Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Februari 2019 | 16.50 WIB

Berdiri Sejak Zaman Belanda, Melihat Eksistensi Toko Obat Ban Seng

Toko obat Ban Seng - Image

Toko obat Ban Seng

JawaPos.com - Toko Obat Ban Seng telah menjadi toko obat yang masih mempertahankan ciri khasnya di kala semua orang memilih obat-obatan kimia. Dengan khas obat dari Tiongkok, Ban Seng pun menunjukkan keandalannya dalam menyembuhkan orang.

Berdiri Sejak 1933, salah satu penerus, Oriana menjelaskan bahwa obat-obat yang ada di Ban Seng selalu asli bahkan dapat diuji keampuhannya. Pelanggan Ban Seng pun dapat dikatakan turun menurun, sejak jaman Belanda.

"Jadi yang buka itu buyut saya, jadi dari China ke sini buka toko obat ini 1933 terus ya sampai sekarang. Ya kalau kita sih dari dulu memang seperti ini pertahanin terus keaslian, otomatis mereka percaya turun menurun sama Ban Seng, misal neneknya dulu berobat di banseng cucunya juga ikut gitu," jelasnya saat ditemui di kawasan Pancoran, Glodok, Jakarta Pusat.

Orin pun menjelaskan filosofisnya arti kata Ban Seng dalam bahasa Tiongkok Ban itu berarti ribuan, yang jika digabung Ban Seng adalah jika melakukan sesuatu ribuan kali semua hasilnya akan berhasil dan tidak ada yang gagal.

Ciri khas berobat di Ban Seng adalah ketika pasien datang, para sinshe atau tabib akan terlebih dahulu memeriksa penyakit. Yang selanjutnya akan diberikan resep obat yang langsung dibuatkan dengan teknik meracik.

"Namanya Ciak Po, campuran rempah-rempah asal China untuk memulihkan kondisi tubuh yang terserang berbagai penyakit. Ciak Po bisa dibilang vitamin. Fungsinya, buat menetralisasi bekas penyakit yang ada di dalam tubuh serta mencegah penyakit itu datang lagi," ungkapnya.

Meracik Ciak Po memerlukan sedikitnya 14 bahan rempah-rempah asal China di antaranya Lu Tong, Tan Sen, Muk Siang, Fai San, Song Pi, Ce Titing, Pai Sok, Sasem, Tu Sece, Thu Tung, Kot Ken, Cak Pei, So hu, dan terakhir Hung Co. Keempat belas bahan tersebut langsung ditimbang dengan alat yang disebut Chien baru dilakukan peracikan obat sesuai resep.

"Sinshe ya melakukan wawancara, meriksa nadi, darah kalau ada hasil lab juga bisa dibawa dikasih lihat shinsei nya. Lalu kasih obat herbal racik asli dari China semuanya natural," jelas Orin.

Namun jelang Imlek, Orin pun melihat shio Babi Tanah mendatangkan keberuntungan bagi tokonya sehingga tidak pernah dia melihat toko obat sekitar menjadi pesaing. Malahan, semua penjual toko obat dilihatnya sebagai rekan yang dapat saling membantu.

"Kita sama toko obat disekitar juga teman baik, jadi kita saling kerjasama kalau yang lain obatnya lagi nggak ada kita oper kalau disini kosong tempat yang lain yang oper ke sini. Karena rata-rata disini masih satu marga juga sih, satu kampung di China," jelasnya.

Gedung Ban Seng yang masih otentik membuat isi daripada toko ini pun begitu menarik diperhatikan, terlebih menghitung apapun masih menggunakan sempoa. Toko diakui telah mengalami renovasi walau hanya bagian dalam karena luar adalah bagian yang dilindungi Pemerintah.

"Renov pernah dulunya kan banjir, gedung jaman Belanda kan tinggi-tinggi mungkin 10 meter, dinaikin juga masih segini. Renovasi paling dalemnya ya, soalnya luar kan nggak boleh diganti dari Pemerintah luar itu. Kalau gedung masih sama, paling ganti warnanya," tutupnya.

Tidak dipungkiri, toko obatnya begitu melegenda namun Orin melihat jika tidak mengikuti kecepatan jaman Ban Seng pun akan redup. Maka dari itu, Ban Seng pun memiliki media sosial seperti Instagram dan YouTube bahkan pengiriman pun sudah bisa dengan JNE atau Tokopedia.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore