
Pak Eko menunjukkan beberapa benda tajam yang biasa dilempar ke balok kayu. Video melempar itu menjadi viral
JawaPos.com - Bagi kebanyakan orang, kurang lengkap rasanya hidup berumah tangga tanpa kehadiran buah hati. Itu juga yang dirasakan oleh AKP Eko Hari Cahyono, polisi yang viral karena ketangkasannya melempar berbagai benda tajam. Namun, puluhan tahun mengarungi mahligai rumah tangga, Eko masih belum dikarunai momongan oleh Yang Maha Kuasa.
Saat ditanya JawaPos.com, soal buah hatinya, Eko tetap menjawab santai. Sama sekali tidak ada beban saat Eko menjawab pertanyaan itu. Meskipun jika kita mendengar jawabannya, bisa jadi hati ini langsung terasa getir. ”Alhamdulillah sampai saat ini belum diberi kepercayaan (diberi momongan), mas. Setiap hari bisa pacaran sama istri,” kelakar Eko.
Menikahi Ipda Isro’iyah pada 1996 silam, Eko menganggap hidupnya tetap berwarna meski tanpa anak. Eko tetap legowo. Walau dalam hati kecilnya, ingin memiliki anak. Dia masih bisa bahagia karena sang istri selalu memberikan support atas apa yang dia lakukan.
Itulah kenapa, bagi Eko, siapapun bisa jadi anaknya. Para siswa yang dilatihnya juga dianggap layaknya anak kandung sendiri. Makanya, dia dikenal begitu dekat saat menjadi instruktur. Eko sangat dihormati saat bertugas, sekaligus menjadi teladan layaknya ayah bagi siswa-siswanya di luar masa pendidikan.
Para siswa itulah yang selalu membuat Eko tersenyum. ”Anak saya itu ada banyak. Bisa dibilang saya ini papi sejuta anak, semiliar cucu. Ya anak-anak yang saya latih itu,” tambah Eko lalu tersenyum.
Selain para siswanya, Eko juga menganggap para bocah yang mengisi suara pada videonya sebagai anak sendiri. Itu loh, anak-anak yang meneriakkan: Masook Pak Eko, pada video yang viral. Keakraban yang hangat itu terlihat jelas saat Eko bercengkrama dengan bocah-bocah itu.
Eko juga sering memberi petuah kepada mereka agar tetap rajin belajar. Sebaliknya, para bocah yang juga tinggal di komplek rumah dinas Pusdik Sabhara Polri itu, juga sangat lengket dengan Eko.
Eko mengatakan, dia selalu bersyukur dengan segala kondisi yang dimilikunya saat ini. Sudah tak terhitung penghargaan yang diterima karena keterampilan yang dimilikinya sebagai anggota polisi. Baginya, penghargaan terbesar adalah hidupnya saat ini.
”Saya bisa sehat itu penghargaan. Bisa ngelatih anak-anak itu penghargaan. Alhamdulillah,” ucap polisi asal Ponorogo itu.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
