mempunyai pembawaan tenang dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan. Mereka dipercaya mampu membaca keadaan sebelum menentukan langkah.

Kemampuan tersebut dianggap membantu mereka memilih waktu yang tepat untuk bertindak. Relasi sosial yang luas juga disebut dapat menjadi salah satu pintu datangnya berbagai peluang.

Namun, karakter yang terlalu santai dapat menjadi tantangan apabila membuat seseorang merasa nyaman dan enggan mencoba sesuatu yang baru.

4. Jumat Kliwon

Jumat Kliwon memiliki jumlah neptu 14, terdiri dari Jumat dengan nilai 6 dan Kliwon dengan nilai 8.

Weton ini cukup dikenal dalam berbagai pembahasan tradisi Jawa dan kerap dikaitkan dengan karakter kuat serta daya tarik yang khas.

Pemiliknya digambarkan sebagai sosok yang cenderung tenang dan mampu membuat orang lain merasa nyaman. Dalam kepercayaan tertentu, kondisi tersebut dikaitkan dengan datangnya bantuan atau peluang dari lingkungan sekitar.

Meski demikian, kemudahan yang dipercaya melekat pada weton ini tetap perlu diiringi usaha dan perencanaan agar potensi yang dimiliki tidak terabaikan.

5. Kamis Wage

Kamis Wage mempunyai neptu 12, berasal dari Kamis dengan nilai 8 dan Wage dengan nilai 4.

Pemilik weton ini digambarkan sebagai pribadi yang tenang, sederhana, serta cukup berhati-hati dalam mengelola kehidupan. Mereka disebut tidak mudah mengambil keputusan secara terburu-buru.

Dalam urusan keuangan, karakter hemat dan kemampuan mempertimbangkan berbagai pilihan dipercaya dapat membantu menjaga kondisi finansial tetap stabil.

Kebiasaan menyisihkan sebagian penghasilan dan tidak mudah mengikuti gaya hidup berlebihan juga menjadi nilai positif yang dapat mendukung kondisi ekonomi dalam jangka panjang.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho