Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 September 2018 | 22.45 WIB

Demi Ayam Gratis, Nenek 115 Tahun Rela Ngantre Bersama Ribuan Warga

NENEK RENTA: Indarti, 80, dan Tasinah,115, saat dievakuasi petugas usai mendapatkan ayam gratis, Rabu (26/9). - Image

NENEK RENTA: Indarti, 80, dan Tasinah,115, saat dievakuasi petugas usai mendapatkan ayam gratis, Rabu (26/9).

JawaPos.com – Di antara ribuan pengantre pembagian ayam gratis di Pasar Jongke, Solo, Rabu (26/9) terlihat dua nenek kakak beradik yang ikut di dalam antrean tersebut. Mereka adalah Indarti dan Tasinah. Keduanya berusia cukup tua. Indarti sudah 80 tahun, sedangkan Tasinah sudah mencapai 115 tahun. 


Dengan raga tuanya, mereka masuk dalam kerumunan ribuan warga. Desak-desakan jelas tidak terelakkan. Keduanya pun sempat terjepit di antara ribuan warga tersebut. Padahal, keduanya sudah kesusahan untuk berjalan. Bahkan, Tasinah sudah bungkuk dan menggunakan alat bantu jalan berupa tongkat. Tidak hanya itu, penglihatan dan pendengarannya juga sudah mulai berkurang.


Beruntung, panitia melihat keberadaan keduanya kemudian mengevakuasi keluar dari kerumunan. Tidak hanya mengevakuasi, tetapi panitia juga memberikan dua ekor ayam potong kepada kedua nenek tersebut.


Indarti dan Tasinah bukanlah warga Solo. Mereka dari Gumpang, Sukoharjo. Keduanya nekat datang ke pembagian ayam potong gratis dengan naik bus. "Tadi ke sini naik bus, ongkosnya Rp 6.000 untuk berdua," terang Indarti kepada JawaPos.com, Rabu (26/9).


Indarti mengaku tahu adanya pembagian ayam potong gratis dari informasi warga. Banyak tetangganya yang menyampaikan jika ada pembagian ayam gratis. Dari informasi itulah, keduanya pun memberanikan diri berangkat ke Solo yang berjarak lebih dari 15 kilometer dari rumahnya. 


"Saya tahunya dari HP (ponsel) itu, katanya ada pembagian ayam gratis dan langsung berangkat ke sini," kata Indarti.


Sesampainya di lokasi pembagian yakni sekira pukul 08.00 WIB, Indarti dan Tasinah langsung masuk dalam antrean. Padahal, saat itu, antrean sudah membeludak. Rata-rata para pengantre juga sudah datang lebih awal dari jadwal pembagiannya. 


Meski susah berjalan, Tasinah mau saja digandeng adiknya Indarti untuk mengantre. Jelas keduanya tidak mungkin bisa bertahan lama di dalam antrean. Makanya saat ada panitia yang melihat, kedua nenek ini langsung diminta mau. "Tadi sempat antre di tengah, tetapi kemudian disuruh maju oleh bapak panitianya," ucapnya.


Indarti pun sudah pasrah jika nantinya kedatangannya ke Pasar Jongke tidak mendapatkan hasil (ayam). Yang pasti, dirinya sudah berusaha. Usai mendapatkan ayam potong, keduanya dievakuasi oleh petugas agar beristirahat.


Salah seorang pedagang kuliner lantas membuatkan dua teh hangat untuk keduanya. Sembari beristirahat, Indarti dan Tasinah menyeruput teh hangat tersebut. Kedua ayam yang didapatkannya itu, Indarti mengatakan akan dimasak sendiri. Mengingat, selama ini dirinya memang jarang makan daging ayam. 


"Nanti dimasak sendiri, selama ini juga jarang makan daging ayam. Alhamdulillah dapat gratis," ucapnya.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore