← Beranda
Dijuluki Balungan Sugih, 7 Weton Ini Dikaitkan dengan Rezeki dan Kesuksesan
Irfan Ferdiansyah• Kamis, 15 Oktober 2026 | 05.49 WIB
seseorang yang rezekinya mengocor deras./Freepik/specialday_studio

JawaPos.com – Dalam tradisi masyarakat Jawa, weton masih menjadi salah satu bagian budaya yang digunakan untuk mengenali karakter dan menafsirkan perjalanan hidup seseorang. Weton merupakan perpaduan antara hari dalam kalender Masehi dan pasaran Jawa yang terdiri dari Legi, Pahing, Pon, Wage, serta Kliwon.

Melalui perhitungan primbon Jawa, sejumlah weton dipercaya memiliki karakter yang berkaitan dengan kemudahan mencari penghidupan, membangun hubungan sosial, hingga mencapai kestabilan ekonomi. Salah satu istilah yang dikenal dalam kepercayaan tersebut adalah balungan sugih, yang secara umum dikaitkan dengan gambaran kehidupan berkecukupan.

Kepercayaan mengenai weton dan rezeki telah menjadi bagian dari warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Meski begitu, penafsiran tersebut tidak bisa dijadikan jaminan bahwa seseorang akan kaya atau selalu memperoleh keberuntungan sepanjang hidupnya.

Dilansir dari kanal YouTube Ngaos Jawa, terdapat tujuh weton yang disebut memiliki peruntungan baik dalam urusan rezeki menurut primbon Jawa. Berikut daftar weton beserta karakter yang dikaitkan dengan kehidupan sejahtera.

Baca Juga: Rezeki Mengalir Tanpa Henti, 7 Weton Jawa Ini Dipercaya Berpotensi Hidup Makmur

1. Jumat Legi

Jumat Legi dipercaya memiliki daya tarik sosial yang membuat pemiliknya mudah menjalin hubungan dengan orang lain. Mereka digambarkan sebagai pribadi yang ramah, pandai berkomunikasi, dan mampu menciptakan suasana nyaman di lingkungan sekitarnya.

Dalam urusan pekerjaan maupun usaha, kemampuan membangun relasi dapat menjadi modal penting untuk membuka kesempatan baru. Kepercayaan yang tumbuh dari hubungan baik juga bisa membantu seseorang memperoleh dukungan ketika menghadapi kesulitan.

Menurut penafsiran primbon yang dikutip, keberuntungan Jumat Legi turut dikaitkan dengan sikap ringan tangan dan kesediaan membantu sesama. Nilai kebaikan tersebut menjadi pengingat bahwa hubungan yang sehat dapat memberikan manfaat dalam kehidupan sosial maupun profesional.

2. Rabu Pahing

Pemilik weton Rabu Pahing digambarkan mempunyai kecerdasan, pemikiran tajam, dan kemampuan mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum bertindak. Karakter tersebut dipercaya mendukung mereka dalam mengenali peluang yang berpotensi memberikan hasil positif.

Dalam kehidupan profesional, kemampuan membaca situasi dan mengambil keputusan secara tepat dapat membantu seseorang menghadapi persaingan. Sikap yang tidak mudah tergoda oleh keuntungan sesaat juga menjadi nilai penting ketika mengelola keuangan.

Primbon yang dikutip menghubungkan Rabu Pahing dengan peluang memperoleh rezeki melalui usaha dan kesempatan yang tidak terduga. Namun, keberhasilan dalam praktiknya tetap memerlukan perencanaan, ketekunan, serta pertimbangan yang matang.

3. Minggu Kliwon

Minggu Kliwon sering digambarkan sebagai weton yang memiliki jiwa kepemimpinan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya. Pemiliknya dipercaya mampu menjadi tempat bertukar pikiran atau sosok yang diandalkan ketika orang lain membutuhkan bantuan.

Karakter tersebut dapat mendukung peran seseorang dalam keluarga, komunitas, maupun dunia kerja. Kemampuan memahami kebutuhan orang lain dan membangun kepercayaan juga menjadi bekal penting ketika menjalankan usaha atau memimpin sebuah tim.

Dalam penafsiran primbon yang disebutkan, rezeki Minggu Kliwon dikaitkan dengan manfaat yang diberikan kepada orang lain. Pandangan ini menekankan bahwa kesuksesan tidak hanya berkaitan dengan harta, tetapi juga dengan kontribusi positif bagi lingkungan.

4. Kamis Wage

Kamis Wage dipercaya memiliki karakter sabar, tekun, dan mampu mengendalikan pengeluaran. Mereka digambarkan lebih menyukai proses yang stabil daripada mengejar hasil besar dengan cara terburu-buru.

Sifat tersebut dapat menjadi modal untuk membangun kehidupan finansial yang lebih teratur. Konsistensi dalam bekerja, kebiasaan menyisihkan pendapatan, serta kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan dapat membantu seseorang menjaga kestabilan ekonomi.

Dalam kepercayaan primbon Jawa, Kamis Wage juga dikaitkan dengan kemampuan mengembangkan hasil kerja secara bertahap. Apabila dibarengi dengan pengelolaan keuangan yang baik, kebiasaan tersebut dapat mendukung tercapainya kesejahteraan dalam jangka panjang.

5. Selasa Pon

Selasa Pon digambarkan sebagai weton dengan semangat tinggi, kemampuan memimpin, dan kecenderungan menyukai tantangan. Perpaduan karakter tersebut dipercaya mendukung pemiliknya ketika menghadapi perubahan dan mencari kesempatan baru.

Dalam dunia usaha, keberanian mengambil inisiatif dapat membantu seseorang mengembangkan ide serta memperluas peluang. Namun, keberanian tersebut perlu disertai kemampuan menganalisis risiko agar keputusan yang diambil tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Menurut penafsiran yang dikutip, keberuntungan Selasa Pon lebih digambarkan sebagai hasil dari proses panjang yang dibangun melalui kerja keras dan konsistensi. Pesan yang dapat diambil adalah pentingnya menjaga kedisiplinan serta terus belajar dalam mengembangkan kemampuan.

6. Sabtu Pahing

Sabtu Pahing dikaitkan dengan karakter karismatik, percaya diri, dan mudah membangun hubungan dengan orang lain. Dalam sejumlah penafsiran tradisional, karakter tersebut dianggap dapat membantu pemiliknya memperoleh kepercayaan dan memperluas jaringan pergaulan.

Hubungan sosial yang terjaga dengan baik bisa membuka kesempatan untuk berkolaborasi, mengembangkan usaha, atau mendapatkan informasi mengenai peluang pekerjaan. Kepercayaan dari orang lain juga dapat menjadi modal penting dalam membangun kerja sama jangka panjang.

Primbon yang menjadi rujukan artikel ini menggambarkan Sabtu Pahing sebagai weton yang berpotensi memperoleh rezeki melalui berbagai kesempatan. Meski demikian, menjaga kejujuran, memenuhi komitmen, dan bekerja secara konsisten tetap menjadi hal penting dalam mempertahankan kepercayaan.

7. Senin Legi

Senin Legi digambarkan sebagai weton yang berkaitan dengan kestabilan hidup dan keharmonisan keluarga. Dalam penafsiran tradisional, kesejahteraan tidak hanya diukur melalui jumlah harta, tetapi juga melalui suasana rumah yang nyaman dan hubungan keluarga yang terjaga.

Pemilik weton ini dipercaya dapat menemukan peluang penghidupan melalui lingkungan terdekat, termasuk usaha keluarga atau kegiatan ekonomi yang dijalankan dari rumah. Apabila dikelola secara terencana, usaha semacam itu dapat menjadi salah satu sumber pendapatan.

Selain itu, keharmonisan dalam keluarga dapat membantu menciptakan lingkungan yang mendukung seseorang ketika menghadapi tantangan. Meski demikian, keadaan ekonomi tetap dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk kesempatan, keterampilan, dan cara mengatur keuangan.

Itulah tujuh weton yang dikaitkan dengan istilah balungan sugih dalam penafsiran primbon Jawa. Kepercayaan tersebut merupakan bagian dari tradisi budaya yang menarik untuk dipahami, tetapi bukan kepastian mengenai nasib seseorang. Kerja keras, pengelolaan keuangan, sikap bertanggung jawab, dan kemampuan memanfaatkan peluang tetap berperan penting dalam membangun kehidupan yang sejahtera.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho