Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 Januari 2024 | 02.50 WIB

Konvoi Pengendara Motor Berknalpot Brong Kembali Terjadi di Depan Markas TNI, Begini Reaksi Tentara

Kembali geber-geber motor di depan markas TNI. - Image

Kembali geber-geber motor di depan markas TNI.

JawaPos.com–Media sosial kembali dihebohkan dengan konvoi pengendara motor berknalpot brong di depan markas TNI. Dalam video yang viral di akun X @recehtapisayang, segerombolan pengendara motor tersebut membawa bendera partai politik menggeber motor di depan markas TNI disaksikan anggota tentara.

Rombongan motor geber knalpot brong di depan markas TNI, anggota hanya bisa liatin, nanti salah lagi,” tulis caption dari posting-an tersebut dikutip pada Senin (15/1).

Dalam video tersebut, sejumlah anggota TNI hanya menyaksikan sekumpulan motor berknalpot brong tersebut dan tidak mendekat.

Sesuai instruksi pimpinan kita lihatin saja, tetapi kami merasa tidak punya harga diri markas kami digeber-geber mereka,” lanjut keterangan video tersebut.

Unggahan itu juga menuliskan narasi soal netralitas TNI dalam kontestasi politik Pemilihan Umum 2024. TNI pernah menindak oknum relawan salah satu paslon namun berakhir viral di Boyolali dari sejumlah pihak.

Netralitas TNI, kami liatin saja nanti kami kena kesalahan lagi, kami tidak mau diadu domba lagi dengan rakyat, biar mereka yang menilai,” ujar keterangan video tersebut.

Insiden bentrok antara oknum anggota TNI dan relawan Ganjar Pranowo terjadi di Boyolali, Jawa Tengah. Insiden bentrok tersebut diduga dipicu iring-iringan relawan yang memain-mainkan gas motor di Jalan Perintis Kemerdekaan.

Kolonel Inf Richard Harison, Kepala Penerangan Kodam IV Diponegoro menjelaskan, pengeroyokan oleh oknum anggota TNI yang viral di media sosial dilakukan karena spontan dan kurang senang dengan sikap pemotor.

”Motifnya spontan karena iring-iringan relawan Ganjar dilakukan berkali-kali. Itu dimulai sejak jam 9 pagi,” ujar Richard Harison dilansir dari Radar Solo pada Rabu (3/1).

Menurut Richard, anggota TNI yang tengah bermain voli di markas TNI tersebut merasa terganggu dengan aktivitas relawan Ganjar yang memainkan gas di depan markas.

”Sebelumnya sudah geber-geber, cuma yang diangkat saat kejadian pemukulan saja. Sebelumnya kejadian berkali-kali lewat dibiarkan. Mungkin bukan anggota kami yang sama dalam perkelahian tersebut, namun pada akhirnya merasa terganggu dan melakukan hal tersebut,” tambah Richard Harison.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore