
Ipuk Fiestiandani Anas (RAMADA KUSUMA/JAWA POS RADAR BANYUWANGI)
JawaPos.com - Memimpin Banyuwangi ke depan tak akan mudah. Sebab, bupati saat ini, Abdullah Azwar Anas, telah membawa kabupaten di ujung timur Pulau Jawa itu melesat jauh.
Tapi, Ipuk Fiestiandani Anas, jika kelak menang dalam pilkada serentak pada 9 Desember, tentu tak perlu khawatir. Sebab, dia bisa belajar langsung kepada sang pendahulu itu. Setiap hari, setiap saat.
Ya, Anas, bupati Banyuwangi dua periode itu, adalah suami Ipuk. Kemarin Ipuk yang bertandem dengan Sugirah resmi diusung PDI Perjuangan sebagai calon bupati-wakil bupati (cabup-cawabup) Banyuwangi.
’’Saya sudah melihat apa yang Bapak (Anas) kerjakan. Beliau juga mentor pribadi saya. Beliau banyak memberikan masukan kepada saya,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi.
Dengan rekomendasi PDIP yang ada di tangan, duet Ipuk-Sugirah sudah memiliki kendaraan untuk mendaftar sebagai cabup-cawabup ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi. Berdasar hasil Pemilu 2019, PDIP berhasil meraih 12 kursi atau setara 24 persen dari total kursi di lembaga DPRD Banyuwangi.
Baca jugaa: Tim Kementerian PUPR Pelajari Detail Pembangunan Banyuwangi
Padahal, sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, khususnya di pasal 40 ayat (1), partai politik (parpol) atau gabungan parpol dapat mendaftarkan pasangan calon jika telah memenuhi persyaratan perolehan paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPRD atau 25 persen dari akumulasi perolehan suara sah dalam pemilu anggota DPRD di daerah yang bersangkutan.
Apalagi, selain PDIP, Ipuk sudah mengantongi rekomendasi sebagai pasangan cabup-cawabup dari DPP Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Di Banyuwangi, Nasdem berhasil meraih 5 kursi alias 10 persen dari total kursi DPRD.
Keberhasilan Anas memimpin Banyuwangi itu juga diakui PDIP yang di Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2019 sempat mengusungnya sebagai calon wakil gubernur mendampingi Saifullah Yusuf.
Buktinya, salah satu calon kepala daerah yang diusung PDIP, calon wali kota Medan yang sekaligus menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution, pernah belajar khusus di kabupaten berjuluk The Sunrise of Java tersebut. Hal itu diungkapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto.
’’Mas Bobby pernah belajar secara khusus ke Banyuwangi untuk mempelajari dan studi banding kepemimpinan Bupati Abdullah Azwar Anas,’’ ungkap Hasto.
Ipuk tentu juga sudah menyiapkan sederet program untuk menarik hati pemilih. Di antaranya, program ketahanan keluarga, pemulihan ekonomi, dan kesehatan untuk menangani imbas pandemi Covid-19.
Selain kepada sang suami, Ipuk ingin terus menggali ilmu ke daerah-daerah lain yang pembangunannya berlangsung baik dan sudah maju. ’’Sehingga menambah literasi bagi kami kalau nanti terpilih sebagai bupati Banyuwangi,’’ katanya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=lg8yQktRBcw
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Isenmulang Kalteng vs Persebaya di Super League, Green Force Berpeluang Curi Tiga Poin
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Susunan Pemain Persik vs Madura United: Reina Siapkan Strategi Terbaik
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Suahasil Buka Suara soal Pembagian Tugas Tiga Wamenkeu, Ini Fokusnya!
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang
Adhyaksa FC Bekasi Vs PSGC Ciamis: Misi Bangkit Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022