JawaPos.com - Di dunia ini memang ada orang-orang yang terlahir seolah untuk menjaga segala sesuatunya teratur, meredam ketegangan sebelum memuncak, meredam kekacauan sebelum meluap, atau memikul tanggung jawab yang tidak disadari orang lain.
Mereka-lah yang otomatis turun tangan, karena tidak tega melihat orang-orang yang disayanginya kewalahan dan terpuruk.
Mereka menjaga keutuhan orang-orang di sekitarnya, namun diam-diam memikul beban berat sendirian.
Dilansir JawaPos.com dari collectiveworld pada Rabu (30/9), mereka yang mampu menyerap energi negatif orang lain cenderung lahir di tiga bulan berikut.
1. Juli
Orang-orang yang lahir bulan Juli mampu memasuki sebuah ruangan dan merasakan apa yang dibutuhkan orang lain, bahkan sebelum mengatakannya.
Mereka sosok yang tahu siapa yang sedang terluka, siapa yang merasa kewalahan, dan siapa yang berpura-pura baik-baik saja.
Empati mereka begitu mendalam sehingga orang-orang di luar sana datang mencari penghiburan tanpa pernah bertanya 'apakah masih punya energi untuk diberikan?'.
Mereka memikul berbagai kenangan, suasana hati, dan sisa-sisa emosi seolah itu adalah bagian dari tugas utama mereka.
Kebanyakan orang tidak menyadari betapa besarnya peran naluri, bukan sekadar energi dalam cara mereka mewarat dan mengurus orang lain.
Mereka tetap menunjukkan kelembutan, bahkan di saat tenaga mereka sudah terkuras habis.
Mereka memperbaiki hal-hal yang kerusakannya luput dari perhatian orang lain.
Meski mereka bangga akan ketangguhan emosional mereka, mereka juga Lelah karena menjadi satu-satunya orang yang memahami betapa besar pengorbanan yang harus mereka tanggung karenanya.
2. September
Mereka adalah sosok penyeimbang yang tenang.
Sosok yang mampu mengubah kekacauan menjadi keteraturan, ketakutan menjadi rencana, dan krisis menjadi langkah-langkah yang dapat ditangani.
Mereka tidak bersikap dramatis, mereka hanya melihat masalah yang ada, bersiap turun tangan, dan menyelesaikannya.
Orang-orang di luar sana mengandalkan mereka karena menganggap mereka telah belajar untuk tetap tenang saat orang lain dilanda kepanikan.
Hal yang tidak mereka sadari, betapa besarnya ketegangan batin yang mereka serap saat menjalani peran ini.
Pikiran mereka tidak pernah berhenti memindai kemungkinan hal yang bisa saja salah.
Mereka memikul tanggung jawab atas segalanya, bahkan untuk hal-hal yang bukan menjadi bagian mereka.
Mereka merasa lelah bukan karena pekerjaan, melainkan karena pemikiran bahwa jika mereka tidak melakukan, maka tidak akan ada yang mau melakukannya.
Padahal, mereka mendambakan orang lain mengambil alih kendali, sehingga mereka bisa bernapas lega tanpa harus terus memantau keadaan di sekelilingnya.
3. Maret
Mereka menjaga keutuhan orang-orang di sekitarnya dengan cara yang tidak selalu terlihat.
Mereka menyerap emosi layaknya air menyerap cahaya, diam-diam, namun menyeluruh.
Saat seseorang sedang dirundung kegelisahan, mereka turut merasakannya seolah-olah hal itu terjadi di dalam diri mereka sendiri.
Karena itulah, mereka menenangkan, menyemangati, mendengarkan, dan membangkitkan semangat hingga suasana terasa lebih ringan.
Namun, menyelaraskan diri dengan emosi orang lain sangatlah menguras tenaga.
Tapi, mereka jarang sekali memperlihatkan betapa beratnya menanggung perasaan pribadi sekaligus perasaan orang lain sendirian.
Mereka ingin menjadi tempat bersandar yang menenangkan bagi sesama, padahal, diam-diam mereka mendambakan seseorang yang mengerti bahwa mereka pun butuh tempat untuk melepas segala beban dan beristirahat.
Mereka memiliki kekuatan yang tak disadari atau dihargai orang lain, namun kekuatan itu terbangun dari upaya emosional tiada henti yang perlahan menggerogoti semangat mereka.