← Beranda
Rezeki Datang Setelah Berubah, 8 Weton Ini Konon Punya Peruntungan Istimewa
Irfan Ferdiansyah• Jumat, 9 Oktober 2026 | 00.05 WIB
Ilustrasi seseorang yang dikirim rezeki besar (Dok. Freepik)

JawaPos.com – Perubahan dalam hidup sering kali dimulai dari hal-hal sederhana. Meninggalkan kebiasaan buruk, lebih disiplin mengelola keuangan, hingga belajar mengambil keputusan dengan lebih bijak dipercaya dapat membawa seseorang menuju kondisi kehidupan yang lebih baik.

Dalam tradisi Primbon Jawa, keberuntungan seseorang tidak hanya dikaitkan dengan weton atau hari kelahiran. Perilaku dan sikap seseorang juga dipercaya memiliki pengaruh terhadap perjalanan hidupnya. Karena itu, perubahan menuju kebiasaan yang lebih positif kerap dimaknai sebagai upaya membuka jalan menuju keberuntungan.

Dilansir dari kanal YouTube Ngaos Jawa, terdapat delapan weton yang dalam ramalan Primbon Jawa disebut berpotensi mengalami perubahan dalam urusan rezeki setelah mulai meninggalkan kebiasaan yang dianggap kurang baik.

Beberapa di antaranya dikaitkan dengan kebiasaan boros, sulit mengendalikan keinginan, terlalu mudah mempercayai orang lain, hingga gemar menunda pekerjaan. Ketika kebiasaan tersebut mulai diperbaiki, pemilik weton ini dipercaya memiliki peluang memasuki fase kehidupan yang lebih baik, termasuk dalam persoalan finansial.

Baca Juga: 7 Weton yang Konon Dipenuhi Keberuntungan dan Kelimpahan Rezeki, Apa Saja?

Berikut delapan weton yang dimaksud:

1. Jumat Kliwon

Jumat Kliwon kerap dikaitkan dengan karakter yang memiliki kepekaan dan sisi spiritual kuat. Namun, dalam ramalan Primbon Jawa, pemilik weton ini disebut perlu lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran.

Sikap terlalu mudah membantu orang lain atau mengeluarkan uang tanpa perhitungan terkadang dapat membuat kondisi keuangan menjadi kurang stabil.

Ketika mulai belajar membatasi pengeluaran, menabung, dan lebih bijak menggunakan uang, kondisi finansial dipercaya perlahan membaik. Dalam ramalan tersebut, perubahan kebiasaan ini disebut dapat membuka peluang datangnya rezeki sekaligus membantu menyelesaikan beban keuangan.

2. Senin Legi

Senin Legi digambarkan sebagai sosok yang memiliki etos kerja dan ketekunan tinggi. Mereka sering kali rela bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga, bahkan sampai mengesampingkan kepentingan pribadi.

Kondisi tersebut terkadang membuat pengeluaran menjadi tidak terkendali atau memunculkan beban finansial tertentu.

Primbon Jawa menyebut perubahan dapat terjadi ketika Senin Legi mulai mampu menentukan batas dan tidak lagi memaksakan diri demi memenuhi tuntutan atau gengsi. Dari sana, peluang finansial dipercaya dapat terbuka melalui peningkatan pendapatan, bantuan orang lain, maupun kesempatan yang sebelumnya tidak terpikirkan.

3. Rabu Pon

Pemilik weton Rabu Pon dikenal memiliki kemampuan mengatur sesuatu dengan baik. Namun, sifat terlalu perfeksionis dan sulit menerima kegagalan disebut dapat menjadi tantangan tersendiri.

Tekanan tersebut dalam ramalan dikaitkan dengan kecenderungan mencari pelampiasan, termasuk melalui pembelian barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

Ketika mulai belajar menerima keadaan dan tidak memaksakan segala sesuatu berjalan sempurna, Rabu Pon dipercaya dapat menemukan kembali keseimbangan hidupnya. Perubahan pola pikir tersebut dianggap mampu membuka jalan menuju kondisi keuangan yang lebih ringan.

4. Sabtu Wage

Sabtu Wage disebut memiliki karakter yang cukup mudah terbawa perasaan, termasuk ketika mengambil keputusan berkaitan dengan uang.

Keinginan membantu orang lain tanpa perhitungan atau berbelanja untuk memenuhi kebutuhan emosional dipercaya dapat menjadi salah satu penyebab keuangan kurang terkontrol.

Karena itu, ketika Sabtu Wage mulai rajin mencatat pemasukan dan pengeluaran serta berani menolak pemborosan, kondisi finansial dipercaya akan menjadi lebih tertata. Dalam ramalan Primbon Jawa, peluang rezeki kemudian dapat datang melalui pekerjaan tambahan, proyek baru, ataupun kesempatan bisnis.

5. Kamis Pahing

Kamis Pahing dikenal memiliki banyak gagasan dan ambisi. Sayangnya, potensi tersebut terkadang tidak berkembang maksimal jika dibarengi kebiasaan menunda pekerjaan.

Semangat yang besar di awal tetapi tidak diikuti konsistensi dapat membuat berbagai peluang terlewat begitu saja.

Namun, ketika mulai mengubah pola tersebut dengan lebih banyak bertindak dan menjaga konsistensi, Kamis Pahing dipercaya memasuki fase keberuntungan yang lebih baik. Dalam ramalan, peluang tersebut bahkan dikaitkan dengan kemampuan menyelesaikan kewajiban finansial dan mengubah hasil kerja menjadi modal baru.

6. Selasa Kliwon

Selasa Kliwon digambarkan sebagai sosok kuat dan memiliki pendirian. Di sisi lain, karakter yang terlalu keras dalam mempertahankan pendapat dapat membuat mereka terkadang sulit menerima masukan.

Dalam urusan finansial, kondisi tersebut dipercaya dapat membuat seseorang mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan sudut pandang lain.

Ketika Selasa Kliwon mulai mengurangi gengsi dan lebih terbuka terhadap nasihat, peluang untuk mengambil keputusan yang lebih tepat dipercaya semakin besar. Primbon Jawa mengaitkan perubahan tersebut dengan berkurangnya beban kehidupan, baik yang berhubungan dengan masalah keuangan maupun tanggung jawab lainnya.

7. Minggu Pon

Minggu Pon dipercaya memiliki kemampuan menarik peluang rezeki. Namun, tantangannya adalah menjaga agar penghasilan yang diperoleh tidak cepat habis karena terlalu banyak keinginan.

Setelah melewati periode finansial yang kurang stabil, pemilik weton ini disebut dapat belajar mengendalikan diri dan lebih fokus pada kebutuhan utama.

Menurut ramalan Primbon Jawa, perubahan tersebut menjadi titik balik bagi Minggu Pon. Rezeki yang datang dapat dikaitkan dengan pekerjaan lama yang kembali menghasilkan, proyek yang sempat tertunda, maupun peluang baru yang muncul dari usaha sebelumnya.

8. Rabu Wage

Rabu Wage disebut sebagai salah satu weton yang terkadang masih terbebani oleh keputusan finansial pada masa lalu. Penyesalan tersebut dapat menjadi pelajaran apabila diikuti dengan kemauan untuk memperbaiki pengelolaan keuangan.

Ketika mulai berani menata kembali kondisi finansial, mengurangi pengeluaran yang tidak diperlukan, dan lebih berhati-hati mengambil keputusan, kehidupan dipercaya menjadi lebih terarah.

Dalam ramalan Primbon Jawa, perubahan tersebut dikaitkan dengan kemungkinan hadirnya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Bentuknya bisa berupa bonus pekerjaan, kesempatan baru, atau keringanan dalam menyelesaikan tanggungan.

Pada akhirnya, ramalan weton merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan masyarakat Jawa. Prediksi mengenai rezeki atau pelunasan utang tidak dapat dijadikan kepastian. Dalam kehidupan nyata, perubahan kebiasaan, kedisiplinan mengelola keuangan, serta usaha yang konsisten tetap menjadi faktor penting untuk memperbaiki kondisi finansial.

 
 
EDITOR: Setyo Adi Nugroho