Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Oktober 2023 | 05.07 WIB

Fakta Mahasiswi UMY Bunuh Diri Lompat dari Lantai Empat, Harusnya Konseling Psikologi Hari Ini

Petugas Polres Bantul mengecek lokasi kejadian. (Dok Polres Bantul)

JawaPos.com – Syakira Meandra Qadisah Febriana, 18, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang bunuh diri dengan lompat dari lantai 4 asrama kampus, seharusnya menjalani konseling psikologi hari ini, Senin (2/10).

Fakta tersebut diungkapkan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UMY, Faris Al-Fadhat.

Ia mengatakan bahwa kampus memiliki data mahasiswa yang mendapatkan pendampingan khusus, dalam hal ini psikologi, di mana Syakira termasuk di dalamnya.

“Mengingat riwayat kesehatan almarhumah sebelum masuk menjadi mahasiswa UMY. Tim Psikolog dibantu Konselor Sebaya yang ditugaskan telah melakukan pendampingan dan memberi rujukan untuk berkonsultasi lanjutan," kata Faris, seperti dilansir dari Radar Jogja (Jawa Pos Group), Senin (2/10).

Ia menambahkan, Syakira yang merupakan mahasiswa semester satu jurusan Ilmu Komunikasi itu, telah dijadwalkan menjalani sesi konseling lanjutan di hari di mana ia bunuh diri. Pihak kampus pun sudah menghubungi keluarga, berkaitan dengan kabar meninggalnya Syakira.

Lebih lanjut, Farid juga berkomitmen bahwa UMY akan memfasilitasi segala keperluan perawatan mendiang Syakira, mulai dari biaya rumah sakit, santunan kematian, hingga kepulangan jenazah ke kampung halaman.

“UMY melalui LPKA berkomitmen kuat dan akan terus melakukan bimbingan dan pendampingan kepada teman-teman dekat almarhumah yang membutuhkan pendampingan psikologis setelah mengetahui kejadian tersebut,” terangnya.

Diketahui sebelumnya, Syakira ditemukan jatuh dari lantai empat asrama kampus pada hari ini, Senin (2/10) sekitar pukul 6.15 WIB.

Ia dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dibawa ke rumah sakit, dan didapati mengalami sejumlah luka serius seperti luka di kepala bagian belakang, luka dalam, patah kaki kiri bagian  bawah, lecet pada kaki dan tangan.

Menurut keterangan kepolisian berdasarkan barang bukti dan keterangan saksi, Syakira melakukan bunuh diri karena mengalami depresi.

Ia diduga mengonsumsi obat bodrex sebanyak 20 biji dalam waktu bersamaan pada malam hari sebelumnya.

Setelah itu, Syakira dibawa ke rumah sakit karena mengalami muntah-muntah usai minum obat dalam jumlah banyak. Namun kemudian ia dipulangkan kembali ke asrama.

Syakira pun sempat mengirimkan pesan suara yang berisi keinginannya untuk mengakhiri hidup. Ia juga pernah berkelakar tentang apakah lompat dari lantai empat akan mati atau tidak.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore