
ILUSTRASI: Pertumbuhan kendaraan yang tidak diimbangi dengan penambahan ruas jalan membuat lalu lintas semakin padat.
JawaPos.com – Meski penerapan program kerja dari instansi terkait sudah dilaksanakan, namun pada kenyataannya lalu lintas di Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), terutama di wilayah perkotaan dinilai masih semrawut. Hal tersebut, salah satunya terjadi lantaran perbaikan yang disasar belumlah tepat sasaran.
Lilik Wachid Budi Susilo, peneliti dari Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengatakan, permasalahan lalu lintas saling berkaitan. Seperti masalah jalan macet, infrastruktur trotoar, dan sebagainya.
"Tapi Dinas Perhubungan sudah melakukan rekayasa lalu lintas, polisi juga sudah programnya. Kenapa masih (semrawut), artinya kurang optimal dan yang kedua kemungkinan salah sasaran (perbaikan)," katanya kepada JawaPos.com, baru-baru ini.
Salah sasaran yang dimaksudkannya adalah karena menganggap akar masalahnya adalah kemacetan. Namun yang paling utama bukanlah itu. "Kota yang bagus itu mempunyai transportasi bagus. Ketika transportasi bagus, maka angkutan umumnya bagus," katanya.
Dimisalkannya Trans Jogja yang dimiliki Jogja saat ini, masih dirasa belum optimal. Sebab tidak masuk dalam prioritas utama dalam pembangunan kota. Seharusnya ketika memang serius menggarap transportasinya, angkutan umum atau Trans Jogja memiliki jalur khusus. Dicontohkannya ketika diterapkan di Jalan Kaliurang yang memiliki 2 jalur. 1 jalur khusus untuk Trans Jogja, kemudian 1 jalur untuk kendaraan pribadi, sepeda, maupun pejalan kaki.
Dengan begitu angkutan umum akan berjalan dengan baik. Tepat waktu, dan diminati oleh masyarakat untuk memakai jasanya. "Indikator keberhasilan angkutan umum itu salah satunya jumlah orang yang bisa diantarkan. Bus bisa mengantarkan 40 orang, kalau orang naik kendaraan pribadi butuh 40 mobil," kata dia.
Selain itu pula, diperlukan pembangunan infrastruktur penunjang. Terutama trotoar jalan untuk memberikan fasilitas kepada pejalan kaki. "Pembangunan trotoar jalan tidak hanya di perkotaan saja. Tapi harus dimulai dari perumahan. Orang mulai beraktivitas dari rumah, tapi tidak ada trotoar. Jadi malas jalan kaki, karena panas," ucapnya.
Sementara itu di Solo, upaya penggunaan transportasi umum terus didorong oleh Pemerintah setempat. Salah satunya dengan menghadirkan bus Batik Solo Trans atau yang biasa dikenal dengan BST.
Sampai saat ini sedikitnya sudah ada tiga koridor yang terlayani dengan armada tersebut. Koridor ini tidak hanya melintas wilayah Solo saja. Tetapi juga melintas di wilayah Boyolali, Karanganyar dan juga Sukoharjo. "Kami berharap dalam waktu dekat ini bisa mengoperasikan untuk koridor empat. Sekarang masih dalam proses pengajuan pengelolaan kepada DAMRI," terang Kepala Dishub Hari Prihatno, kepada JawaPos.com, baru-baru ini.
Hari menyebut, sampai saat ini jumlah kendaraan pribadi di Solo sudah lebih dari 700 ribu. Jumlah ini akan meningkat hingga tiga kali lipat saat jam kerja. Dan jumlahnya bisa mencapai 2 juta. Hal ini karena, banyak warga dari luar Solo yang bekerja di Solo atau melintas di Solo.
Peningkatan jumlah kendaraan pribadi ini salah satunya disebabkan mudahnya untuk mendapatkan kendaraan. Mulai dari proses dan uang muka ringan menjadi promosi yang tepat untuk menarik konsumen agar membeli kendaraan. Padahal, jumlah kendaraan yang ada sudah sangat banyak. Kondisi ini jika tidak segera diatasi maka, dalam beberapa tahun ke depan kondisi kota Solo semakin macet.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Rusia vs Nigeria: Tuan Rumah On Fire, Super Eagles Kehilangan Banyak Pemain
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Skor Belarusia vs Finlandia di UEFA Nations League: Huuhkajat Menang Tipis di Budapest
Alasan Ole Romeny Selebrasi Bawa Jersey Marselino saat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022