← Beranda
7 Weton yang Konon Berpotensi Hidup Makmur, Ada Kamis Pahing dan Sabtu Pon
Mohammad Maulana Iqbal• Rabu, 14 Oktober 2026 | 20.49 WIB
weton paling mujur dan hidupnya selalu kelimpahan menurut primbon jawa./Freepik/ jcomp

JawaPos.com – Weton merupakan bagian dari tradisi Jawa yang kerap digunakan untuk menafsirkan karakter, peruntungan, hingga perjalanan hidup seseorang. Perhitungannya didasarkan pada perpaduan hari lahir dan pasaran dalam kalender Jawa.

Dalam kepercayaan primbon Jawa, sejumlah weton diyakini memiliki karakter yang mendukung datangnya keberuntungan, terutama dalam hal pekerjaan, usaha, dan pengelolaan keuangan. Penafsiran tersebut biasanya dikaitkan dengan nilai neptu serta gambaran watak yang melekat pada masing-masing weton.

Beberapa weton bahkan dipercaya mempunyai peluang untuk mencapai kehidupan yang lebih makmur berkat ketekunan, kecerdasan, dan kemampuan membangun hubungan dengan orang lain.

Dikutip dari akun YouTube Njowo Rato, berikut tujuh weton yang disebut memiliki peruntungan baik dan dikaitkan dengan kelimpahan rezeki menurut primbon Jawa.

1. Senin Pon

Senin Pon memiliki nilai neptu 11, yang berasal dari hari Senin dengan nilai 4 dan pasaran Pon bernilai 7.

Dalam penafsiran primbon Jawa yang dikutip, pemilik weton ini digambarkan mempunyai kecakapan dalam berdagang dan mengatur keuangan. Mereka juga dianggap mampu mempertimbangkan peluang usaha serta mengambil keputusan dengan perhitungan yang matang.

Keberanian menghadapi tantangan menjadi salah satu karakter yang dikaitkan dengan Senin Pon. Apabila diimbangi dengan perencanaan yang baik, sifat tersebut dapat membantu seseorang menghadapi persaingan dan mengembangkan usahanya.

Dukungan dari lingkungan sosial juga dinilai berperan penting. Relasi yang terjaga dengan baik dapat membuka kesempatan kerja sama dan memperluas peluang memperoleh penghasilan.

2. Selasa Kliwon

Selasa Kliwon mempunyai neptu 11, hasil penjumlahan nilai hari Selasa sebesar 3 dan pasaran Kliwon sebesar 8.

Weton ini dikaitkan dengan kemampuan menyusun strategi serta memanfaatkan peluang yang tersedia. Pemiliknya digambarkan memiliki kecermatan dalam mengelola aset dan merencanakan kebutuhan finansial.

Selain itu, Selasa Kliwon dipercaya memiliki kemampuan bersosialisasi yang baik. Hubungan dengan teman, rekan kerja, maupun mitra usaha dapat menjadi salah satu modal untuk memperluas kesempatan dalam berbagai bidang.

Kecakapan mengatur keuangan dan membangun jaringan akan lebih bermanfaat apabila disertai kedisiplinan serta kemampuan menilai risiko sebelum mengambil keputusan.

3. Rabu Legi

Rabu Legi memiliki neptu 12, yang berasal dari nilai hari Rabu sebesar 7 dan pasaran Legi sebesar 5.

Kreativitas menjadi salah satu karakter yang sering dikaitkan dengan weton ini. Pemiliknya digambarkan mampu menghasilkan gagasan baru dan melihat peluang dari hal-hal yang mungkin terlewatkan oleh orang lain.

Kemampuan tersebut dinilai cocok untuk dikembangkan dalam berbagai bidang, seperti usaha kreatif, seni, perdagangan, maupun pekerjaan yang membutuhkan pemecahan masalah.

Rabu Legi juga dikaitkan dengan sifat ramah dan mudah menjalin hubungan sosial. Dalam kehidupan profesional, kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama dapat membantu membangun kepercayaan serta mendukung perkembangan karier.

4. Kamis Pahing

Kamis Pahing memiliki neptu 17, hasil penjumlahan hari Kamis yang bernilai 8 dan pasaran Pahing yang bernilai 9.

Dalam penafsiran primbon Jawa, weton ini kerap digambarkan mempunyai jiwa kepemimpinan yang kuat. Mereka dipercaya mampu mempertahankan fokus terhadap tujuan dan tidak mudah teralihkan ketika menghadapi tantangan.

Kemampuan bernegosiasi serta ketekunan juga menjadi karakter yang dikaitkan dengan Kamis Pahing. Kombinasi tersebut dianggap mendukung usaha untuk meraih pencapaian dalam pekerjaan maupun bisnis.

Meski demikian, keberhasilan dalam jangka panjang tetap membutuhkan perencanaan, evaluasi, dan kemampuan menyesuaikan diri terhadap perubahan keadaan.

5. Jumat Wage

Jumat Wage mempunyai neptu 10, yang diperoleh dari nilai hari Jumat sebesar 6 dan pasaran Wage sebesar 4.

Pemilik weton ini digambarkan memiliki ketertarikan terhadap peluang usaha dan kemampuan mempertimbangkan rencana jangka panjang. Mereka juga dikaitkan dengan kecakapan beradaptasi ketika menghadapi perubahan situasi.

Dalam bidang keuangan, Jumat Wage dipercaya mampu melihat kesempatan untuk mengembangkan modal dan mengelola aset secara terencana. Karakter tersebut dianggap dapat mendukung aktivitas perdagangan maupun pengembangan usaha.

Namun, setiap keputusan finansial tetap memerlukan pertimbangan yang realistis. Kemampuan memahami risiko dan menyesuaikan strategi dengan kondisi keuangan menjadi hal penting untuk menjaga kestabilan ekonomi.

6. Sabtu Pon

Sabtu Pon memiliki nilai neptu 16, yang berasal dari hari Sabtu dengan nilai 9 dan pasaran Pon bernilai 7.

Kegigihan dan semangat untuk terus berusaha menjadi karakter yang menonjol dalam penafsiran weton ini. Sabtu Pon digambarkan sebagai pribadi yang tidak mudah menyerah ketika menghadapi hambatan dalam mencapai tujuan.

Dalam urusan pekerjaan dan bisnis, mereka dipercaya memiliki kemauan untuk mencoba pendekatan baru serta memperbaiki strategi ketika menemui kesulitan.

Ketekunan tersebut dapat menjadi modal untuk mengembangkan kemampuan dan meningkatkan kualitas hasil kerja. Dengan komitmen yang konsisten, seseorang memiliki kesempatan lebih besar untuk belajar dari pengalaman dan memperbaiki pencapaiannya.

7. Minggu Kliwon

Minggu Kliwon mempunyai neptu 13, hasil penjumlahan hari Minggu bernilai 5 dan pasaran Kliwon bernilai 8.

Weton ini dikaitkan dengan karisma, kemampuan menjalin hubungan, dan kecakapan membaca situasi. Pemiliknya digambarkan mampu membangun komunikasi yang baik serta menyesuaikan langkah ketika menghadapi perubahan.

Karakter tersebut dipercaya dapat mendukung perkembangan usaha maupun perjalanan karier, terutama ketika seseorang perlu bekerja sama dengan banyak pihak dan mengambil keputusan penting.

Kemampuan menilai keadaan secara cermat juga dapat membantu mengenali peluang sekaligus menghindari risiko yang tidak perlu. Pada akhirnya, hasil yang dicapai tetap bergantung pada tindakan, keterampilan, dan kondisi yang dihadapi masing-masing individu.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho