Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 Mei 2018 | 09.15 WIB

Mata Air Alami Rasa Minuman Bersoda di Pulau Tidore

RASA BARU: Sudirman, warga Tidore mencicipi mata air yang berasa minuman bersoda. - Image

RASA BARU: Sudirman, warga Tidore mencicipi mata air yang berasa minuman bersoda.

Pulau Tidore dikenal dengan sejumlah mata air alaminya. Baik yang panas maupun dingin. Namun satu mata air di Dusun Tokici, Kelurahan Jiko Cobo, terbilang beda dengan lainnya.


Fakhruddin Hi Abdullah, Tidore


Masyarakat setempat menyebutnya Air Walanda maupun Ake Kofi. Mata air alami yang muncul dari rekahan bebatuan vulkanik itu kabarnya memiliki rasa yang unik. Mirip minuman bersoda. Untuk membuktikan apa yang disebut-sebut orang itu, Malut Post (Jawa Pos Group) pun berkunjung ke lokasi itu.


Perjalanan ke Jiko Cobo di Tidore Timur itu Malut Post ditemani Sudirman, seorang warga Tidore. Warga itu sangat mengetahui perjalanan ke Ake Kofi.


Dari Soa Sio, Ibu Kota Tidore Kepulauan, jarak ke Jiko Cobo sekitar 22 kilometer. Mata air tersebut letaknya di tepi pantai. Saat laut pasang Ake Kofi pun terendam air laut.


Di atas pukul 14.00, air laut sudah sangat surut. Lokasi tempat Ake Kofi itu namanya Dusun Tokici, bagian dari Kelurahan Jiko Cobo. Kondisi jalan menuju Ake Kofi masih alakadarnya. Bahkan masih ada warga yang membuang sampah di sekitar situ.


Lokasi mata air yang bikin penasaran itu berupa kumpulan batuan vulkanik. Tak ada pasir, meski letaknya di tepi pantai. Mendekati mata air, terdengar bunyi gelembung air memecah ke permukaan.


Ake Kofi berbentuk kolam seluas 3x3 meter. Kedalamannya sekira 30 sentimeter. Bunyi gelembung berasal dari rekahan batu maupun dari kedalaman air. Sudirman mempersilakan mencicipi air itu sendiri.


Begitu mengenai lidah, dingin air langsung terasa. Diikuti rasa manis dan kesemutan di lidah. Mengingatkan pada minuman-minuman bersoda. Penulis tak bisa menyembunyikan kekaguman. "Subhanallah,".


Ali Gula,30, warga Dusun Tokici mengemukakan, keberadaan Ake Kofi sudah sangat lama. Hanya saja tidak terpublikasikan secara luas. "Beberapa tahun lalu ada tim yang turun meneliti air panas di Tidore dan mereka pun mengambil sampel di Ake Kofi ini. Tapi sampai sekarang kami belum tahu hasil penelitiannya,” katanya.


Menurut Ali, Ake Kofi disebut juga Air Walanda. Ceritanya, beberapa tahun silam ada warga Belanda yang bermukim cukup lama di Kelurahan Kalaodi. Lelaki Belanda itu kerap ke Ake Kofi hanya untuk mandi.


"Tapi orang sini banyak yang menyebutnya Ake Kofi, sehingga di dekat Tokici ini ada dusun yang diberi nama Dusun Ake Kofi, yang diambil dari nama mata air itu. Meski begitu air tersebut berada di wilayah Tokici," tuturnya.


Selain memiliki rasa yang unik, air alami itu juga dipercaya mengobati sejumlah penyakit, seperti penyakit kulit, gatal-gatal, pegal, hingga sakit mata. Rencananya Ake Kofi ini akan dijadikan sebagai destinasi wisata.


Sebelumnya, Ake Kofi sering dikonsumsi warga sekitar untuk minum dan mandi. Namun setelah pembuatan sumur yang airnya dialirkan ke rumah-rumah warga, Ake Kofi sudah jarang dikunjungi. "Sekarang hanya digunakan untuk mandi orang yang sakit kulit, gatal dan penyakit mata,” katanya.


Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore