
Nama PO Bus Sugeng Rahayu sedang ramai dibicarakan karena insiden kecelakaan yang melibatkan salah satu armada mereka. (Instagram mediabismania)
JawaPos.com - Nama PO Bus Sugeng Rahayu tengah ramai diperbincangkan masyarakat, setelah terjadi kasus kecelakaan yang melibatkan salah satu armada mereka dengan pengendara motor hingga tewas, di Jalan Raya Letjend Sutoyo.
Terbaru, sopir bus Yudi Andriawan yang berusia 31 tahun ditetapkan menjadi tersangka. Mengutip Radar Sidoarjo, pada Selasa (30/1), Kanit Gakkum Satlantas Polresta Sidoarjo AKP Ony Purnomo mengungkapkan bahwa sopir diputuskan bersalah, setelah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan.
"Sopir sudah ditetapkan jadi tersangka. Akan kita limpahkan berkasnya ke kejaksaan," ujarnya. Diketahui, tersangka berasal dari Desa Kurahan, Kecamatan Ronggot, Kabupaten Nganjuk.
PROFIL SUGENG RAHAYU
Nama Bus Sugeng Rahayu tentu tidak asing di telinga masyarakan sepanjang Jalan Nasional Surabaya-Yogyakarta. Sebab, bus tersebut menjadi kendaraan umum yang diandalkan oleh warga seputaran Jawa Timur, Jawa Tengah dan DIY, yang meliputi kota seperti Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Madiun, Solo, hingga Jogja.
Bus Sugeng Rahayu adalah bagian dari armada milik grup perusahaan transportasi yang berbasis di Sidoarjo Jawa Timur, Sumber Group.
Armada bus Sumber Group, yang meliputi Sugeng Rahayu dan Sumber Selamat, dikenal denagn tarifnya yang terjangkau, sehingga banyak diminati ketimbang kompetitornya. Selain itu, mereka juga mempunyai bus kelas ekonomi dan non ekonomi (patas, lewat tol dan dapat makan).
Dulu, Sugeng Rahayu bernama Sumber Kencno yang selama bertahun-tahun menjadi penguasa jalanan di rute Surabaya-Yogyakarta. Mereka dicap sebagai penguasa jalanan karena kebiasaan ngebut dan menggunakan lajur yang tidak sesuai, sehingga membuat pengendara yang berlawanan arah dipaksa untuk lebih berhati-hati.
Lantaran hal tersebut, Bus Sumber Kencono kerap mengalami kecelakaan lalu lintas, sehingga muncul stigma buruk dari masyarakat kepada mereka. Bahkan, masyarakat merubah nama mereka menjadi Sumber Bencono.
Karena image buruk tentang Sumber Kencono telah melekat di benak masyarakat, sehingga Sumber Group yang telah berdiri sejak 1981, melakukan re-branding menjadi Sugeng Rahayu pada tahun 2013, juga untuk armada lain yang dinamai Sumber Selamat.
Nama Sugeng Rahayu sendiri memiliki makna ‘Sejahtera’, atau ‘Jauh dari Musibah’. Sedangkan Sumber Selamat berarti ‘mengharapkan nasib baik’.
IZIN PERNAH DICABUT KEMENHUB
Sebelum re-branding, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan Jawa Timur (Kemenhub) sempat mencabut izin Sumber Kencono di tahun 2011, lantaran kerap mengalami kecelakaan lalu lintas, yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
