
Pejabat Fungsional Perekayasa Utama PATGTL, Badan Geologi Rustam menjelaskan adanya lubang misterius akibat pergerakan tanah yang terjadi di Sukabumi, di ruang PATGTL Bandung, Senin (10/9).
JawaPos.com - Lubang misterius yang menghebohkan warga Sukabumi pada Kamis (6/9) lalu, merupakan peristiwa dari pergerakan tanah sehingga pesawahan ambles. Selain lubang ditemukan juga terowongan yang menjadi penyebab tanah amblas.
Pejabat Fungsional Perekayasa Utama Pusat Air Tamah Geologi Tata Lingkungan (PATGTL) Badan Geologi Rustam mengatakan tanah ambles terjadi pada lahan sawah berbentuk oval dengan dimensi panjang 6,5 meter, lebar 4 meter, dengan kedalaman 6 meter. Lokasi titik tanah ambles persis di atas terowongan tanah yang dialiri air sepanjang 50 meter.
"Dengan mulut outlet tinggi terowongan 3,2 meter dan lebar 2,5 meter, melintas dari arah Barat Laut menuju Tenggara yaitu sungai Cigalunggung," kata Rustam di Ruang PATGTL, Badan Geologi, Bandung, Senin (10/9).
Berdasarkan pengamatan di lapangan, kata Rustam penyebab terjadinya amblas adalah adanya terowongan tanah yang melintas tepat di bawah lubang tanah yang ambles.
"Jadi terowongan itu tanpa konstruksi penguat pada dinding dan atapnya. Kemudian dinding dan atap terowongan tanah tersebut sedikit demi sedikit tergerus oleh aliran air sehingga menyebabkan adanya rongga bawah tanah," paparnya.
Akibatnya terowongan itu semakin besar dan tidak kuat menahan beban tanah di atasnya. Selain itu juga mengalami penambahan tingkat kejenuhan tanah akibat mulai turunnya hujan.
Namun, perihal terowongan disebut buatan atau alami adanya persepsi yang berbeda dari masyarakat dan tim Badan Geologi. Pasalnya warga setempat menyebut terowongan itu merupakan buatan namun pihaknya menganalisa adalah kejadian alami.
"Informasi setempat, itu adalah lubang buatan namun dilihat tanpa konstruksi, kalau buatan Belanda mungkin adanya batuan keras tapi ini lunak. Kalau saya cenderung proses geologi, bertahun tahun atau ratusan tahun," ungkapnya.
Walaupun adanya perbedaan, bukan masalah. Hanya saja ke depannya harus adanya tindakan pembersihan dumbatan tanah amblas dan sampah pasa terowongan agar aliran tetap terjaga. "Kalau ditutup tidak mungkin, karena otomatis aliran air tersembat. Aliaran harus tetap jalan, jadi penimbunan (terowongan) tidak tepat dan akan menimbulkan masalah lain," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022