
UNJUK RASA: Ribuan guru honorer se kabupaten/kota se Sumbar menggelar aksi demonstrasi di halaman Gubernur Sumbar, Senin (24/9)
JawaPos.com - Ribuan guru honorer dari kabupaten/kota di Sumatera Barat (Sumbar) menggelar unjuk rasa di halaman kantor Gubernur Sumbar, Senin (24/9). Mereka menuntut penerimaan CPNS 2018 dibatalkan.
Hal ini menyusul persyaratan yang mengharuskan CPNS diterima paling tinggi berusia 35 tahun. Padahal, puluhan tahun para guru ini telah mengabdi di berbagai sekolah pelosok meski sampai usai lebih 35 tahun.
Dengan mata berkaca-kaca dan isak tangis, guru-guru honorer ini menyanyikan lagu Indonesia Raya. Secara bergantian mereka beorasi. Selain menuntut penerimaan honorer di atas usia 35 tahun, para guru ini juga meminta guru honorer kategori 2 (K2) diangkat menjadi PNS tanpa jalur tes. Hal ini karena melihat perjuangan dan perhatian pendidik terhadap generasi bangsa.
"Lima tahun lamanya moratorium. Kami dijanjikan pengangkatan, makanya kami bertahan mengajar menjadi honorer. Tapi ketika CPNS dibuka tahun ini, pengangkatan ditiadakan dan semua lewat tes. Parahnya lagi, usia honorer yang ikut dibatasi 35 tahun. Lalu kami dikemanakan? Dibuang?. Apa tidak ada keprihatinan bapak?,” kata Ketua Forum Guru Honorer Kota Padang Zul Fitra di depan peserta demo.
Para guru honorer juga mengutarakan pengabdiannya selama ini yang tak pernah diperhatikan. Bahkan, dalam tiga bulan terakhir, honorium para guru honorer belum dicairkan. Kondisi dianggap sangat timpang dibanding gegap gempita bonus yang diterima atlet Asian Games beberapa waktu lalu.
"Atlet raih emas dapat bonus yang luar biasa. Kami yang mengabdi puluhan tahun, beranak cucu tidak dapat apa-apa. Kami menunggu janji pengayoman untuk direalisasikan," tegasnya.
Demonstran lainnya, Zulkarnedi mengatakan, yang datang hari ini di halaman kantor Gubernur adalah guru honorer yang sudah mengabdi antara 15 sampai 20 tahun. "Pastinya mayoritas berusia di atas 35 tahun. Sekarang ini yang tidak bisa. Makanya kami sepakat meminta membatalkan penerimaan CPNS 2018," terangnya.
Aksi para guru honorer ini ditanggapi langsung oleh Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Burhasman, dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Sumbar Yulitar. Menurut Nasrul Abit, kebijakan penerimaan CPNS berada di tangan Badan Kepegawaian Negara dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
"Kami merasakan sulitnya kehidupan saudara. Tapi, kami di daerah hanya menerima," ujarnya di depan ribuan guru honorer.
Kendati begitu, pihaknyaberjanji, akan segera menyampaikan surat aspirasi pada pemerintah pusat. Kemudian, Pemprov Sumbar juga akan melakukan rapat bersama bupati/wali kota meminta kepala daerah memberikan perhatian yang layak terhadap guru honorer.
"Kami bicarakan dengan bupati/wali kota untuk membayar gaji yang layak bagi honorer, baik kategori satu maupun dua," ucapnya.
Meski tetap kecewa, setelah mendapat jawaban dari Wagub Nasrul Abit, para guru honorer mulai membubarkan diri mulai pukul 15.30 WIB.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Isenmulang Kalteng vs Persebaya di Super League, Green Force Berpeluang Curi Tiga Poin
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Susunan Pemain Persik vs Madura United: Reina Siapkan Strategi Terbaik
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Suahasil Buka Suara soal Pembagian Tugas Tiga Wamenkeu, Ini Fokusnya!
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang
Adhyaksa FC Bekasi Vs PSGC Ciamis: Misi Bangkit Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022