
Pertunjukan musikal tuli bertajuk JEMARI.
JawaPos.com - Pertunjukan musikal tuli bertajuk JEMARI digelar di Komunitas Salihara, Jakarta Selatan. Pentas seni ini digelar dalam rangka merayakan Hari Disabilitas Internasional.
Produser Musikal JEMARI, Pascal Meliala mengatakan, pentas ini bukan sekadar seni. Melalui pertunjukan ini, pesan tentang kesetaraan semua orang memiliki ruang yang sama di dalam kehidupan disampaikan kepada penonton.
“Di Hari Disabilitas Internasional, kita diingatkan bahwa inklusivitas bukan soal memberi ruang kepada mereka yang berbeda. Karena memberi ruang berarti ruang itu milik kita, dan orang lain hanya numpang lewat,” kata Pascal dalam keterangan tertulis, Rabu (10/12).
Ia mengungkapkan, tingginya antusiasme dari berbagai latar belakang dan usia karena pertunjukkan kekompakan, perpaduan bahasa isyarat, musik, gerak, dan teater. Pertunjukan meninggalkan kesan emosional mendalam karena mampu membawa penonton masuk ke ruang inklusivitas sebagai suatu pengalaman yang bisa dirasakan.
“Malam ini, mereka (teman-teman tuli) tidak diberi panggung. Mereka memiliki panggung ini bersama kita, jadi tak ada pemisahan,” imbuhnya.
Pascal menegaskan, JEMARI tidak hanya menandai debut kolaborasi musikal antara dunia Dengar dan Tuli, tetapi juga mengingatkan bahwa berbagi ruang adalah fondasi dari terciptanya kesetaraan dan kolaborasi.
Melalui pertemuan dua bahasa antara dunia Dengar dan Tuli, musikal ini menghadirkan satu panggung untuk satu tujuan yang sama: bercerita dan membuktikan bahwa inklusi bukan sekedar konsep, melainkan pengalaman nyata yang dapat dihidupkan, dirayakan, dan ditularkan kepada lebih banyak orang.
“Yang benar adalah membagi ruang. Ruang yang sama, ruang yang setara.
Ruang tempat setiap orang Dengar atau Tuli berdiri sebagai manusia yang punya mimpi, suara, dan cara berbahasa yang mungkin berbeda, tapi sama berharganya,” paparnya.
Dengan segala kemeriahan dan antusiasmenya JEMARI Fantasi Tuli mencetak sejarah sebagai komunitas Tuli pertama di Indonesia yang menampilkan produksi musikal berskala penuh secara mandiri.
“Pencapaian ini merupakan sebuah tonggak penting dalam membangun ekosistem seni yang inklusif dan memberikan ruang bagi bakat pelaku seni Tuli untuk bersinar,” tutup Pascal.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Thailand vs Singapura di Semifinal Piala AFF 2026, Gajah Perang Unggul Agregat 3-1
