
Waduk Jatigede, Desa Cipaku, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (16/9). Akibat musim kemarau, air di Waduk Jatigede surut sekitar 300 meter dari empat bulan yang.
JawaPos.com - Sudah tiga tahun Waduk Jatigede, Sumedang, Jawa Barat diresmikan. Pada akhir Agustus 2015 lalu, bendungan itu mulai diisi air hingga menenggelamkan 26 desa yang sebelumnya terkenal produktif karena warganya bermata pencaharian sebagai petani.
Keberadaan waduk tersebut bukan hanya bertujuan mengatasi masalah sumber daya air di wilayah Cirebon, Indramayu, dan Majalengka. Namun juga akan menjadi sumber tenaga bagi PLTA dengan kapasitas hingga 1.110 megawatt.
Sayangnya, di tahun ketiga ini, maksud dan fungsi itu belum terwujud. Masyarakat Sumedang, khususnya warga yang terdampak atau orang terdampak (OTD) belum kunjung merasakan manfaatnya.
Pantauan JawaPos.com di lokasi, Senin (17/9), waduk mengalami kekeringan hingga airnya surut dan memunculkan kembali tanah desa yang ditenggelamkan. Beberapa penduduk terlihat berlalu lalang melakukan aktivitas di lembah bendungan.
Alih-alih mendapat keuntungan dari rencana pemerintah, mereka justru semakin merugi. Hidup di tengah kesulitan, seperti makan dan memenuhi kebutuhan. Masyarakat juga harus menanggung kelangkaan air yang terjadi pada puncak musim kemarau ini.
“Air kita disumbang. PAM sama sekali nggak ada. Tapi memang nggak bisa disalahin, karena kemarau, di atas juga mungkin kering. Memang nggak cukup (airnya),” ujar Mansyur, 58, warga Desa Cipaku.
Umurnya yang sudah tak lagi muda tak menyulutkan niatnya untuk memenuhi kewajiban sebagai kepala keluarga. “Kadang-kadang saya naik motor ambil air ke bendungan pakai dirijen. Saya kan punya bekas sumur (di bekas rumah yang ditenggelamkan),” kata dia.
Pemerintah awalnya berniat agar Waduk Jatigede perlahan dapat menjadi objek pariwisata. Tetapi, hal tersebut baru akan terwujud jika segala permasalahannya selesai, termasuk persoalan ganti rugi terhadap OTD.
Sekretaris Kecamatan Darmaraja Taufik Hidayat juga sepakat bahwa waduk belum menunjukkan hasil bahkan fungsinya. “PLTA belum berpengaruh, masih dibikin. Kayaknya belum berfungsi,” tandasnya saat dikonfirmasi JawaPos.com.
Sementara itu, pihak Bendungan Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung belum bisa dimintai keterangan. Sejumlah petugas keamanan tidak mengizinkan ketika JawaPos.com mencoba menghampiri kantornya di Sumedang, Senin (17/9).
Sebagai informasi, Waduk Jatigede merupakan waduk terbesar kedua di Indonesia setelah Waduk Jatiluhur. Waduk tersebut mampu menampung 980 juta meter kubik air dengan luas permukaan waduk 41,22 kilometer persegi untuk mengairi 90.000 hektare lahan di Jawa Barat, serta juga menjadi pengendali banjir bagi kawasan seluas 14.000 hektare.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
