
Pasar Kayu Muntilan yang menjadi lokasi syuting Gadis Kretek.
JawaPos.com–Serial Gadis Kretek yang telah tayang di Netflix sejak Kamis (2/11), sukses mencuri perhatian para penggemar. Serial lima episode yang dibintangi Dian Sastrowardoyo, Ario Bayu, Putri Marino, Arya Saloka, Tissa Biani, Ibnu Jamil, dan Sha Ine Febriyanti, itu diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Ratih Kumala.
Salah satu hal yang mencuri perhatian dari serial tersebut adalah latar tempat, bagaimana sang penulis yang hanya menyebutkan inisial Kota M alih-alih menyebut nama kota secara jelas. Banyak orang yang penasaran dan mencari tahu di manakah kota tersebut sebenarnya.
Ratih mengaku Kota M yang menjadi latar tempat Gadis Kretek adalah kota fiksi dengan inisial langsung dari daerah Muntilan, perbatasan antara Magelang dan Jogjakarta.
Dilansir dari Radar Semarang, salah satu lokasi syuting yang menjadi latar belakang dalam serial tersebut, khususnya di episode pertama, yaitu Pasar Kayu Muntilan di Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan, Magelang.
Beberapa properti yang digunakan dalam syuting serial tersebut masih tersisa sedikit. Salah satunya sebuah poster yang menunjukkan 10 batang sigaret kretek dengan merek Merah diproduksi di Kota M.
Evi Handayani, 46, salah satu pedagang di pasar tersebut membenarkan jika lokasi Pasar Kayu Muntilan digunakan sebagai tempat syuting Gadis Kretek.
Dia menjelaskan, selama proses syuting, sejumlah titik lokasi di kompleks pasar tersebut disulap tim produksi menjadi pasar zaman era 1960-an. Lapak pedagang kayu juga ada yang diubah menjadi sejenis warung, restoran jadul, serta gudang penyimpanan rokok kretek.
”Dari tengah sampai ujung dibuat syuting semua. Kurang lebih itu dua minggu prosesnya. Pada 2022, Agustus ya,” ucap Evi.
Menurut Evi, harga sewa kios milik warga yang dijadikan lokasi syuting berbeda-beda. Ada yang Rp 5 juta, Rp 10 juta, Rp 12 juta, hingga Rp 15 juta. Pasar Kayu Muntilan itu juga disewa secara penuh selama dua minggu. Jadi, pada waktu itu benar-benar libur karena semuanya digunakan untuk syuting.
”Kalau punya saya dulu disewa Rp 12 juta. Ada dua yang disewa. Selama syuting, kami nggak bisa jualan,” tutur Evi.
Tak hanya itu, warga di Pasar Kayu Muntilan juga diajak menjadi pemeran figuran dalam serial Gadis Kretek. Begitupun dengan Evi beserta keluarganya yang juga diajak menjadi pemeran figuran.
”Selama menjadi figuran, saya mendapatkan bayaran Rp 150 ribu per hari. Jadi, kita benar-benar seperti bekerja. Apalagi pada waktu itu masih dalam kondisi transisi setelah pandemi, jadi sangat membantu,” ujar Evi.
Menurut Evi, total ada 50 warga Pasar Kayu Muntilan yang diajak menjadi figuran.
”Syuting benar-benar melelahkan. Saya syuting dari jam 5 pagi sampai jam 6 sore. Untuk kostumnya, saya bawa sendiri. Pakai kebaya jadul sama jarik nenek saya,” ungkap Evi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022