Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 Juni 2018 | 13.00 WIB

Versi Si Pacar, Ini Kronologi Meninggalnya Suporter Cantik Persija

Pacar SR, suporter Persija yang meninggal beberapa waktu lalu, membeberkan kronologis meninggalnya SR. - Image

Pacar SR, suporter Persija yang meninggal beberapa waktu lalu, membeberkan kronologis meninggalnya SR.

JawaPos.com - Kasus meninggalnya salah seorang suporter Persija Jakarta, SR, 23, hingga kini belum menemukan titik terang. Senin (25/6) lalu, Tim Kuasa Hukum Keluarga SR menyambangi kepolisian terkait kelanjutan kasus SR.


Diberitakan JawaPos.com akhir pekan kemarin, kuasa hukum SR, Denis, menyebut jika kliennya meregang nyawa usai acara nobar Persija. Masih menurut keterangannya, SR diakui Denis sempat terlibat cekcok dengan sang pacar.


Menanggapi hal ini, pacar korban, Muhammad Nurul Tharez membeberkan kronologi kejadian meninggalnya SR. Berikut paparanya:


1. Kronologi kejadian bermula dari awal dia bertemu saya. Saya menjemputnya di rumah pada sore hari sekitar jam setengah 6 dari rumah SR, saya meminta izin kepada orang tuanya untuk mengajaknya pergi.


Lalu saya ajak dia nonton bareng (nobar) di wilayah Ciputat. Selesai nobar saya mengajaknya untuk briefing organisasi wilayah Jakmania Pondok Cabe dan dilanjut dengan briefing pemantapan acara milad korlap ke-14.


Kebetulan juga direncanakan di Ciputat. Setelah selesai saya pamit untuk mengantar SR pulang. Saya sempat bersalaman dan berpamitan dengan kawan-kawan. Termasuk dengan rekan korlap yang kebetulan terdapat anggota korlap wanita di situ.


2. Saya berangkat pulang untuk mengantar SR pukul 01.05. Dalam perjalanan, saudari SR marah dan cemburu kepada saya. Penyebabnya karena saya berpamitan dengan salah satu anggota korlap yang wanita.


Saya dan SR di atas kendaraan sepeda motor cekcok dan berdebat. Keadaan semakin meruncing karena SR membahas kembali masalah lampau antara saya dan dia.


Saudari SR yang marah kemudian melepaskan helm dan jaket yang dia kenakan. Dia mengancam dan mencoba untuk melompat dari motor sampai dengan saya isi bensin.


3. Selepas isi bensin, saudari SR yang masih emosi lompat dari motor di sekitar Indomaret sebelum Rumah Sakit Medika sekitar pukul 01.40 WIB. Saya tidak terlalu merasakan kejadian SR melompat karena memang tengah fokus membawa motor.


Mengetahui SR telah lompat, saya dibantu oleh orang-orang di sekitar Indomaret menggotong SR ke pinggir jalan lalu membawanya ke RS Medika. Namun RS Medika tidak dapat untuk menangani luka SR, kemudian saya berinisiatif untuk membawa SR ke RS dr. Suyoto menggunakan grab car.


Sesampainya di RS dr. Suyoto, SR dinyatakan sudah meninggal dunia.


4. Saya pun masih mengurus proses kepulangan jenazah SR ke rumah duka dan mengikuti tahlilan sampai dengan hari ke-7 di rumah duka.


Sampai dengan hari raya Idul Fitri kemarin pun saya masih tetap mengunjungi keluarga SR walaupun saya sangat menyayangkan sikap keluarga SR yang membuat laporan polisi terkait perkara ini.


5. Saya sebagai warga negara sadar betul bahwa merupakan hak setiap orang untuk membuat laporan polisi terkait suatu tindak pidana. Akan tetapi saya sangat menyayangkan sikap keluarga SR maupun kuasa hukumnya yang seolah-olah menggambarkan saya adalah pelaku yang menyebabkan hilangnya nyawa SR.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore