
JUARA: Hero Tito, atlet tinju dari Kabupaten Malang yang harus jadi sopir taksi untuk menyambung hidupnya.
Di tengah gegap gempita dan cerita bonus 'wah' atlet Asian Games, masih ada atlet prestasi internasional yang hidup dalam kesederhanaan. Bahkan tak jarang, mereka harus merogoh kocek untuk bertanding. Salah satunya adalah Hero Tito, juara tinju dunia kelas ringan.
Dian Ayu Antika Hapsari, Malang
Penuh takzim, Hero Tito, 32, meminta restu Bupati Malang, Rendra Kresna, sebelum berangkat ke Jakarta, belum lama ini. Berpakaian rapi, dengan jas hitam dan sepatu mengkilat dan didampingi tokoh pemuda Malang, Zulham Akhmad Mubarok, optimisme tampak jelas terpatri di wajah Hero.
Peraih sabuk juara dunia kelas Lightweight atau ringan (61,2 kg) versi badan dunia WPBF (World Professional Boxing Federation) ini, akan terbang ke Tiongkok untuk merebut gelar World Boxing Council (WBC) Asian.
Sebelum bertanding dengan sang juara bertahan, Zhimin Wang, 28 September mendatang, bapak dua anak ini akan mengikuti karantina di Jakarta.
Prestasinya memang cukup mentereng, namun siapa sangka, bapak dua anak ini bisa dibilang menjalani kehidupan yang cukup keras. Bukan hanya latihan demi latihan saja, namun juga kondisi ekonominya yang bisa dibilang pas-pasan dan jauh dari kata mewah.
Sehari-hari, pemilik nama asli Heru Purwanto ini bekerja sebagai sopir taksi online. Hero tinggal di sebuah rumah sederhana bersama ibunya, Kusmiati, 56. Laki-laki ini juga tinggal dengan keluarga kakaknya.
Rumah sempit itu, harus menampung delapan anggota keluarga sang juara dunia. Alat yang digunakan Hero untuk berlatih juga berimpitan dengan barang-barang rumah tangga. Tak jarang Hero berlatih di dalam ruang tamu yang berukuran 6x3 meter dengan alat seadanya. "Kakak saya juga petinju, dia yang mendukung saya," paparnya.
Hero memiliki motivasi yang tinggi untuk memburu gelar juara dunia dari berbagai badan tinju bergengsi. Sejak bertinju di usia 12 tahun, Hero telah berhasil meraih berbagai penghargaan baik amatir maupun profesional.
Diantaranya, mantan juara nasional selama empat kali di kelas 57,1 kilogram versi KTPI dan KTI dan di kelas junir 58,9 kilogram versi KTPI dan KTI.
Dia mengawali prestasi di tinju amatir di ajang Kejurda. Medali emas di kelas Layang Ringan 45 kilogram juga pernah diraihnya di usia belia. Karir tinju amatir Hero Tito banyak dilakoni di Pulau Kalimantan sebelum menempuh jalur profesional dan kembali ke Malang.
Dulunya, dia berlatih di Sasana D’kross Malang dan sekarang di Armin Tan Gym, Jakarta. Pemusatan latihan biasanya sebulan penuh jelang pertandingan penting. "Selebihnya saya ya tinggal di desa ini, bekerja menyambung hidup,'' ujar Hero datar.
Petinju bergaya ortodok ini pemilik rekor 42 kali naik ring, 27 menang (11 KO/4 TKO) dan kalah sebanyak 12 kali (4 KO). Ilmunya dalam adu pukul paling banyak didapatkan ketika mengikuti latihan di luar negeri sebagai sparring partner dan bahkan diantaranya dia pernah dilatih oleh pelatih profesional seperti Craig Christian dari Australia.
"Hampir 20 tahun lebih saya menjadi petinju, saya sudah telanjur cinta dengan profesi ini walau kenyataannya belum bisa dijadikan sumber nafkah bagi keluarga," katanya lirih.
Sembari terus meniti karir di dunia tinju profesional, Hero sempat menjadi tukang parkir, satpam, jadi pelatih tinju personal, hingga menjadi staf honorer di Pemkot Malang sebelum akhirnya kontrak kerjanya berakhir. "Sudah banyak yang menjanjikan ini itu. Tapi kenyataanya ya seperti sekarang ini, semua harus saya jalani sendiri," curhatnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022