Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 31 Juli 2023 | 17.31 WIB

KA Tabrak Mobil di Jombang, Sudah Diteriaki, Luxio Jalan Terus, Sekeluarga Tewas

TAK BERBENTUK: Kondisi Daihatsu Luxio sebelum dievakuasi Minggu (30/7). Mobil bernopol Surabaya itu hancur setelah tertabrak kereta api di perlintasan tanpa palang pintu Desa Jabon, Jombang. - Image

TAK BERBENTUK: Kondisi Daihatsu Luxio sebelum dievakuasi Minggu (30/7). Mobil bernopol Surabaya itu hancur setelah tertabrak kereta api di perlintasan tanpa palang pintu Desa Jabon, Jombang.

JawaPos.com – Wahyu Supoyo tak mendengar teriakan warga. Dia tetap mengemudikan mobilnya menyeberang rel kereta api. Padahal, pada saat bersamaan, kereta api (KA) Dhoho melaju dengan kencang. Tabrakan pun tak bisa dihindari. Saking kerasnya benturan, Daihatsu Luxio yang berisi delapan orang itu hancur tak berbentuk.

Kecelakaan mengenaskan tersebut terjadi di perlintasan kereta tak berpalang di Dusun Gondekan, Desa Jabon, Kecamatan Jombang, Sabtu (29/7) sekitar pukul 23.15. Enam penumpang Luxio meninggal di lokasi kejadian. Dua lainnya mengalami luka parah.

Hasil pendataan polisi, delapan orang itu adalah satu keluarga yang berasal dari Sidoarjo. Enam korban meninggal adalah Sumiyowati, 60; Wahyu Kuspoyo, 42; Supriyaningsih, 38; Adelia, 19; AMM, 16; dan AZR 13.

Dua orang yang mengalami luka parah adalah Fikry, 22; dan AR, 11. Dua korban tersebut kemarin masih dirawat di RSUD Jombang.

Beberapa saksi mata yang ditemui Jawa Pos Radar Jombang menceritakan detik-detik kecelakaan terjadi. Irawan, 35, saksi mata, mengatakan bahwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 23.14. Awalnya, Daihatsu Luxio bernopol L 1009 XD itu melaju dari arah utara ke selatan.

Saat melintas di perlintasan kereta api tak berpalang, pengemudi mobil tidak menyadari kedatangan kereta api Dhoho Loko CC2017707 yang melaju dari arah timur atau arah Surabaya menuju Kertosono. Akibatnya, tabrakan keras terjadi. Mobil Luxio berikut seluruh penumpang di dalamnya terseret hingga sekitar 100 meter dari titik benturan.

Kesaksian senada disampaikan Ali, 30. Dia mengatakan, sebelum insiden nahas tersebut terjadi, warga di sekitar perlintasan sempat meneriaki sopir mobil bahwa ada kereta api dari arah timur. Namun, teriakan itu sepertinya tidak didengar oleh sopir. ’’Orang-orang di sini sudah teriak-teriak. Tapi, mobil tetap jalan terus,’’ kata warga Desa Jabon itu.

Saat dikonfirmasi, Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang Ipda Anang Setiyanto mengatakan, timnya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara begitu menerima laporan kecelakaan itu.

Hingga Minggu (30/7) dini hari, polisi masih melakukan upaya identifikasi dan mengumpulkan barang bukti. ”Identifikasi masih dilakukan, keluarga korban juga sudah dihubungi, dan kendaraan akan dievakuasi ke kantor satlantas,” ujar Anang.

Para petugas dari PT KAI juga turun ke lokasi kecelakaan. Humas KAI Daop 7 Supriyanto mengatakan, pihaknya bersama petugas terkait masih melakukan investigasi tentang penyebab kecelakaan tersebut. (riz/naz/c6/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore