
Buaya berkalung ban luara sepeda motor yang saat ini dicari-cari
JawaPos.com – Pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulteng meminta dan berharap sepenuhnya kerja sama dari semua pihak, khususnya masyarakat agar segera untuk melapor jika melihat buaya 'berkalung' ban atau mengetahui posisi saat reptil bertubuh besar itu sedang berjemur. BKSDA telah menyiapkan perangkap khusus untuk menangkap reptil yang hidup di dua alam ini.
“Kami juga keterbatasan personil dan tidak mungkin kita mengikuti terus dimana buaya itu jalan, paling tidak ada informasi dari warga, baru kita turun,” kata Kasubag TU BKSDA Sulteng, Mulyadi Joyomartono kepada Radar Sulteng (Jawa Pos Group), Jumat (8/12).
Padahal kata Mulyadi, sebelumnya sudah ada yang ingin menolong buaya ini, salah satu komunitas dari Pulau Jawa. Tetapi sejak mereka berada di Palu, buaya ini malah tidak menampakkan tubuhnya sekalipun ke daratan. Banyak orang yang menyimpulkan saat itu buaya sudah memiliki feeling.
“Rencana untuk evakuasi saya kira sulit, karena tidak mungkin kita tahu pergerakannya, jadi bantuan masyarakat dibutuhkan,” sebutnya.
Mulyadi memang membenarkan bahwa ban yang di lehernya bisa saja membahayakan nyawa buaya ini. Karena tubuh buaya pasti akan semakin membesar, dan kondisi ban akan seperti begitu saja ukurannya.
Dengan munculnya kembali buaya “berkalung” ban ini dan jelas kebenarannya, Mulyadi berencana akan menyusun tim bagaimana untuk penanganan selanjutnya.
“Perangkapnya ini bongkar pasang, buka tutup pintunya menggunakan labrang, disiapkan umpan, kapan dia masuk tinggal lepas,” ujarnya.
Alat perangkap buaya ini seperti kotak besi, semuanya ada 4 kotak, masing-masing kotak dengan panjang 125 centimeter. Sehingga kata Mulyadi, jika melihat panjang buaya “berkalung” ban itu bisa membutuhkan tiga kotak besi. Perangkap ini juga terbilang sangat berat, tujuannya untuk mencegah jika buaya memberontak ketika ditangkap. Perangkapnya masih bisa bertahan dan tidak mudah rusak.
“Dengan berat begini juga terkendala dengan mengangkatnya kesana-kemari, mobilenya pasti susah, apalagi buaya ini tidak menetap di suatu tempat,” jelas Mulyadi.
Dia mengungkapkan, ketika beberapa hari terakhir sudah banyak keluhan masyarakat terkait konflik satwa khususnya buaya, pihaknya sudah mulai mengadakan kandang perangkap dan sling untuk menjeratnya. Alat perangkap ini didesain khusus, tidak melukai, aman untuk satwa dilindungi tersebut.
“Kalau sudah terperangkap kita lakban mulutnya, tutup matanya, tinggal bannya yang dipotong,” tutup Mulyadi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Catatan Buruk Los Che Bisa Berlanjut di El Sardinero
Prediksi Skor Atalanta vs Venezia: La Dea Diburu Krisis, Tim Tamu Lebih Mengenaskan
Prediksi Skor Troyes vs Marseille: Les Phoceens Bidik Pesta Gol, Misi Keluar dari Zona Degradasi!
Prediksi Skor Real Betis vs Osasuna: Rekor Pertemuan Berpihak kepada Los Verdiblancos
Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Real Sociedad vs Deportivo La Coruna: Tuan Rumah Bidik Kemenangan di La Liga
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Freiburg vs Schalke 04 di Bundesliga: Tim Tamu Punya Misi Memutus Tren Buruk

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022