Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 November 2023 | 14.10 WIB

Tim SAR Cium Bau Bangkai Saat Proses Pencarian Riyan Tri Widodo yang Hilang di Gunung Kelud

Tim SAR gabungan melakukan pencarian Riyan yang disebut hilang di lereng Gunung Kelud. Tim menemukan adanya bau bangkai. (ASAD MS/JPRK) - Image

Tim SAR gabungan melakukan pencarian Riyan yang disebut hilang di lereng Gunung Kelud. Tim menemukan adanya bau bangkai. (ASAD MS/JPRK)

JawaPos.com - Pencarian terhadap Riyan Tri Widodo masih berlangsung intensif sejak warga Desa Kebonrejo, Kepung itu dinyatakan hilang di hutan lereng Gunung Kelud dan dilaporkan pada Polsek Kepung pada Sabtu (25/11).

Pria berusia 33 tahun itu, diketahui merupakan seorang pencari burung yang setiap harinya beraktivitas di Kelud, namun tak pernah kembali pulang setelah kali terakhir pamit untuk mencari burung, pada Kamis (23/11).

Sebelumnya, keluarga sudah mencari Riyan, tapi mereka hanya berhasil menemukan motornya yang berada tidak jauh dari pintu masuk pendakian Gunung Gede.

Tim SAR masih melanjutkan pencarian hingga saat ini, namun, Riyan masih juga belum ditemukan hingga Senin kemarin (27/11).

Meski begitu, dalam pencariannya kali ini, petugas SAR menemukan suatu hal yang menurut mereka sedikit mencurigakan.

Anggota tim SAR gabungan yang sedang mencari Riyan di sekitar kelud pada hari itu, mengaku mencium adanya bau bangkai sekitar pukul 09.40 WIB.

Aroma bau bangkau yang menyengat itu, diduga berasal dari bawah area pintu masuk jalur pendakian Gunung Gede.

Mendapati temuan bau tersebut, dengan segera petugas memfokuskan penyisiran di daerah tersebut.

Dengan memanfaatkan bau tersebut, tim SAR gabungan berusaha untuk mencari petunjuk lebih.

Meski sudah berusaha, sumber bau tidak juga ditemukan, bahkan hingga pencarian hari itu ditutup.

Petugas SAR memperkirakan bahwa bau yang didapatkan tersebut, kemungkinan berasal dari bawah tebing.

Sedangkan untuk bisa ke bawah tebing itu kondisinya susah dijangkau, jadi harus menggunakan perlengkapan panjat.

Selain terciumnya bau bangkai, Koordinator Pos SAR Trenggalek Dyan Susetyo Wibowo juga menemukan sebuah alat pemikat burung dalam pencarian tersebut.

Namun sayang, setelah ditelusuri lebih jauh lagi, ternyata alat pemikat burung itu bukan berasal dari jenis yang biasa digunakan oleh korban.

Dyan menjelaskan beberapa hal yang dilakukan selama proses pencarian kemarin. Salah satunya dengan menekankan mapping area dan menandai setiap area yang dilewati.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore